DLH Jawa Barat Geser Pembangunan Tanggul dan Alat Pemadat TPA Sarimukti ke Anggaran 2027

13 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat menggeser proyek pembangunan tanggul penahan sampah dan pengadaan alat pemadat untuk mengoptimalisasikan Zona 5 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti ke tahun depan.

Penundaan pengerjaan fisik di fasilitas pembuangan yang berlokasi di Kabupaten Bandung Barat ini karena skema percepatan pembangunan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) tidak mendapatkan lampu hijau.

Kepala DLH Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih mengatakan, pihaknya semula mengusulkan proyek itu menggunakan BTT agar konstruksi bisa berjalan cepat tanpa mekanisme Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) yang memakan waktu. 

Namun, karena Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi belum menerbitkan status kedaruratan sampah di Bandung Raya, DLH Jawa Barat harus menempuh jalur pengadaan reguler yang normatif.

“Kami sudah mengusulkan melalui BTT, tidak melalui proses PBJ, ada akselerasi karena konstruksi. Tapi Pak Gubernur belum menerbitkan kedaruratan. Jadi tidak bisa melalui skema BTT,” kata Saadiyah, Sabtu (18/07/2026).

Baca Juga: Usai Sidak KDM, Warga Cipatat Pasang Spanduk: Zona Darurat Polusi, Jangan Lepas Masker!

Dengan kondisi itu, DLH khawatir proses tender normatif ini tidak akan rampung sebelum akhir tahun anggaran berjalan. Saadiyah pun memutuskan menggeser pembangunan itu di tahun depan.

Berdasarkan kalkulasi teknis, kapasitas Zona 5 TPA Sarimukti akan terpenuhi secara maksimal pada Oktober 2026, sehingga DLH Jawa Barat memutar otak demi memperpanjang masa layan.

“Kami khawatir (kalau di APBD perubahan) tidak akan selesai tahun ini. Jadi kami luncurkan di tahun depan untuk yang tanggul zona 5 ini,” ujarnya.

Tambah Armada Alat Berat untuk Maksimalkan Penataan Lapangan

Selain penundaan tanggul penahan, DLH Jawa Barat juga menunda pengadaan alat pemadat sampah atau landfill compactor yang mengalami kerusakan.

Akibat ketiadaan alat berat khusus tersebut, petugas di lapangan mengandalkan buldozer konvensional yang membuat proses pemadatan tumpukan sampah menjadi kurang optimal.

“Zona 5 itu kapasitasnya bisa lebih kalau ada pemadatan. Alat pemadat sampah yang kami miliki rusak. Jadi pemadatannya tidak optimal karena hanya menggunakan buldozer. Tapi tahun depan kami usulkan untuk alat pemadat karena harganya tidak murah,” ucapnya.

Kendati proyek infrastruktur besar tertunda hingga tahun depan, DLH Jawa Barat sudah menambah unit alat berat biasa.

Penambahan armada ini terbukti efektif mengurai antrean truk dan menata zonasi pembuangan di TPA Sarimukti secara signifikan.

“Kalau sekarang penambahan alat berat saja, Alhamdulillah sangat membantu. Jadi kemarin itu hanya sekitar 6 alat berat yang ada di sana, sekarang itu ada sekitar 8 atau lebih,” tuturnya.

Tambahan armada ini terbagi ke dalam dua fungsi utama, yaitu unit untuk pelayanan bongkar muat sampah harian dan unit khusus untuk penataan zonasi. 

Baca Juga: Sungai di Ciwidey Tercemar Hitam, Dedi Mulyadi Buru Pembuang Limbah di Leuwikuray

Langkah ini sekaligus mengejar target pelapisan tanah layering pada permukaan Zona 5 guna menekan risiko longsor dan mengurangi bau menyengat di kawasan sekitar TPA Sarimukti. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |