harapanrakyat.com,- Kondisi pembangunan manusia di Jawa Barat menunjukkan perbaikan sepanjang 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jabar meningkat menjadi 75,90 poin, sementara jumlah penduduk miskin berkurang hampir 194 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, IPM 2025 tumbuh 1,31 persen. Pertumbuhan tersebut menjadi yang paling tinggi dalam lima tahun terakhir.
Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan kenaikan IPM Jawa Barat didorong oleh membaiknya seluruh komponen pembentuk, mencakup aspek kesehatan, pendidikan, serta standar hidup layak. “Seluruh komponen pembentuk IPM mengalami perbaikan,” ujar Margaretha, Minggu (9/8/2026).
Baca Juga: Dedi Mulyadi Buka Data BPS, Buka-Bukaan Soal Kemiskinan Hingga IPM Jawa Barat
Pada aspek kesehatan, umur harapan hidup (UHH) warga Jawa Barat pada 2025 mencapai 75,53 tahun. Angka tersebut bertambah 0,37 tahun dibandingkan capaian pada 2024.
Perbaikan indikator kesehatan antara lain terlihat dari meningkatnya akses rumah tangga terhadap sumber air minum layak sebesar 0,94 persen poin. Pada saat bersamaan, rumah tangga yang tidak memiliki fasilitas buang air besar turun 0,50 persen poin.
Sektor pendidikan juga menunjukkan perkembangan. Harapan Lama Sekolah (HLS) mencapai 13,02 tahun, meningkat 0,22 tahun atau 1,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk Jawa Barat berusia 25 tahun ke atas mencapai 9,14 tahun. Angka tersebut mengalami pertumbuhan 3,04 persen dibandingkan 2024.
Artinya, secara rata-rata penduduk dalam kelompok usia tersebut telah menempuh pendidikan hingga sekitar kelas IX atau setara tamat SMP.
Standar Hidup dalam Indeks Pembangunan Manusia Jawa Barat
Perbaikan juga terlihat dari sisi standar hidup. Pengeluaran riil per kapita masyarakat Jabar pada 2025 mencapai Rp12,45 juta per tahun. Nilainya bertambah sekitar Rp290 ribu atau tumbuh 2,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, jumlah penduduk miskin di Jawa Barat turun sebanyak 193,92 ribu orang. Persentase penduduk miskin juga berkurang 0,44 persen poin.
Penurunan tersebut menjadi salah satu indikator membaiknya kondisi ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rumah tangga dengan tingkat pendapatan rendah.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan kenaikan IPM Jabar pada 2025 menjadi yang tertinggi secara nasional jika dilihat dari pertambahan poinnya. “IPM Jawa Barat naik hampir satu poin,” kata Dedi.
Berdasarkan data BPS, IPM Jawa Barat bertambah 0,98 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur yang meningkat 0,78 poin dan Jawa Tengah sebesar 0,90 poin.
Dedi berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan sehingga IPM Jawa Barat mampu masuk dalam jajaran 10 besar nasional. “Kita harus terus bekerja meningkatkan IPM Jawa Barat,” ujarnya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

22 hours ago
14

















































