harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melaksanakan ibadah shalat Idul Adha 1447 H bersama warga di Masjid Al Hikmah, Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Rabu (27/5/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Jawa Barat ini disambut antusiasme luar biasa oleh masyarakat setempat yang sudah memadati lokasi sejak pagi.
Baca juga: Dedi Mulyadi Bakal Salat Iduladha di Kota Banjar, Doakan Kelancaran Ibadah Jemaah Haji
Pantauan di lokasi, Dedi Mulyadi tiba sekitar pukul 06.12 WIB dengan mengenakan pakaian muslim khasnya. Ia tampak langsung berbaur di barisan depan bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jajaran Forkopimda Kota Banjar.
Pesan Gubernur Jabar Idul Adha di Mekarharja Banjar
Dalam momentum yang merefleksikan nilai-nilai pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk memaknai esensi kurban secara lebih mendalam.
Dedi menegaskan bahwa semangat kurban bagi seorang pemimpin adalah keberanian untuk mengorbankan ego pribadi dan jabatan demi kesejahteraan masyarakat.
Dengan gaya bicaranya yang khas, ia mengingatkan bahwa filosofi hidup manusia seutuhnya adalah menyerahkan seluruh ibadah, hidup, dan mati hanya demi Tuhan Yang Maha Esa.
“Dalam falsafah Sunda, kita hidup ini diatur oleh yang Maha Kuasa. Segala gerak langkah kita adalah ketetapan-Nya. Lalu, bagaimana dengan konteks pemerintahan? Semangat kurban bagi pemerintah adalah mengorbankan ego pemimpinnya. Mengubah kebiasaan yang biasanya menggunakan dana APBD untuk kepentingan pribadi atau fasilitas yang berlebihan,” kata Dedi.
Baca juga: Janji Dedi Mulyadi Bikin Jalan Rusak di Kota Banjar Mulus dalam 3 Tahun
Sebagai bentuk konkrit dari komitmen tersebut, Dedi menceritakan langkah efisiensi yang diambilnya selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Ia secara sadar menolak berbagai fasilitas mewah yang biasa melekat pada jabatan seorang kepala daerah.
“Saya tidak mau difasilitasi mobil mewah, tidak mau perjalanan dinas yang berlebihan, menolak fasilitas baju dinas yang mahal, hingga anggaran makan-minum yang nilainya bermiliar-miliar. Kenapa? Karena uang itu lebih dibutuhkan untuk memperbaiki jalan-jalan di Mekarharja yang saat ini kondisinya masih bolong-bolong,” tegasnya.
Tantangan Ekonomi
Lebih lanjut, Dedi juga mengingatkan tantangan ekonomi, termasuk di wilayah perkotaan. Menurutnya, kondisi perkotaan saat ini kian pelik karena perputaran uang yang semakin menyusut. Sehingga membuat masyarakat kecil kebingungan dalam mencari nafkah.
Baca juga: Mobil Maskara Desa Sinartanjung Kota Banjar Disewakan untuk Distribusikan MBG, Ini Kata Dedi Mulyadi
“Di kota-kota sekarang ini situasinya sedang sulit. Masyarakat bingung mencari uang. Di sinilah peran pemerintah harus hadir. Anggaran yang ada tidak boleh dihamburkan untuk kemewahan pejabat. Melainkan harus dikembalikan penuh untuk kemaslahatan dan pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat bawah,” pungkasnya.
Sementara itu, usai pelaksanaan shalat dan mendengarkan khutbah, suasana sempat riuh saat warga mulai dari ibu-ibu hingga anak-anak berebut untuk bersalaman dan berswafoto dengan Gubernur Jabar. (Sandi/R6/HR-Online)

15 hours ago
11

















































