Rekomendasi Makanan Fermentasi untuk Otak dan Mendukung Kesehatan Saraf

4 hours ago 4

Perlu diketahui bahwa makanan fermentasi untuk otak bisa mendukung kesehatan sistem saraf melalui mikroorganisme baik dan senyawa hasil fermentasi. Dalam hal ini, yogurt, tempe, kimchi dan kombucha memiliki kandungan tersebut. Konsumsi makanannya juga memberi variasi nutrisi yang berkaitan dengan fungsi otak.

Baca Juga: Bahaya Kelebihan Gula Dalam Tubuh Terhadap Otak

Yogurt sebagai Makanan Fermentasi untuk Otak

Rekomendasi Makanan Fermentasi untuk Otak dan Mendukung Kesehatan Saraf

Yogurt mengandung bakteri baik seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium. Bakteri tersebut membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

Selain itu, yogurt juga menyediakan protein, kalsium, serta vitamin B tertentu. Nutrisi tersebut mampu mendukung berbagai proses tubuh yang berkaitan dengan fungsi saraf. Dalam mengonsumsi makanan fermentasi, pilihlah yogurt tanpa tambahan gula berlebih agar asupan tetap seimbang.

Makanan fermentasi untuk otak seperti yogurt juga menarik karena bakteri baiknya bisa menghasilkan senyawa yang berinteraksi dengan sistem saraf. Hubungan ini berlangsung melalui gut-brain axis.

Tempe

Tempe telah menjadi salah satu makanan Indonesia dengan sumber protein nabati lengkap. Makanan ini berasal dari fermentasi kedelai dengan kapang Rhizopus. Prosesnya bisa membantu memecah sebagian komponen kedelai sehingga lebih mudah dicerna. Selain itu, tempe juga kaya akan protein nabati dan terdapat berbagai mineral di dalamnya.

Sebagai informasi, kedelai mengandung senyawa isoflavon. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan. Tempe juga mengandung vitamin serta mineral yang mendukung kerja tubuh secara keseluruhan dan memiliki dampak positif untuk fungsi memori.

Makanan fermentasi untuk otak seperti tempe mampu memberi kombinasi protein dan senyawa bioaktif. Melalui asupan protein bisa membantu menyediakan asam amino untuk berbagai proses biologis. Bahkan fermentasi juga menghasilkan perubahan pada nutrisi tempe.

Baca Juga: Makanan untuk Kesehatan Otak dan Saraf, Konsumsi Ini!

Kimchi

Selanjutnya, ada kimchi yang menggabungkan sayuran dengan proses fermentasi menggunakan bakteri asam laktat. Ini merupakan makanan asal Korea dengan proses yang menghasilkan rasa asam khas dan berbagai senyawa hasil fermentasi. Sayuran dalam kimchi juga menyumbang serat serta vitamin.

Serat mendukung mikrobiota usus karena bakteri tertentu memanfaatkannya sebagai sumber makanan. Selain itu, aktivitas mikrobiota kemudian menghasilkan metabolit yang berperan dalam komunikasi usus dan otak.

Makanan fermentasi seperti kimchi juga mengandung senyawa dari bahan pembuatnya, termasuk sayuran dan rempah. Akan tetapi, kandungan akhirnya bergantung pada resep dan proses fermentasi. Jika ingin mengonsumsinya, perhatikan natrium karena kimchi biasanya menggunakan garam dalam jumlah cukup tinggi.

Kombucha

Rekomendasi Makanan Fermentasi untuk Otak dan Mendukung Kesehatan Saraf

Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi teh yang populer dengan kultur mikroorganisme. Fermentasi ini menghasilkan asam organik dan senyawa lain yang memberi karakter khas. Dalam pembuatannya, teh menjadi bahan dasar yang mampu membawa senyawa polifenol.

Polifenol dari teh ini ternyata memiliki keterkaitan dengan stres oksidatif. Senyawa hasil fermentasinya turut menarik perhatian para peneliti karena berhubungan dengan aktivitas mikroba. Tak hanya itu, ternyata kombucha memiliki kandungan probiotik sehingga sangat bermanfaat untuk kesehatan usus.

Jenis makanan fermentasi untuk otak seperti kombucha juga memiliki karakteristik berbeda dari makanan fermentasi padat. Kandungan gulanya bisa bervariasi menurut produk dan proses pembuatannya. Oleh sebab itu, komposisi kombucha harus dilihat sebagai bagian dari keseluruhan asupan.

Baca Juga: Manfaat Ikan Segar untuk Pertumbuhan Anak, Tingkatkan Kesehatan Otak

Dari semua itu, makanan fermentasi untuk otak memang beragam. Makanan fermentasi untuk otak mencakup yogurt, tempe, kimchi, kombucha, dan miso dengan karakter yang berbeda. Kandungan bakteri baik, serat, protein, polifenol, serta senyawa bioaktif mampu membuat pangan tersebut cukup menarik dalam kaitannya dengan gut-brain axis. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |