Secara resmi, Lucid memperkenalkan unit terbarunya, yakni Lucid Gravity GT-S. Produsen memperkenalkan kendaraan ini pada publik dalam ajang Monterey Car Week di California. Kendaraan menempati posisi sebagai trim tertinggi setelah Dream Edition sekaligus menjadi model “Sapphire-lite”, menjembatani lini Gravity dengan sedan Tanah Air berperforma tinggi.
Baca Juga: Audi S3 Verve Edition Meluncur dengan Warna Eksklusif District Green
Spesifikasi Lucid Gravity GT-S sebagai Mobil Berperforma
Dalam peluncurannya, spesifikasi Gravity GT-S yang sudah rilis menunjukkan sejumlah pembaruan menarik. Ada beberapa bagian yang merupakan versi upgrade dari varian Dream Edition. Penasaran bagaimana spesifikasi menariknya? Berikut pembahasannya.
Tenaga 1070 HP
Gravity GT-S menawarkan powertrain yang sama dengan Dream Edition, yakni dua motor listrik dengan tenaga gabungan mencapai 1.070 hp. Produsen mengklaim bahwa kendaraan mampu berakselerasi mulai dari 0-60 mph atau sekitar 0-96 km/jam hanya dalam waktu 3,1 detik. Catatan angka ini sama persis dengan hasil pengujian pada Dream Edition. Dengan basis powertrain yang tidak berubah, performa kendaraan pun diperkirakan tidak akan jauh berbeda.
Menariknya, aspek perbedaan yang justru terasa adalah sektor harga. Dream Edition sebelumnya meluncur dengan harga USD 141.550 atau sekitar Rp2,26 miliar. Sementara itu, Gravity GT-S lebih murah dengan harga awal USD 127.750 atau sekitar Rp2,04 miliar.
Tersedia Paket Dynamic Handling
Salah satu daya tarik Lucid Gravity GT-S adalah ketersediaan paket Dynamic Handling sebagai perlengkapan standar. Paket ini mencakup fitur kemudi roda belakang dan suspensi udara adaptif. Keduanya berguna untuk meningkatkan kelincahan, kestabilan dan kenyamanan SUV saat melibas berbagai kondisi.
Baca Juga: Spesifikasi Hyundai Ioniq V Bocor, Tampil sebagai Sedan Mewah Tembus 650 Km
Sebelumnya, teknologi tersebut turut berperan dalam karakter berkendara yang ditawarkan Dream Edition. Berdasarkan pengujian skidpad, Dream Edition mampu mencatat gaya lateral hingga 0,90 g. Besaran angka ini tergolong tinggi untuk segmen SUV dengan ukuran dan bobot di kelasnya. Dengan paket serupa, Lucid Gravity GT-S berpotensi memberikan kemampuan menikung yang tidak kalah mengesankan.
Sebagai informasi, paket ini bukan sekadar tambahan untuk mempercantik daftar fitur kendaraan. Namun, kemudi roda belakang membuat kendaraan mudah dikendalikan saat bermanuver di ruang sempit. Hal ini sekaligus menjaga kestabilan pada kecepatan tinggi.
Di sisi lain, suspensi udara adaptif memungkinkan pengemudi memiliki karakter berkendara yang lebih nyaman dan aura sporty sesuai kebutuhan. Khusus untuk SUV dengan tenaga dan bobot sebesar ini, kedua teknologi tersebut memiliki peran penting dalam menunjang pengendalian.
Desain Khas Sapphire
Sebelumnya, Dream Edition tidak memiliki bahasa desain yang berdiri sendiri. Berbeda dengan Grafity GT-S yang mengikuti obsesi Sapphire berwarna biru. Kendaraan mengusung aksen biru di beberapa bagian mulai dari jok, kaliper rem, sabuk, setir, pengaman, sandaran tangan hingga jahitan kontras. Sementara itu, logo beruang khas Lucid sebagai ciri khas varian Sapphire juga terukir di sandaran kepala.
Di samping itu, interior kendaraan tampak mewah dengan material premium. Ada pula opsi upgrade kulit dengan harga USD 1.300 atau sekitar Rp20,8 juta jika kulit standar kurang nyaman. Sayangnya, pihak Lucid belum mengonfirmasi soal jadwal pengiriman kendaraan. Pelanggan mungkin harus menunggu beberapa bulan sejak order book yang dibuka perusahaan.
Pertimbangan Sebelum Membeli Gravity GT-S
Tertarik untuk memiliki unit Lucid Gravity GT-S sebagai kendaraan pribadi. Berikut beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan.
- Harga Masih Premium
Meskipun Gravity GT-S lebih murah dari Dream Edition, unit tetap dibanderol sebagai varian Grand Touring. Selisih harga kendaraan kurang lebih Rp480 juta. Artinya, kendaraan lebih menyasar pelanggan yang mengutamakan performa dan fitur, bukan sekadar mencari value.
- Infrastruktur Charging di Indonesia
Secara resmi, Lucid belum hadir di pasar otomotif Indonesia. Oleh sebab itu, jika berencana mendatangkan unit dengan jalur parallel import, pastikan fasilitas pengisian daya di kota pelanggan sudah memadai. Hal ini penting mengingat kendaraan membutuhkan dukungan infrastruktur charging yang sesuai dan tidak bisa mengandalkan sembarang SPKLU.
- Layanan Purna Jual
Tidak ada dealer resmi Lucid di Indonesia menjadi bahan pertimbangan penting bagi para pelanggan. Perawatan rutin hingga penangan kerusakan komponen berpotensi lebih rumit sebab harus dilakukan melalui jaringan tertentu.
Baca Juga: BYD Seal 6 DM Segera Hadir di Indonesia, Begini Bocoran Spesifikasinya
Bagi konsumen Indonesia, pertimbangan memiliki Lucid Gravity GT-S bukan hanya soal tenaga dan harga. Namun, absennya Lucid secara resmi membuat kepemilikan kendaraan lebih menantang, terlebih soal pengisian daya dan layanan servis. Jika tetap ingin membawa Lucid Gravity GT-S masuk, sebaiknya siapkan biaya tambahan untuk logistik dan perawatan. (R10/HR-Online)

23 hours ago
17

















































