Planet Berlian PSR J1719-1438 b, Sisa Bintang Karbon Antariksa

4 hours ago 3

Perhatian para peneliti kini tengah tersita oleh objek luar angkasa yang memiliki kepadatan tinggi bertajuk planet berlian PSR J1719-1438 b. Objek antariksa ini mengorbit pulsar. Julukan sebagai planet berlian ini tidak lain karena ada dugaan tentang komposisi materialnya yang penuh dengan karbon.

Baca Juga: Penemuan 44 Nysa, Asteroid Berkepala 3 Pertama di Tata Surya

Komposisi material ini ada di bawah tekanan fisik yang ekstrem. Penemuannya sendiri sudah tercatat pada tahun 2011 lewat analisis teknik pulsar timing. Akan tetapi, penelitiannya berlanjut hingga kini sehingga terungkap berbagai hal menarik tentangnya.

Planet Berlian PSR J1719-1438 b dan Asal-usulnya

Objek yang mendapatkan julukan sebagai planet berlian ini memiliki asal-usul tersendiri. Ternyata asal-usul kemunculannya diduga berupa sisa bintang yang sudah kehilangan sebagian besar materinya. Sisa material tersebut kemungkinan banyak karbonnya dan ada di kondisi tekanan ekstrem.

Karena kondisi ekstrem tersebut, karbon bisa membentuk struktur kristal yang sekilas mirip berlian. Hal inilah yang membuat ilmuwan menyebut objek tersebut sebagai planet berlian. Bahkan ilmuwan juga berhasil mengangkat segudang karakteristiknya.

Karakteristik Objek PSR J1719-1438 b

Setelah mengetahui asal-usulnya, NASA juga mengungkap karakteristik objek luar angkasa ini. Ternyata planet berlian PSR J1719-1438 b tersebut memiliki massa minimal sekitar 1,2 kali lipat massa planet Jupiter. Hal ini berarti massanya setara dengan 380 kali massa planet Bumi.

Baca Juga: Krisis Identitas Kosmik, Komet 1998 SH2 Sempat Diyakini Sebagai Asteroid

Selain massa, ternyata objeknya juga mampu bergerak dengan sangat cepat. Untuk durasi satu putaran orbit penuh saja, bisa memakan waktu hanya 2,2 jam. Waktu ini setara dengan 0,09 hari.

Kendati demikian, astronom belum bisa mengetahui bagaimana radius fisiknya. Dalam penelitian pun, radius fisiknya memang belum terkonfirmasi secara jelas. Namun untuk tingkat kepadatannya sangatlah luar biasa.

Tingkat Kepadatan Objek

Sebagaimana yang sudah kita singgung tadi bahwa tingkat kepadatan objek ini sangatlah luar biasa. Dalam perkiraan awal, memperlihatkan bahwa tingkat kepadatannya minimal 23 gram/cm³. Tingkat kepadatan ini lebih dari kepadatan rata-rata Bumi. Hal ini karena tingkat kepadatan rata-rata Bumi berkisar 5,5 gram/cm³.

Berkaitan dengan tingkat kepadatan planet berlian PSR J1719-1438 b tersebut, ada dugaan tersendiri terkait penampakannya. Ilmuwan menduga bahwa objek luar angkasa ini awalnya adalah katai putih yang memiliki massa rendah. Kemudian objek tersebut kehilangan lapisan luar karena interaksi gravitasinya dengan pulsar.

Karena proses tersebut, pulsar menyedot materi dan menyisakan sekitar 0,1% massa awal bintang pendampingnya. Namun lagi-lagi hal tersebut masih sebatas dugaan semata. Tentu perlu penelitian secara lebih mendalam untuk memastikannya.

Fakta Menarik Objek

Dalam penelitian ini, ilmuwan juga berhasil mengungkap berbagai fakta menarik tentang objek PSR J1719-1438 b. Ternyata objek luar angkasa tersebut memiliki sejumlah fakta berikut.

Ditemukan Lewat Perubahan Kecil di Sinyal Pulsar

Ternyata salah satu faktanya berkaitan dengan proses penemuan planet berlian. Untuk menemukan objek luar angkasa tersebut, ilmuwan mendeteksi adanya perubahan kecil di sinyal pulsar. Pada dasarnya, pulsar berputar dengan teratur. Karena hal itu, sinyal pulsar yang terpancar bisa digunakan seperti halnya jam kosmik.

Apabila objek mengorbit pulsar, maka gravitasinya bisa membuat pulsar jadi sedikit bergoyang. Goyangan kecil tersebutlah yang membuat waktu kedatangan sinyal radionya jadi berubah. Dari sinilah astronom mampu menghitung keberadaan objek pendamping dan perkiraan massanya.

Bukan Satu-satunya Planet Berlian

Ternyata PSR J1719-1438 b bukan satu-satunya objek yang mendapatkan julukan sebagai planet berlian. Nyatanya juga ada eksoplanet yang mendapatkan julukan tersebut. Tidak lain yaitu 55 Cancri e.

55 Cancri e juga termasuk planet berlian yang memiliki karbon melimpah. Planet ini memiliki ukuran sekitar 2 kali lipat diameter planet Bumi. Lalu untuk massanya berkisar 9 kali lipat planet Bumi.

Perihal perbedaan 55 Cancri e dan PSR J1719-1438 b tampak dari dugaan kandungan karbon maupun berliannya. Pada PSR J1719-1438 b, ada dugaan yang menyebut bahwa kandungan karbon maupun berliannya tetap sebagai hasil pemodelan ilmiah. Dugaan tersebut bukan karena pengamatan secara langsung yang melihat adanya berlian di permukaannya.

Baca Juga: Wahana Tianwen-2 Capai Kamo’oalewa, Bulan Semu Pendamping Bumi

Planet berlian PSR J1719-1438 b bukan berarti permukaannya penuh dengan batu permata. Planet berlian PSR J1719-1438 b tersebut kemungkinan berupa sisa bintang yang bertransformasi secara ekstrem. Lalu memiliki material super padat di bawah tekanan yang luar biasa besarnya. Untuk mengungkap informasi menarik tentang objek di luar angkasa tersebut, tentu masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |