harapanrakyat.com,- Melesatnya harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis pertamax belakangan ini, ternyata membuat konsumen kelas menengah berubah haluan menjadi konsumen BBM subsidi jenis Pertalite. Peralihan konsumen ini terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Garut.
Baca juga: Kenaikan BBM Hantam Pelaku Perahu Wisata di Grand Canyon Pangandaran, Terpaksa Beli Pertalite Eceran
Warga kelas menengah di Kabupaten Garut, kini ikut terimbas kenaikan harga BBM non subsidi. Mereka yang tadinya pengguna BBM non subsidi Pertamax mulai beralih ke konsumsi bahan bakar subsidi jenis Pertalite.
Hasil pantauan di sejumlah SPBU yang ada di Garut, antrean kendaraan roda 2 di mesin pengisian bahan bakar tampak tak biasa. Pasalnya pemotor lebih banyak di antrean mesin pengisian Pertalite. Selain itu, para konsumen kelas menengah ini bukan tanpa sebab beralih ke BBM subsidi. Selisih harga Pertamax harga baru yang mencapai Rp 16.250 per liter, sangat dirasakan menguras isi dompet sehari-hari.
Harga BBM non subsidi jenis Pertamax ron 92 awalnya Rp 12.300. Pemerintah lalu belum lama ini menyesuaikan harga baru menjadi Rp 16.250, atau mengalami kenaikan Rp 3.950. Oleh sebab itu, para kaum menengah itu lalu lebih memilih BBM subsidi. Hal itu agar dapat menghemat pengeluaran sehari-hari, karena harga kebutuhan lain pun ikut naik.
“Beralih dulu ke pertalite, ya kan selisihnya jauh. Rp 10 ribu per liter untuk pertalite sementara pertamax kan sekarang Rp 16 ribu lebih per liternya. Kenapa beralih ke BBM subsidi, karena kan kebutuhan lain pun ikut naik, siasatnya ya untuk menghemat. Kan Pemerintah juga sedang hemat, masyarakat tidak boleh hemat,” jelas Nina, konsumen kelas menengah asal Kecamatan Cibatu, Senin (15/6/2026).
Antrean BBM Subsidi Meningkat
Salah seorang petugas pengisian bahan bakar di SPBU yang ada di Garut, mengaku, antrean BBM subsidi jenis Pertalite sudah beberapa hari ini memang sering panjang. Namun, meski tidak dapat dihitung, dibandingkan sebelum penyesuaian harga baru BBM non subsidi, antreannya di mesin pengisian bahan bakar subsidi jauh lebih banyak.
“Sepertinya banyak yang beralih ke bahan bakar subsidi, ya berbeda dibandingkan sebelum pertamax naik, mereka pemotor masih banyak yang isi di mesin pengisian BBM non subsidi, sekarang mayoritas antre di mesin pengisian subsidi,” kata petugas pengisian di salah satu SPBU yang enggan disebut namanya.
Baca juga: Pertamina Jamin Stok BBM Pertalite Aman, Distribusi di Seluruh SPBU Berjalan Normal
Masyarakat kelas menengah tanah air memang sedang dibuat pusing dengan kenaikan Pertamax. Selain itu, mereka jelas terkena imbas dan perlu efisien ditengah gempuran harga-harga yang mulai meroket.
Bukan hanya urusan BBM saja yang mereka perlu pikirkan, tetapi kebutuhan lain seperti urusan kenaikan sekolah anak, pendaftaran murid baru di sekolah, hingga urusan ekonomi lain yang sedang dihadapi kaum ekonomi menengah dan bawah. (Pikpik/R6/HR-Online)

5 hours ago
6

















































