Kalangan ilmuwan sangat antusias untuk mengenal Nagatitan chaiyaphumensis. Spesies ini sendiri masuk ke dalam famili sauropoda. Spesies tersebut ditemukan di Tailan, Asia Tenggara.
Baca Juga: Mengenal Pegomastax Africanus, Dinosaurus Herbivora dengan Taring Tajam
Penemuannya sendiri melibatkan tim peneliti yang berasal dari University Collage London. Selain itu, kalangan peneliti tersebut juga berasal dari sejumlah kampus maupun museum di Tailan. Mulai dari Suranaree University of Technology, Mahasarakham University dan Sirindhorn Museum.
Mengenal Nagatitan chaiyaphumensis di Asia Tenggara
Ilmuwan memiliki pandangan tersendiri terhadap spesies dinosaurus yang satu ini. Hal ini karena spesies tersebut termasuk dinosaurus terbesar yang memiliki berat sekitar 27 ton metrik. Karena tubuhnya yang besar, turut mempengaruhi penamaannya.
Kata Naga pada namanya itu sendiri berkaitan dengan ular air. Hewan tersebut ialah hewan mitologi yang ada di cerita rakyat Tailan maupun Asia Tenggara. Sementara untuk kata Titan, ada dalam mitologi Yunani yang berarti raksasa.
Selanjutnya untuk chaiyaphumensis, berkaitan erat dengan lokasi penemuannya. Nama tersebut ada kaitannya dengan provinsi Tailan yang memang jadi tempat fosilnya berada. Penemuan ini sendiri sudah terbit di jurnal Scientific Reports pada 14 Mei 2026.
Karakteristik Nagatitan chaiyaphumensis
Supaya lebih mengenal Nagatitan chaiyaphumensis ini, pastikan ketahui bagaimana karakteristiknya. Sebagai spesies raksasa, tentu ukurannya sangatlah mengesankan. Berikut beberapa karakteristiknya.
Lebih Berat dari Diplodocus carnegii
Hewan ini memiliki ukuran tubuh raksasa. Akan tetapi jika kita bandingkan dengan sauropoda lain seperti halnya Patagotitan, ternyata ukurannya terlihat lebih kecil. Meski begitu, bobotnya lebih berat daripada Diplodocus carnegii. Hal ini sesuai dengan penjelasan penulis utama studi bernama Thitawoot (Perth) Sethapanichsakul.
Berkaitan dengan karakteristik beratnya, kalangan ilmuwan memperkirakan spesies ini mempunyai berat sampai 27 ton. Hal ini berarti beratnya setara berat 9 gajah Asia dewasa yang bobotnya 3 sampai 5 ton. Hal inilah yang membuat penemuan spesies tersebut sangatlah mengejutkan kalangan ilmuwan.
Memiliki Tulang Kaki Depan Setinggi Manusia Dewasa
Karakteristik berikutnya untuk mengenal Nagatitan chaiyaphumensis berkaitan dengan panjang tulangnya. Ilmuwan meneliti tulang-tulang spesies ini yang ada di tepi kolam wilayah timur laut Tailan. Penemuan tulangnya sudah berlangsung sekitar 10 tahun yang lalu.
Baca Juga: Dinosaurus Ptychotherates Bucculentus, Karnivora dari Periode Trias Akhir
Adapun tulang yang jadi analisa kalangan ilmuwan meliputi tulang belakang, tulang kaki, tulang rusuk dan panggul. Hasil dari analisis tersebut memperlihatkan bahwa tulang kaki depannya memiliki panjang hingga 1,78 m. Hal ini berarti tulang kaki depannya setara dengan tinggi manusia pria dewasa.
Memiliki Leher dan Ekor Panjang
Spesies purba pemakan tumbuhan ini memiliki leher dan ekor panjang. Leher maupun ekor panjang tersebut membantu spesies ini untuk melepas panas. Hal inilah yang membuat hewan tersebut bisa mengatur suhu tubuhnya dengan baik.
Saat hidup, hewan ini kemungkinan besar berdampingan dengan spesies dinosaurus pemakan tumbuhan lainnya. Akan tetapi, ukurannya cenderung lebih kecil. Lalu juga berdampingan dengan spesies pemakan daging berukuran besar sampai reptil yang bisa terbang.
Dari karakteristik dalam mengenal Nagatitan chaiyaphumensis, bisa kita ketahui bahwa hewan tersebut memiliki keunikan. Hal ini terutama di tulang panggul, tulang belakang dan kakinya. Keunikan fisik Nagatitan itu sendiri sudah peneliti rekonstruksi dan dipamerkan dalam Museum Thainosaur di Bangkok.
Lokasi Penemuan Fosil Nagatitan
Berkaitan dengan spesies yang satu ini, ada baiknya untuk mengenal lokasi penemuannya secara lebih mendalam. Nagatitan itu sendiri terkenal sebagai dinosaurus ke-14 yang mendapatkan nama di Tailan. Nama tersebut diberikan padanya karena memang berkaitan dengan lokasi temuan fosilnya.
Penemuannya sendiri ada di formasi batuan yang memiliki fosil dinosaurus termuda. Batuan lebih muda yang terbentuknya jelang akhir zaman dinosaurus, biasanya tak memiliki sisa dinosaurus sebab sudah jadi laut dangkal. Oleh karena itu, spesies ini kemungkinan besar termasuk sauropoda raksasa terakhir atau terbaru di Asia Tenggara.
Hidupnya di periode Kapur Awal yang berarti antara 100-120 juta tahun lalu. Saat itu lingkungannya berupa daerah kering dan semi kering. Habitat ini sangat disukai oleh sauropoda sebab bisa berkembang biak dengan baik.
Baca Juga: Mengenal Spesies Dinosaurus Herbivora Terbesar dalam Sejarah
Ilmuwan sangat semangat dalam mengenal Nagatitan chaiyaphumensis. Dalam mengenal Nagatitan chaiyaphumensis, sama saja telah berupaya untuk mempelajari dinosaurus pemakan tumbuhan di era Kapur Awal. Hal ini bisa menambah wawasan seputar spesies purba zaman dulu. (R10/HR-Online)

9 hours ago
9

















































