Ribuan Hewan Kurban di Sumedang akan Diberi Kalung Sehat, Ini Tujuannya

1 day ago 17

harapanrakyat.com,- Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, meningkatkan pengawasan kesehatan hewan kurban. Diskanak Sumedang sudah menyiapkan 1.521 kalung sehat, untuk ternak yang telah lolos pemeriksaan medis. 

Baca Juga: Hewan Kurban Masuk ke Cimahi Wajib Dibekali Surat Kesehatan

Kalung tersebut menjadi penanda resmi, bahwa hewan dinyatakan layak dikurbankan dan aman untuk didistribusikan ke berbagai daerah.

Kepala Diskanak Sumedang, Asep Aan Dahlan menjelaskan, pemeriksaan kesehatan hewan kurban telah dimulai dan dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah kerja. Jadwal pemeriksaan disusun menyesuaikan kondisi serta kebutuhan masing-masing daerah agar pelaksanaannya berjalan maksimal.

“Setiap unit telah mengirimkan petugas kesehatan dan jadwalnya kita sesuaikan dengan setiap wilayah agar optimal menyeluruh,” jelas Asep, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, setiap hewan yang dinyatakan sehat akan menerima kalung sehat beserta surat keterangan kesehatan hewan. Ternak yang tidak memiliki penanda tersebut, tidak diperbolehkan untuk diperdagangkan atau dikirim ke luar daerah sebagai hewan kurban. “Hanya yang berkalung saja yang diizinkan untuk diedarkan ke wilayah lain untuk dikurbankan,” ucapnya.

Baca Juga: Jelang Idul Adha 1447 Hijriah, Penjualan Hewan Kurban di Sumedang Naik

Diskanak Sumedang Terjunkan 40 Petugas untuk Periksa Hewan Kurban

Pemeriksaan kesehatan dilakukan melalui sembilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di sejumlah kecamatan. Di antaranya Pamulihan, Tanjungsari, Sumedang Kota, Cimalaka, Conggeang, Tomo, Situraja, Tanjungkerta, dan Wado.

Sedangkan untuk mendukung proses pengawasan, Diskanak menurunkan sekitar 40 petugas yang terdiri dari dokter hewan dan paramedis veteriner. Setiap UPT diperkuat empat hingga enam personel, disesuaikan dengan jumlah peternak dan aktivitas perdagangan ternak di wilayah masing-masing.

“Tak hanya pemeriksaan sebelum penyembelihan atau ante mortem, petugas juga akan melakukan pemeriksaan post mortem setelah hewan dipotong. Pemeriksaan tersebut dilakukan di masjid maupun lokasi pemotongan warga, guna memastikan daging kurban aman dikonsumsi masyarakat,” tambahnya.

Diskanak juga bekerja sama dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dalam pengawasan pelaksanaan kurban di lapangan. Jika ditemukan hewan yang terindikasi mengidap penyakit menular, seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) atau belum memenuhi syarat usia kurban, petugas berwenang menunda bahkan menolak hewan tersebut untuk disembelih.

Baca Juga: Ribuan Warga di Sumedang Berdesakan Antre Saat Pembagian Daging Kurban

“Selain fokus pada pengawasan hewan kurban, pemerintah daerah tetap melanjutkan program vaksinasi rutin terhadap sejumlah penyakit hewan menular seperti PMK, rabies, dan avian influenza. Hal ini sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit pada hewan kurban di wilayah Sumedang,” pungkasnya. (Aang/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |