Kenaikan Kurs Dollar Picu Kenaikan Harga Material, Perbaikan Jalan di KBB Terdampak

12 hours ago 12

harapanrakyat.com,- Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat yang sempat menyentuh angka Rp 18.000 berdampak bagi pembangunan di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Harga bahan pokok seperti aspal dan campuran beton ikut melonjak, sehingga rencana perbaikan jalan yang sudah disusun pemerintah daerah KBB terpaksa disesuaikan kembali agar tetap sesuai kemampuan anggaran.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) KBB, Aan Sopian, menjelaskan lonjakan harga ini terungkap setelah berkoordinasi dengan asosiasi dan penyedia bahan bangunan. Sebagian besar bahan baku atau pendukung produksi masih bergantung pada harga pasar internasional. Pergerakan nilai tukar dollar pun langsung terasa dampaknya di dalam negeri.

“Kami tidak bisa menambah biaya yang sudah ditetapkan dalam anggaran tahun berjalan. Satu-satunya jalan adalah mengatur ulang jumlah atau volume pekerjaan yang dikerjakan. Sebagai gambaran, dana yang tadinya cukup untuk memperbaiki jalan sepanjang dua kilometer, sekarang hanya mampu menyelesaikan sekitar 1,2 kilometer saja,” ungkap Aan, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga: Eceng Gondok Seluas 120 Hektare di Waduk Saguling Bandung Barat Mulai Dibersihkan, 350 Personel Dikerahkan

Padahal, tahun ini pemerintah daerah sudah berniat memperluas jangkauan perbaikan dengan menaikkan anggaran menjadi Rp102 miliar. Angka ini jauh melonjak dibandingkan tahun lalu yang hanya dialokasikan sebesar Rp60 miliar. Dengan dana besar itu, awalnya direncanakan pemugaran jalan sepanjang 42 kilometer lewat sistem pembelian elektronik, ditambah sekitar 7,2 kilometer lagi lewat penunjukan langsung.

“Ada perubahan penting lain dalam pendanaan tahun ini, seluruh biaya sepenuhnya ditanggung dari kas daerah sendiri. Dua tahun sebelumnya, pembangunan masih mendapat bantuan dana khusus dari pemerintah pusat. Nilainya pun cukup besar, yaitu sekitar Rp60 miliar pada 2024 dan Rp28 miliar pada 2023,” ucapnya.

Perbaikan Jalan di KBB yang Jadi Prioritas

Meskipun cakupan pekerjaan berkurang akibat kenaikan harga, sejumlah ruas utama tetap menjadi prioritas penanganan. Salah satunya adalah jalan penghubung Gununghalu–Datarpuspa sepanjang 1,4 kilometer. Pembangunan jalan ini rencananya akan diperkuat menggunakan konstruksi beton atau lapisan aspal. Hal ini disesuaikan dengan kondisi tanah dan lalu lintas di lokasi tersebut.

“Pemilihan jenis perbaikan disesuaikan agar hasilnya lebih awet dan tahan lama. Di wilayah yang lalu lintasnya padat atau tanahnya kurang kokoh, lebih dipilih struktur beton. Sedangkan di wilayah lain cukup menggunakan lapisan aspal panas. Secara keseluruhan pekerjaan akan tersebar merata dari wilayah utara, tengah, hingga selatan kabupaten,” tutur Aan.

Baca Juga: Viral Dugaan Transaksi Narkoba di Cihampelas KBB, Polisi Lakukan Penyelidikan Mendalam

Khusus proyek yang dilaksanakan lewat penunjukan langsung, umumnya mencakup jalan-jalan lingkungan atau penghubung desa dengan nilai biaya di bawah Rp400 juta per ruas. Langkah ini diambil agar pembangunan tetap berjalan sebaik mungkin meskipun kondisi ekonomi sedang tidak menentu. (Eri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |