Kisah Ummu Waraqah menjadi salah satu dari sekian banyak cerita yang cukup populer dalam sejarah persebaran Islam. Ummu Waraqah merupakan sahabat perempuan Rasulullah SAW yang memiliki kisah luar biasa serta penuh keteladanan. Ia terkenal sebagai wanita yang sangat mencintai Alquran dan tekun beribadah kepada Allah SWT.
Baca Juga: Sa’ad bin Mu’adz, Sahabat Nabi yang Kisah Wafatnya Mengguncang Arsy
Kisah Ummu Waraqah yang Cukup Menarik
Ummu Waraqah binti al-Harits al-Anshariyah pada dasarnya adalah seorang wanita Anshar. Meski berasal dari Madinah, rasa keimanan Waraqah kepada Allah sekaligus Rasul-Nya begitu besar. Ia selalu berburu keutamaan amal. Hampir tidak ingin tertinggal dari kaum Muslimin dalam menjalankan ibadah maupun perjuangan di jalan Allah.
Ketika Rasulullah bersama Abu Bakar hijrah dan tampak di gerbang Madinah, Ummu Waraqah menjadi salah satu orang yang menyambut. Hari itu menjadi momen paling membahagiakan dalam hidupnya. Mengingat untuk pertama kalinya, Waraqah akhirnya dapat melihat langsung sosok mulia yang membawa cahaya Islam.
Keimanannya sebenarnya telah tumbuh jauh sebelum bertemu Rasulullah SAW secara langsung. Hatinya begitu tersentuh dengan ajaran Islam yang penuh kasih sayang. Kehadiran Rasulullah di Madinah semakin membuat semangat ibadah Ummu Waraqah meningkat. Kisah ketulusan Ummu Waraqah dalam beribadah mampu membuat Rasulullah SAW terkesan.
Rumahnya Menjadi Masjid
Kisah Ummu Waraqah berlanjut ketika rumahnya menjadi tempat ibadah bagi para shahabiyah. Rumah tersebut menampung para kaum Muslimah untuk melaksanakan sholat berjamaah sekaligus mempelajari ajaran Islam. Menariknya, Ummu Waraqah sendiri dipercaya menjadi imam bagi para perempuan yang hadir di kediamannya.
Baca Juga: Sahabat Nabi Urwah bin Mas’ud, dari Kaum Penentang hingga Menjadi Teladan Islam
Secara khusus, Rasulullah SAW juga mengutus seorang muadzin untuk memanggil para shahabiyah. Tujuannya tidak lain untuk menunaikan sholat berjamaah di rumah Ummu Waraqah. Kediaman milik Ummu Waraqah kemudian populer sebagai salah satu rumah terbaik di Madinah. Tentu bukan pada bentuknya melainkan manfaatnya yang begitu luar biasa.
Di dalamnya adzan berkumandang dan menjadi naungan sholat berjamaah secara rutin. Suasana rumah penuh dengan bacaan Al Quran serta dzikir kepada Allah SWT. Karena keistimewaan kisah dan ketakwaannya, Ummu Waraqah bahkan mendapat gelar as-Syahidah semasa hidupnya dari Rasulullah SAW.
Sangat Mencintai Al Quran
Ummu Waraqah juga populer sebagai perempuan yang sangat mencintai Al Quran. Ia memiliki kebiasaan menghafal hingga menuliskan ayat-ayat Al Quran pada berbagai media yang tersedia pada masa itu. Termasuk kulit hewan, pelepah kurma, hingga tulang belulang. Kecintaannya terhadap kitab suci membuatnya menjadi salah satu sahabat perempuan yang memiliki perhatian besar terhadap penjagaan wahyu Allah.
Suatu hari Abu Bakar ash-Shiddiq RA berinisiatif mengumpulkan ayat-ayat Al Quran dalam satu mushaf. Tepat setelah wafatnya Rasulullah SAW. Zaid bin Tsabit pun ditunjuk untuk memimpin proses tersebut. Dalam pengumpulan itu, catatan-catatan ayat yang Ummu Waraqah miliki turut menjadi salah satu rujukan penting.
Meninggal Syahid
Saat kaum Muslimin berada di bawah pimpinan Umar bin Khattab RA, Ummu Waraqah akhirnya menemui takdirnya. Dimana wanita itu memiliki dua budak, yaitu seorang laki-laki dan perempuan. Keduanya mendapat jaminan kebebasan tepat apabila Ummu Waraqah meninggal dunia kelak.
Namun karena sudah tidak sabar ingin memperoleh kebebasan, kedua budaknya merencanakan perbuatan sangat keji. Pada suatu malam, mereka menyekap Ummu Waraqah menggunakan kain hingga wafat. Setelah melakukan tindakan tersebut, keduanya kompak melarikan diri dari Kota Madinah.
Amirul Mukminin Umar bin Khattab RA merasa ada sesuatu yang aneh. Mengingat malam itu tidak mendengar lantunan bacaan Al Quran dari rumah Waraqah. Padahal biasanya lantunan bacaan merdu tak pernah absen. Umar pun mendatangi rumahnya untuk memastikan keadaan sahabat perempuan tersebut.
Betapa terkejutnya Umar ketika mendapati Ummu Waraqah sudah terbujur kaku tertutup kain. Saat itu Umar berkata bahwa sabda Rasulullah SAW benar adanya. Rasulullah pernah menyebut Ummu Waraqah sebagai wanita yang akan mati syahid. Umar kemudian naik mimbar dan mengabarkan wafatnya Ummu Waraqah kepada kaum Muslimin.
Tak lupa juga memerintahkan pencarian terhadap kedua budak yang menjadi pelaku pembunuhan Ummu Waraqah. Setelah berhasil tertangkap pasca upaya kabur, keduanya pun mengakui perbuatannya. Sampai akhirnya kedua budak ini mendapat hukuman qishash sesuai hukum yang berlaku saat itu.
Baca Juga: Keteladanan Ar Rubayyi binti Muawwidz, Mujahidah Perang dari Anshar
Kisah Ummu Waraqah menjadi pelajaran berharga tentang keteguhan iman, kecintaan kepada Al Quran dan semangat beribadah yang luar biasa. Sosok Ummu Waraqah membuktikan bahwa perempuan juga memiliki peran penting dalam kisah perkembangan Islam. Bahkan mampu menjadi teladan bagi umat hingga saat ini. (R10/HR-Online)

7 hours ago
10

















































