Pengakuan Mahasiswa Penabrak Aiptu Asep Saat Dicecar Dedi Mulyadi

22 hours ago 16

harapanrakyat.com,- Suasana konferensi pers penanganan kasus tabrak lari yang menewaskan anggota polisi Polrestabes Bandung, almarhum Aiptu Asep Suhara, mendadak riuh.

Baca juga: Pantau Penanganan Kasus Tabrak Lari Aiptu Asep, Gubernur Jabar Minta Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut mendampingi pihak kepolisian dan mencecar langsung sang pengemudi maut, seorang pemuda berinisial A asal Kota Palu di hadapan puluhan awak media.

Langkah tak biasa ini Dedi Mulyadi ambil bersama kepolisian sebagai bentuk transparansi publik secara radikal. Dedi ingin memastikan proses hukum berjalan tanpa spekulasi liar atau tuduhan rekayasa kasus bahwa warga sipil dijadikan kambing hitam.

Tersangka A, yang merupakan mahasiswa semester lima Jurusan Teknik Informatika di salah satu perguruan tinggi di Kota Bandung, hanya bisa menunduk saat cecaran pertanyaan meluncur dari mulut Gubernur Jabar.

“Biar tidak ada tafsir spekulatif atau anggapan ‘wah ini rekayasa, ini sipil yang dikorbankan’, kita tanya langsung pelakunya. Kasus ini terang benderang, pengemudi ini resmi sebagai tersangka,” kata Dedi di Mapolrestabes Bandung, Selasa (11/8/2026).

Pesta Miras, Keluar Cari Rokok, hingga Lari dari Tanggung Jawab

Di bawah sorotan kamera, A membeberkan kronologi malam nahas itu. Dini hari itu, ia bersama lebih dari lima rekannya tengah mengonsumsi minuman beralkohol di sebuah kedai di kawasan Simpang Lima, Kota Bandung. Dalam kondisi mabuk berat, A meminjam mobil milik rekannya dengan dalih keluar mencari rokok.

“Betul (mengendarai mobil dalam keadaan) mabuk. (Mengonsumsi miras) Di Kedai Simpang Lima. Saya enggak tahu (yang membeli), lebih dari lima orang. Bawa mobil milik teman untuk mencari rokok,” ujar tersangka A.

Kemudian, Dedi sempat bertanya apakah tersangka A mengemudikan kendaraan roda dengan kecepatan tinggi sambil bersenda gurau bersama dua rekannya yang merupakan oknum TNI juga berada dalam pengaruh alkohol. “(Iya) ngebut, enggak ada yang nyuruh, iya sambil bercanda. Dalam keadaan mabuk ketiga-tiganya Pak,” kata A menjawab.

Baca juga: Pengemudi Mabuk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Menewaskan Aiptu Asep Suhara di Bandung

Tanpa menyadari situasi di depannya, mobil yang ia kemudikan menghantam sepeda motor Aiptu Asep Suhara dari arah belakang hingga korban terseret sejauh 30 meter. Bukannya menginjak pedal rem dan memberikan pertolongan, A justru memacu kendaraannya melarikan diri kembali ke kedai Simpang Lima.

Ia mengembalikan mobil yang ringsek kepada pemiliknya, yang merupakan anggota TNI berinisial A tanpa memberikan penjelasan jujur, lalu diantar pulang oleh rekannya menuju tempat kos sebelum akhirnya dibekuk tim kepolisian.

“Kamu menyadari tidak mobil kamu menabrak dan tidak mengerem? Korban itu terseret 30 meter sampai terpental. Kamu sadar waktu menabrak, tapi malah melarikan diri kembali ke kedai dan pulang ke kosan,” ujar Dedi kepada tersangka A. (Reza/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |