harapanrakyat.com,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mulai mewaspadai potensi membengkaknya biaya distribusi air bersih menjelang musim kemarau tahun ini. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertamina Dex, dikhawatirkan akan berdampak pada operasional penyaluran bantuan air bagi warga terdampak kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, mengatakan biaya operasional distribusi air bersih saat ini jauh lebih besar dibanding beberapa tahun sebelumnya.
“Harga Pertamina Dex yang kini mencapai Rp 27.900 per liter membuat kebutuhan anggaran distribusi air semakin besar,” katanya, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Disnakkan Ciamis Pastikan Hewan Kurban Bebas PMK dan Layak Sembelih
Biaya Operasional Penyaluran Air Bersih Berpotensi Membengkak Usai Harga BBM Naik
BPBD Ciamis sendiri memiliki lima unit truk tangki yang biasa digunakan untuk menyalurkan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. Dengan tingginya harga BBM, Ani mengaku khawatir biaya operasional akan melonjak apabila musim kemarau tahun ini berlangsung panjang.
“Masya Allah, harus punya pabrik BBM sendiri,” ujarnya berseloroh.
Berdasarkan data BPBD Ciamis, pada tahun 2023 kebutuhan biaya distribusi air bersih untuk satu mobil tangki mencapai sekitar Rp 330 ribu per hari. Anggaran tersebut mencakup kebutuhan BBM kendaraan tangki sekaligus bahan bakar untuk mesin pompa air.
Sementara untuk kebutuhan Pertamina Dex kendaraan tangki saja tanpa operasional pompa air, biaya yang dibutuhkan saat itu mencapai Rp 280 ribu per hari dengan konsumsi sekitar 20 liter per tangki. Sementara untuk kebutuhan BBM pompa air membutuhkan biaya Rp 50.000. Pada 2023, harga Pertamina Dex masih berada di angka Rp 14 ribu per liter.
Baca Juga: Pegiat Budaya Ciamis: Kritik terhadap KDM Bukan Berarti Anti-Sunda
Biaya BBM Tangki dan BBM Pompa
Dokumen perencanaan BPBD Ciamis menyebutkan biaya distribusi air bersih dihitung berdasarkan rata-rata jarak tempuh kendaraan, konsumsi bahan bakar per kilometer, hingga kebutuhan pompa pendorong untuk mengalirkan air ke tempat penampungan warga.
Jika dibandingkan dengan harga BBM Pertamina Dex saat ini yang mencapai Rp 27.900 per liter, maka satu tangki mobil membutuhkan Rp 558.000 hanya untuk isi BBM 20 liter per hari.
Sementara untuk kebutuhan pompa pendorong dari tangki ke tempat penampungan air warga membutuhkan total biaya yang dikeluarkan Rp 78.000. Ini berarti setiap penyaluran air satu mobil tangki membutuhkan biaya Rp 636.000. Jika kekeringan meluas dan banyak daerah di Ciamis membutuhkan air bersih, angka tersebut bisa membengkak hingga 10 kali lipat.
Menurut Ani, distribusi air bersih terbanyak selama musim kekeringan tahun 2023 terjadi di Kecamatan Banjaranyar. Saat itu total penyaluran air bersih ke Kecamatan Banjaranyar mencapai 363.500 liter. Dari jumlah itu, Desa Cigayam menjadi wilayah dengan distribusi tertinggi yakni mencapai 125 ribu liter.
Sedangkan pada tahun 2024, distribusi air bersih terbanyak tercatat di Kecamatan Banjarsari dengan volume mencapai 45 ribu liter. Desa Sindangasih menjadi wilayah yang paling banyak menerima bantuan air bersih dengan total distribusi sekitar 35 ribu liter.
Berharap Musim Kemarau Tak Berkepanjangan
Saat ini, kata Ani, Ciamis masih berada dalam masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau. BPBD berharap tahun ini tidak terjadi kemarau panjang yang dapat memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah rawan kekeringan.
“Mudah-mudahan tidak ada kemarau panjang supaya tidak ada kekeringan dan tidak ada distribusi air bersih,” katanya.
Baca Juga: Viral! Aksi Polos Bocah Naik Roda Keranda di Ciamis Jadi Tontonan Pelayat
BPBD Ciamis sendiri mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, termasuk kesiapan armada tangki air dan dukungan anggaran operasional. Namun tingginya harga BBM disebut menjadi tantangan tersendiri dalam upaya penanganan kekeringan tahun ini. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

22 hours ago
15

















































