harapanrakyat.com,- Di sebuah bangunan tua di Desa Kertaharja, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, seorang pelajar perempuan bernama Silvi (13) terbaring lemah di atas tikar tipis. Tubuhnya kurus, napasnya tersengal. Tak ada kasur empuk, hanya lantai dingin yang menjadi alas hari-harinya sejak ia menderita gizi buruk dan terpaksa berhenti sekolah.
Baca Juga: Cegah Balita Kurang Gizi, Pemdes Karangpawitan Ciamis Salurkan PMT
Ia berakhir sekolah kelas 6 SD, hingga saat ini belum bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya. Saat ini, Silvi tinggal bersama kakek dan neneknya setelah kedua orang tuanya bercerai. Sejak saat itu, kehidupan Silvi jauh dari kata layak. Kakek dan neneknya yang sudah renta merawatnya seadanya di rumah tua yang nyaris roboh.
Kondisi kesehatan Silvi membuatnya tak lagi mampu berdiri tegak seperti anak seusianya. Aktivitas belajar, bermain, dan berinteraksi dengan teman sebaya kini hanya menjadi kenangan. Kisah pilu ini terungkap setelah sejumlah tetangga melaporkan keadaan Silvi kepada pihak kepolisian karena khawatir dengan keselamatannya.
Awal Mula Menderita Gizi Buruk yang Membuat Silvi Terpaksa Berhenti Sekolah
Mendapat informasi tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Kertaharja, Polsek Cimerak, Polres Pangandaran, Brigadir Kuswandi yang akrab disapa Awen, langsung mendatangi kediaman Silvi. Saat melihat kondisi bocah itu, air mata tak kuasa ia tahan.
“Ya kami selaku bhabinkamtibmas tentu langsung datang ke sana sesuai mendapat laporan,” kata Kuswandi, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Kapolres Pangandaran Angkat Siswa Berprestasi di Cijulang Jadi Anak Asuh, Jamin Biaya hingga Lulus
Kuswandi menjelaskan, penderitaan Silvi bermula dari sebuah kecelakaan beberapa waktu lalu. Silvi terjatuh dari sepeda motor hingga mengalami patah kaki bagian betis, dan harus dipasang pen.
Namun, bukannya membaik, kondisi kakinya justru semakin parah. Luka bekas pen mengeluarkan cairan nanah, disusul penurunan berat badan drastis. Dengan kondisi tersebut, Silvi pun terpaksa berhenti sekolah.
“Sejak dari itu tubuh Silvi mengalami penyusutan badan yang disebut gizi buruk dan juga paru-paru basah. Setelah dibawa berobat ke sana ke sini tidak membaik, dan akhirnya dirawat di rumah dengan obat terus berjalan,” jelasnya.
Melihat kondisi Silvi yang semakin memprihatinkan, Kuswandi segera berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Legokjawa. Koordinasi tersebut, agar Silvi mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
Baca Juga: Bocah 7 di Kota Banjar Diduga Alami Gizi Buruk, Butuh Bantuan Penanganan
Upaya ini menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap permasalahan sosial di tengah masyarakat. “Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya Polri dalam menyelesaikan permasalahan sosial masyarakat secara preventif dan persuasif, agar tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” ujarnya. (Kiki/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

21 hours ago
8

















































