Universitas Galuh Dampingi Warga Mangkubumi Ciamis Sulap Hasil Panen Jadi Produk Bernilai Ekonomi

5 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Kemandirian pangan di tingkat desa kerap kali terbentur masalah klasik, hasil panen yang tidak terserap optimal atau bernilai jual rendah. Menjawab tantangan tersebut, langkah tidak biasa berkonsep integrasi hulu-hilir kini tengah diterapkan warga Desa Mangkubumi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis.

​Lewat kolaborasi bersama akademisi Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, warga setempat menggabungkan teknologi budidaya terlindungi (greenhouse) dengan efisiensi pengolahan pangan berbasis energi terbarukan, dengan memanfaatkan minyak goreng bekas atau jelantah.

​Di sektor hulu, Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar II didorong dengan fasilitas greenhouse sederhana. Langkah ini diambil untuk menjaga produktivitas sayuran agar tidak rentan terganggu cuaca ekstrem, sekaligus membiasakan pola budidaya terencana. 

Tidak hanya menanam, para ibu tani ini juga dibekali manajemen pencatatan usaha hingga pengelolaan produksi yang terstruktur.

Baca Juga: Atasi Kekurangan Guru ASN, Pemkab Ciamis Luncurkan Program Magang Mahasiswa Terintegrasi

​Namun, terobosan sebenarnya ada di sektor hilir yang dikelola Tim Penggerak PKK Desa Mangkubumi. Sayuran panenan KWT tidak langsung dijual mentah, melainkan diolah menjadi produk pangan lokal berdaya saing. 

Untuk menekan biaya operasional dapur pengolahan, warga diperkenalkan pada kompor berbahan bakar minyak jelantah serta alat peniris minyak (spinner).

​”Kami berupaya agar teknologi yang dihadirkan benar-benar aplikatif dan memberi dampak ekonomi nyata,” kata Rian Kurnia selaku Ketua Tim Pelaksana Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Unigal, Kamis (20/8/2026). 

​Menurut Rian, kuncinya terletak pada mata rantai yang saling mengunci. KWT berperan menjaga pasokan bahan baku segar, sementara PKK fokus pada standardisasi rasa, kemasan, hingga strategi pemasaran merek lokal.

​”Harapannya tercipta rantai nilai (value chain) yang utuh. Dari hulu sampai hilir dikuasai masyarakat, sehingga nilai tambah ekonominya mutlak berputar di desa ini,” tambahnya.

Program Menyasar Warga Mangkubumi Ciamis Libatkan Mahasiswa Universitas Galuh dari Lintas Disiplin Ilmu

​Program aksi yang melibatkan mahasiswa lintas disiplin ilmu ini menyentuh berbagai tahapan. Mulai dari edukasi, transfer teknologi, pendampingan produksi, hingga evaluasi pasar. 

Inisiatif pemberdayaan masyarakat ini sendiri berhasil meraih dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kemdiktisaintek RI Tahun 2026.

Baca Juga: Perkuat Tata Kelola Wakaf, Dosen Unigal Ciamis Tingkatkan Kapasitas Pengelola Wakaf di Malaysia

​”Melalui model rantai produksi terpadu ini, Desa Mangkubumi tidak hanya diproyeksikan menjadi percontohan ketahanan pangan berbasis keluarga. Tetapi juga membuktikan bahwa limbah rumah tangga seperti jelantah bisa disulap menjadi penopang kemandirian ekonomi warga,” pungkas Rian. (Feri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |