Krisis Identitas Kosmik, Komet 1998 SH2 Sempat Diyakini Sebagai Asteroid

10 hours ago 8

Komet 1998 SH2 sempat mengalami krisis identitas kosmik. Hal ini karena ilmuwan pernah menganggapnya sebagai asteroid. Klaim ini pun berlangsung hampir 30 tahun. Astronom seketika sangat terkejut karena selama ini salah dalam mengidentifikasi objek di luar angkasa.

Baca Juga: Menyingkap Misteri Komet C 2026 A1 MAPS, Sang Pengembara Es yang Menantang Matahari

Komet 1998 SH2 Bukan Lagi Asteroid 

Astronom pertama kali menemukan objek dengan kode misterius 1998 SH2 pada tahun 1998. Saat itu astronom mengklasifikasikannya sebagai asteroid. Akan tetapi, pada pengamatan terbaru rupanya NASA dan kalangan astronom meyakini justru objek tersebut bukanlah asteroid, melainkan komet gelap.

Hal tersebut terungkap saat objek ini tak muncul pada posisinya di lintasan orbit tahun 2025 kemarin. Karena menyadari keanehan tersebut, kalangan ilmuwan lantas menyelidikinya. Ternyata dalam penyelidikan tersebut, ilmuwan menyadari bahwa objek ini bergerak karena dorongan non-gravitasi yang berasal dari pancaran gas.

Pada dasarnya, hal tersebut tidak terlihat pada asteroid, melainkan jadi ciri khas komet. Dari sinilah ilmuwan menyadari bahwa objek 1998 SH2 ternyata bukan asteroid, melainkan komet gelap. Disebut sebagai komet gelap lantaran komet aktif ini memiliki ekor sangat lemah.

Penelitian ini sendiri melibatkan Jet Propulsion Laboratory NASA yang ada di California Selatan. Laporannya pun sudah terpublikasi di jurnal ilmiah Nature Astronomy. Adanya penemuan ini menepis klaim sebelumnya yang menyebut objek tersebut sebagai asteroid.

Penerapan Metode Astrometri Optik

Pada 28 Agustus 2025, 1998 SH2 melintasi orbit yang aman dengan jarak hanya 3 juta km dari planet Bumi saja. Perhitungan ini berasal dari sistem radar planet DSN (Deep Space Network) NASA. Hal ini didasarkan pada gaya gravitasi matahari maupun planet yang ada di sekitarnya.

Baca Juga: Fakta Komet 88P/Howell yang Menghiasi Penghujung Ramadan 2026

Anehnya, posisi objek ini melenceng jauh dari model prediksi gravitasi standarnya. Karena hal itu, astronom memanfaatkan metode astrometri optik. Hal ini bertujuan untuk memetakan posisi objeknya secara instan. Di saat itulah ilmuwan bisa melacak akar permasalahannya.

Metode ini sendiri memungkinkan ilmuwan untuk melakukan pengamatan dengan presisi tinggi. Perihal kenapa astronom pernah salah dalam identifikasi objek ini, tidak lain karena karakteristik komet 1998 SH2. Berbeda dengan komet lainnya yang memiliki ekor bersinar terang, ternyata intensitas semburan objek ini terlalu kecil.

Karakteristik 1998 SH2

Objek yang termasuk ke dalam komet gelap tersebut memiliki karakteristik tersendiri. Adapun karakteristik utamanya berupa orbit elips dengan periode sekitar 4,54 tahun. Waktu tersebut dibutuhkan objek ini untuk mengelilingi matahari.

Kemudian untuk perihelion atau jarak terdekat ke Matahari sekitar 0,79 AU. Sementara untuk aphelion atau jarak terjauh dari matahari berkisar 4,70 AU. Selanjutnya untuk eksentrisitas mencapai 0,7137.

Masih seputar karakteristiknya, ternyata objek ini memiliki diameter sekitar 0,4 km. Ukuran tersebut membuatnya lebih besar sekitar 90% dari asteroid. Akan tetapi, cenderung lebih kecil jika kita bandingkan dengan asteroid raksasa. Soal ukuran komet 1998 SH2 pun, astronom menyebut besarnya objek ini seukuran Gedung Capitol Amerika Serikat.

Ciri Khas Komet Gelap

Berbicara mengenai identifikasi objek yang satu ini, ada baiknya jika juga mengetahui sebenarnya apa ciri khas komet. Benda langit ini memang sekilas mirip asteroid, namun sifatnya layaknya komet. Adapun cirinya ialah komet gelap biasanya memiliki ekor yang tidak terang seperti halnya komet biasanya.

Selain itu, komet gelap tersebut juga melepaskan gas dari bagian permukaannya. Perlu untuk diketahui bahwa komet biasanya memiliki orbit stabil namun ada kalanya bisa terganggu interaksi gravitasi planet raksasa. Hal tersebut membuat batuan es berputar ke bagian dalam tata surya. Panas dari matahari pun bisa membuatnya hancur.

Di dunia astronomi pun, komet gelap dibagi jadi dua kelompok. Kelompok pertama yaitu komet dengan ukuran masif yang memiliki orbit mirip keluarga komet Jupiter. Kemudian untuk kelompok kedua ialah komet berukuran mini dengan posisi lebih dekat matahari.

Baca Juga: Rotasi Komet 41P Berbalik Arah Usai Dekati Matahari, Efek Outgassing

Pada dasarnya, fenomena salah identifikasi pada 1998 SH2 bisa memperluas pemahaman ilmuwan tentang populasi komet. Berkaitan dengan hal itu, dunia astronom membutuhkan teleskop lebih kuat untuk meneliti objek redup yang ada di dekat planet Bumi. Bisa jadi hal tersebut memaksa untuk melakukan klasifikasi ulang pada objek yang sebelumnya diyakini sebagai asteroid. Hal ini bukan semata-mata untuk memastikan identitas objek seperti halnya komet 1998 SH2 saja. Akan tetapi, pengamatan akurat juga bisa meningkatkan keselamatan dan menjamin keberlangsungan kehidupan di Bumi. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |