Bandara Husein Sastranegara Bakal Direaktivasi, Farhan Bidik Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung 

8 hours ago 3

harapanrakyat.com,- Pemeritah Kota Bandung menyambut baik instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto mengenai rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara dan Adi Sucipto untuk penerbangan komersial berskala luas.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut kabar reaktivasi Bandara Husein Sastranegara dan Adi Sucipto, pascakunjungan kerja Presiden Prabowo Kota Bandung pada awal pekan ini.

Baca Juga: Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Tersangkut di Atas Batu Sungai Cinambo

Kebijakan ini akan menjadi lompatan besar bagi pemulihan sektor pariwisata sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Kota Kembang.

“Saya dapat kabar, Pak Presiden menginstruksikan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara berlangsung secara bersamaan dengan Bandara Adi Sucipto,” kata Farhan dikitup Jumat (29/5/2026).

Bandara Husein Sastranegara Masih Aktif Melayani Penebangan Komersial dengan Pesawat Propeller

Farhan berujar, sebenarnya Bandara Husein Sastranegara saat ini masih melayani penerbangan komersial, tidak berhenti total.

Namun, penerbangan di Bandara Husein Sastranegara hanya untuk antardaerah di Pulau Jawa. Penerbangan jarak pendek itu menggunakan pesawat propeller atau baling-baling berbaling-baling.

Baca Juga: Harga Cabai Merah Tanjung di Kota Bandung Tembus Rp120 Ribu, Dipicu Faktor Cuaca dan Tingginya Permintaan

Dengan adanya kebijakan reaktivasi ini, Pemkot Bandung membidik kembalinya masa kejayaan Bandara Husein Sastranegara. Tercatat pada 2019 silam, bandara mampu melayani hingga 3,8 juta penumpang per tahun, termasuk 800 ribu pergerakan wisatawan mancanegara.

“Tentu reaktivasi ini bisa mengembalikan kejayaan Bandara Husein Sastranegara sekaligus mendongkrak perekonomian Kota Bandung,” ujarnya.

Pembenahan Infrastruktur Pendukung dan Skema Investasi Lintas Sektoral

Guna mendukung kelancaran operasional bandara setelah reaktivasi, Pemkot Bandung memprioritaskan pembenahan aksesibilitas dari dan menuju kawasan penerbangan. 

Pemkot Bandung akan memprioritaskan perbaikan jalur penghubung dari gerbang Tol Pasteur yang melintasi area PT Dirgantara Indonesia serta kompleks TNI AU. Ditambah dengan percepatan pemanfaatan Jalan Layang Nurtanio untuk mengurai potensi kemacetan di koridor barat dan timur.

Sementara mengenai keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati (BIJB) di Kabupaten Majalengka, Farhan menutur, kewenangan dan pengelolaan fasilitas berada di pemerintah pusat, karena merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN). 

Menurutnya, fokus pemerintah daerah saat ini adalah bersinergi dengan Bappenas yang tengah menyusun kajian mendalam terkait porsi investasi dan sumber pembiayaan reaktivasi Bandara Husein. Termasuk peluang pemanfaatan skema Pinjaman Luar Negeri (PLN).

Baca Juga: Pasca Konvoi Persib Juara, Petugas Kebersihan Angkut Hingga 8 Ton Sampah di Pusat Kota Bandung

“Mudah-mudahan tahun ini Bappenas mulai menghitung, termasuk sumber pembiayaan dan investasi. Jika menggunakan pinjaman luar negeri, yang mengelola uangnya nanti berkewajiban untuk mengembalikannya,” tuturnya. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |