Mudahkan Warga, Mendagri Siapkan Aturan Akta Kelahiran Digital untuk Bayi Lahir di Luar Faskes

4 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Pemerintah terus berupaya mempercepat transformasi digital dalam administrasi kependudukan. Terbaru, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian tengah menyiapkan regulasi baru agar bayi yang lahir di luar faskes (fasilitas kesehatan) tetap mendapatkan akta kelahiran digital dengan mudah.

Melalui kebijakan ini, Mendagri akan menerbitkan surat edaran yang menginstruksikan seluruh kepala desa untuk aktif melaporkan setiap kelahiran yang terjadi di wilayah mereka. Terutama yang tidak dilakukan di rumah sakit atau puskesmas. Laporan tersebut nantinya dapat diteruskan ke faskes terdekat atau langsung ke kantor Dukcapil setempat.

Baca Juga: Dukcapil Temukan Fenomena Unik Nama Anak di Indonesia: Dari Nobita hingga Suneo

Integrasi SatuSehat dan SIAK: Akta Kelahiran Digital Langsung Terbit

Langkah inovatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan melalui integrasi data SatuSehat dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

Inisiatif ini mendapat apresiasi tinggi dari Mendagri, karena mampu memangkas birokrasi yang sebelumnya mengharuskan orang tua mengurus surat keterangan lahir (SKL) secara manual ke Dukcapil.

Baca Juga: Urus Dokumen Kependudukan Lewat Calo di MPP Lebih Cepat, Bupati KBB Jeje Geram

Dengan sistem baru ini, akta kelahiran digital dapat diterbitkan secara instan pada hari yang sama saat bayi lahir. Dokumen tersebut nantinya akan dikirimkan langsung melalui WhatsApp atau email orang tua. Sehingga warga tidak perlu lagi mengantre di kantor Dukcapil.

Pendataan Kematian di Tingkat Desa

Selain fokus pada akta kelahiran digital, surat edaran Mendagri tersebut juga akan mengatur mengenai pelaporan kematian di tingkat desa. Kepala desa diminta untuk segera melaporkan data kematian warganya kepada Dukcapil guna memastikan dinamika data kependudukan tercatat secara akurat dan real-time.

“Saya minta dalam surat edaran itu juga melaporkan data kematian warganya. Karena yang paling tahu di depan adalah kepala desa,” tegas Tito Karnavian saat menghadiri peluncuran digitalisasi tersebut di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Terbitkan SE Gerakan Indonesia ASRI: Instruksi Khusus untuk Kepala Daerah

Hadir dalam acara peluncuran integrasi layanan ini sejumlah tokoh penting. Termasuk Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menteri PANRB Rini Widyantini. Serta Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Kehadiran para pejabat ini menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam mewujudkan percepatan transformasi digital nasional. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas layanan publik bagi masyarakat seluruh Indonesia. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |