Menelusuri Jejak Sejarah Candi Orang Kayo Hitam di Jambi

4 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Banyak arkeolog terus meneliti sejarah Candi Orang Kayo Hitam yang menjadi kebanggaan masyarakat Provinsi Jambi saat ini. Situs bersejarah ini secara administratif terletak di kawasan Desa Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Selanjutnya, kawasan situs budaya ini menyimpan pesona peradaban masa lampau yang sangat berharga bagi generasi penerus.

Baca juga: Mengupas Keunikan Sejarah Candi Lesung Batu di Musi Rawas Utara

Penemuan peninggalan purbakala ini terjadi pada tahun 1999 melalui laporan warga setempat secara tidak sengaja. Kemudian, tim ahli segera melakukan proses ekskavasi secara mendalam pada rentang tahun 2000 hingga tahun 2001. Lebih lanjut, upaya penggalian tersebut berhasil menemukan struktur susunan bata merah kuno peninggalan kebudayaan masa silam.

Mengungkap Fakta Sejarah Temuan Candi Orang Kayo Hitam

Kawasan peninggalan seluas sepuluh hektare ini menyimpan bukti pertemuan dua peradaban besar yang sangat menakjubkan. Di samping itu, peneliti mengidentifikasi keberadaan tiga struktur candi bercorak agama Buddha di area situs tersebut. Bahkan, ekskavasi juga menemukan artefak berharga berupa arca kepala singa, tangan arca, hingga pecahan keramik asing.

Baca juga: Mengungkap Misteri dan Sejarah Candi Bumiayu di Sumatera Selatan

Keberadaan keramik asing ini membuktikan tingginya aktivitas perdagangan internasional di sekitar jalur perairan Sungai Batanghari. Sementara itu, situs ini juga menyimpan kompleks pemakaman Islam peninggalan raja Melayu Jambi masa abad keenam belas. Makam bersejarah tersebut merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi penguasa Jambi beserta istrinya, Putri Mayang Mangurai.

Rupanya, ukuran makam penguasa Jambi ini terbilang sangat besar yaitu mencapai panjang sekitar lima koma dua meter. Selain makam raja, terdapat pula pusara seekor kucing peliharaan yang memiliki ukuran panjang hingga tiga meter. Sehubungan dengan hal itu, kawasan ini menjadi simbol harmoni antara kebudayaan Hindu-Buddha masa lalu dan tradisi Islam.

Upaya Pelestarian Kawasan Cagar Budaya di Tanjung Jabung Timur

Pemerintah daerah terus berupaya merawat kawasan cagar budaya ini agar tidak rusak akibat genangan air sungai. Pembangunan akses jalan beton juga telah dilakukan demi mempermudah kunjungan wisatawan menuju area situs bersejarah tersebut. Selain itu, masyarakat lokal biasanya turut bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar candi saat musim kemarau tiba.

Baca juga: Mengungkap Pesona dan Sejarah Candi Gumpung di Jambi

Kehadiran wisatawan lokal maupun asing diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kerakyatan di sekitar kawasan situs. Oleh sebab itu, promosi digital wajib ditingkatkan untuk menarik minat generasi muda mempelajari peninggalan peradaban Nusantara. Edukasi berkelanjutan mengenai pentingnya situs purbakala ini senantiasa memperkuat identitas budaya masyarakat Jambi di masa depan.

Menjaga keutuhan warisan leluhur adalah sebuah kewajiban mutlak bagi seluruh lapisan masyarakat di era modern ini. Sinergi antara pemerintah dan warga sekitar pasti akan memastikan kelestarian peninggalan bersejarah ini secara jauh lebih baik. Dengan demikian, kekayaan sejarah peradaban Candi Orang Kayo Hitam akan terus hidup sebagai inspirasi bagi penerus bangsa. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |