harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengunjungi Jembatan Gantung Sukamenak penghubung Kabupaten Ciamis dan Kota Tasikmalaya, yang sempat viral lantaran ditutup.
Jembatan yang menjadi akses jalan bagi warga Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis dengan Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya itu menelan anggaran Rp5 miliar.
Penutupan sendiri jembatan dipicu polemik pembebasan lahan. Sementara dari sisi Kota Tasikmalaya akses jalan menuju jembatan juga belum dibangun, sehingga jembatan tidak bisa dimanfaatkan dengan optimal. Kondisi itu akhirnya mendapat perhatian dari KDM yang turun langsung ke lokasi.
Mantan Bupati Purwakarta itu turun langsung ke lokasi setelah video seorang kakek, warga Desa Wanasigra yang mengaku ingin bertemu dengannya viral di media sosial. KDM pun bertemu dengan kakek yang diketahui bernama Maman Suherman (70) tersebut. Keduanya pun berbincang di atas Jembatan Sukamenak.
Dalam kunjungannya, KDM menjelaskan penutupan jembatan bukan dipicu sengketa kepemilikan lahan. Namun, karena ada miskomunikasi mengenai mekanisme pembebasan tanah yang digunakan untuk pembangunan jembatan.
“Kalau Kuwu Wanasigra dulu mengira pembangunan ini tanpa pembebasan lahan, artinya masyarakat menghibahkan tanah secara sukarela. Ternyata lahan tersebut dibebaskan dan dibiayai oleh Pemkot Tasikmalaya. Akhirnya muncul anggapan dari warga, dulu katanya ikhlas, sekarang ternyata dibayar,” ujar KDM di atas Jembatan Gantung Sukamenak, Sabtu (4/7/2026).
Baca Juga: Viral Video Penolakan Habib Bahar bin Smith di Ciamis, Kapolres Pastikan Situasi Tetap Kondusif
Menurutnya, perbedaan pemahaman itu menjadi pemicu penutupan akses jembatan beberapa waktu lalu. Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, KDM memastikan akan mempertemukan seluruh pihak yang berkaitan, mulai dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, Pemerinhan Kelurahan Sukamenak hingga Kuwu Wanasigra.
“Nanti akan kita undang pihak Pemkot Tasik, Kepala Desa Sukamenak, dan Kuwu Wanasigra supaya persoalan ini selesai dengan baik,” katanya.
Sementara itu Maman mengaku kerap mengikuti aktivitas KDM melalui YouTube dan berharap bisa bertemu langsung. Pertemuan keduanya berlangsung hangat di atas jembatan yang kini sudah kembali dibuka untuk masyarakat.
Selain memastikan persoalan jembatan selesai, KDM juga mengumumkan rencana pembangunan infrastruktur lanjutan di kawasan tersebut.
Ia menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membangun jalan penghubung menuju Sukamenak sepanjang sekitar 400 meter dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar.
“Sebentar lagi akan saya bangun jalan menuju Sukamenak. Panjangnya kurang lebih 400 meter, nilainya sekitar Rp1,5 miliar, nanti dicor,” ucapnya.
Sang kakek pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan aspirasi lain. Mereka meminta pembangunan tanggul penahan tanah di sekitar fondasi jembatan karena khawatir terjadi longsor yang dapat mengancam konstruksi jembatan.
Permintaan itu langsung direspons KDM dan akan menjadi bagian dari penanganan infrastruktur di kawasan tersebut. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

5 hours ago
4

















































