harapanrakyat.com,- Sebuah bus pariwisata asal Kabupaten Indramayu mendadak menjadi tontonan warga setelah terjebak di jalan sempit perkampungan Dusun Jamuresi, Desa Sukajaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (18/7/2026) ini disebabkan karena sang sopir terlalu mengandalkan navigasi Google Maps.
Kronologi Bus Pariwisata Asal Indramayu Tersesat di Rajadesa Ciamis
Baca Juga: Kecelakaan Tunggal Bus MGI, Tabrak Pembatas Jalan dan Tersangkut di Median Tol Cipularang KM 100
Menurut keterangan Sulaeman, warga Desa Rajadesa, Kecamatan Rajadesa, mobil bus pariwisata tersebut membawa rombongan penumpang dari Indramayu yang bermaksud melakukan perjalanan wisata ke Pantai Pangandaran.
Namun, alih-alih sampai ke tujuan melalui jalur utama, bus justru diarahkan oleh aplikasi navigasi masuk ke rute pedesaan yang tidak memadai untuk kendaraan besar.
Berdasarkan keterangannya, sopir bus mengaku terus mengikuti petunjuk jalan sesuai dengan arahan dari Google Maps hingga akhirnya masuk ke Dusun Jamuresi. Akibatnya, bus berukuran jumbo itu terjebak dan tidak bisa bergerak maju maupun mundur di tengah pemukiman warga.
Kondisi bus pariwisata yang terjebak sejak dini hari itu sontak menarik perhatian masyarakat setempat. Sulaeman menjelaskan, mobil bus terjebak dari jam 02.00 dini hari, sehingga menjadi tontonan warga setempat.
Baca Juga: Pemudik Asal Bandung Tersesat di Hutan Sumedang Akibat Aplikasi Penunjuk Arah
“Akhirnya kendaraan bus pariwisata asal Indramayu itu bisa melanjutkan kembali perjalanannya sekitar jam 9 pagi dengan keadaan selamat,” kata Sulaeman.
Selain menjadi tontonan, kehadiran bus di jalan perkampungan tersebut mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas. Karena badan jalan terhalang sepenuhnya oleh kendaraan berukuran besar tersebut.
Evaluasi Penggunaan Google Maps untuk Kendaraan Besar
Sulaeman menambahkan, kejadian kendaraan tersesat akibat aplikasi navigasi digital sering kali terjadi di wilayah tersebut. Hal ini dikarenakan aplikasi sering mengarahkan ke rute tercepat tanpa mempertimbangkan lebar jalan, kondisi belokan. Atau kapasitas beban kendaraan.
Baca Juga: Salah Atur Peta Digital, Pemotor WNA Asal Georgia Masuk Jalur Tol Pasteur Bandung
Sebagai langkah antisipasi, para pengemudi kendaraan besar dihimbau untuk lebih waspada. “Untuk menghindari agar tidak terjadi seperti itu semestinya bertanya kepada warga sekitar,” ujar Sulaeman.
Jika sudah berada di jalan alternatif atau wilayah pedesaan, pengemudi sebaiknya untuk tidak ragu mematikan navigasi. Kemudian bertanya langsung kepada warga setempat mengenai kelayakan jalan bagi kendaraan besar guna menjamin keselamatan perjalanan. (Dji/R3/HR-Online/Editor: Eva)

8 hours ago
3

















































