harapanrakyat.com,- Membahas tentang sejarah pembentukan Kawah Candradimuka tentu tidak bisa lepas dari cerita rakyat dan peristiwa alam. Destinasi alam yang terletak di Banjarnegara ini menyimpan banyak misteri bagi para pecinta wisata Dieng. Oleh karena itu, banyak pengunjung datang untuk melihat langsung pesona kawah yang sangat legendaris ini.
Baca juga: Menyingkap Pesona dan Sejarah Candi Setyaki di Kawasan Dieng
Kawasan dataran tinggi ini memang memiliki udara sejuk dan pemandangan alam yang sangat menakjubkan. Selain itu, asal usul tempat tersebut terbentuk dari letusan sebuah gunung purba pada masa lampau. Selanjutnya, fenomena letusan ini meninggalkan lubang-lubang besar yang secara aktif mengeluarkan asap uap belerang setiap hari.
Catatan Sejarah Erupsi Kawah Candradimuka Banjarnegara
Secara geografis, lokasi kawah ini masuk ke dalam wilayah administratif Desa Pekasiran di Kecamatan Batur. Namun, daya tarik utama wisata alam ini adalah warna airnya yang sering berubah secara alami. Kadang-kadang, air kawah tersebut berwarna biru keabu-abuan hingga menjadi putih pekat karena tingginya kandungan belerang.
Pada tanggal 6 Desember 1954 silam, sempat terjadi sebuah letusan freatik yang sangat besar di area ini. Akibatnya, letusan dahsyat tersebut menimbulkan sebuah lubang kawah baru yang lokasinya cukup dekat dengan kepundan utama. Kemudian, petugas pos pengamatan selalu menghimbau pengunjung agar berhati-hati terhadap kandungan gas yang bisa muncul sewaktu-waktu.
Baca juga: Fakta Menarik Seputar Sejarah Candi Dwarawati di Dataran Tinggi Dieng
Berbeda dengan kawah gunung berapi lainnya, tempat ini berupa retakan tanah yang menghasilkan uap solfatara. Lebih lanjut, retakan bumi tersebut terbentuk akibat aktivitas vulkanik yang terus terjadi di bawah permukaan tanah. Oleh sebab itu, pemandangan kepulan asap putih yang keluar dari sela-sela tebing bebatuan menjadi sangat menawan.
Selama musim kemarau, volume air kawah biasanya akan menyusut sehingga bualan lumpur panas terlihat sangat jelas. Bahkan, suhu air mendidih di dalam kawah aktif ini diperkirakan bisa mencapai lebih dari 100 derajat Celcius. Meskipun demikian, area eksotis ini tetap aman dikunjungi asalkan wisatawan mematuhi semua aturan batas jarak aman.
Legenda Wayang Kawah Candradimuka dan Gatotkaca
Berdasarkan cerita pewayangan Jawa, tempat ini selalu dipercaya sebagai lokasi penyucian diri bagi para ksatria hebat. Mitos mengenai tokoh wayang Gatotkaca yang pernah diceburkan ke dalam kawah ini sudah sangat melekat di masyarakat. Konon, dewa tertinggi yaitu Batara Guru sengaja memasukkan bayi Jabang Tetuka agar sifat raksasanya hilang terbakar.
Selain Gatotkaca, tokoh sakti lain yang bernama Wisanggeni juga dikisahkan pernah dilemparkan ke dalam kawah tersebut. Singkatnya, panasnya kawah ini justru memberikan kekuatan magis yang membuat mereka berdua menjadi ksatria tidak tertandingi. Pada kenyataannya, hanya kedua tokoh legenda inilah yang diceritakan sanggup keluar hidup-hidup dari dalam didihan kawah.
Baca juga: Sejarah Candi Semar Banjarnegara yang Ditemukan Tentara Belanda Tahun 1814
Setelah melalui proses penggodokan yang sangat menyakitkan, bayi Tetuka tumbuh menjadi ksatria yang sangat luar biasa perkasa. Alhasil, Gatotkaca berhasil memiliki tubuh sekuat baja dan akhirnya terkenal dengan julukan otot kawat tulang besi. Sampai sekarang, kisah heroik ini terus diceritakan secara turun-temurun sebagai sebuah pengingat tentang kerasnya perjuangan hidup.
Perpaduan yang harmonis antara pesona alam dan mitos membuat situs ini sangat berharga. Memahami cerita sejarah dari Kawah Candradimuka tentu akan memberikan pengalaman liburan yang jauh lebih bermakna. Jadi, pastikan Anda senantiasa menjaga kelestarian budaya dan kebersihan lingkungan alam saat berkunjung ke destinasi ini. (Muhafid/R6/HR-Online)

4 hours ago
5

















































