Bali kembali menghadirkan terobosan pariwisata melalui Nuanu Creative City di Tabanan, sebuah kawasan seluas 44 hektar tepatnya terletak di tepi Pantai Nyanyi. Mengusung konsep kota kreatif masa depan, kawasan ini menjadi wadah bagi integrasi antara ekspresi artistik dan inovasi berkelanjutan. Sekaligus juga untuk pelestarian budaya lokal.
Nama “Nuanu” sendiri diambil dari bahasa Bali yang berarti “sedang dalam proses”. Filosofi ini mencerminkan semangat Nuanu Creative untuk terus berkembang dan responsif terhadap ide-ide baru.
Proyek ambisius ini merupakan buah pemikiran dari Sergey Solonin, seorang pengusaha visioner yang terinspirasi oleh filosofi Tri Hita Karana, keseimbangan antara manusia, alam, dan pencipta.
Baca Juga: Meriahkan Jatiluwih Festival VII & Bali Tourism Run 2026: Sensasi Lari di Warisan Dunia UNESCO
Keunggulan Fasilitas dan Atraksi Inovatif di Nuanu Creative City Tabanan Bali
Kawasan ini menawarkan berbagai pengalaman unik bagi wisatawan, baik di siang maupun malam hari. Salah satu ikon Nuanu Creative adalah Earth Sentinels, patung raksasa karya Daniel Popper yang menjadi gerbang ikonik.
Selain itu, terdapat Tri Hita Karana (THK) Tower setinggi 30 meter yang merupakan bangunan hybrid seni-AI pertama di Bali dengan pertunjukan cahaya memukau.
Pengunjung juga dapat mengeksplorasi Aurora Media Park. Jalur sepanjang 1 km di dalam hutan yang lengkap dengan delapan instalasi multimedia berbasis AI.
Sebagai pusat gaya hidup, Nuanu Creative City menghadirkan Luna Beach Club, serta Art Village yang menjadi pusat kerajinan bagi pengrajin lokal dari Tabanan untuk memamerkan karya dan mengadakan lokakarya.
Baca Juga: Nuanu Creative City Hadirkan Kehangatan Ruang Rasa untuk Wisata Kuliner Akhir Tahun di Bali
Berbeda dengan pembangunan masif lainnya, Nuanu berkomitmen menjaga 70 persen lahannya sebagai ruang hijau. Seluruh transportasi internal di kawasan ini menggunakan kendaraan listrik (EV) untuk menekan emisi karbon.
Melalui Nuanu Social Fund (NSF), kawasan ini juga memberikan dampak sosial nyata dengan mengalokasikan 5 persen pendapatan bisnis untuk inisiatif komunitas, pendidikan, dan pelestarian budaya.
Tuan Rumah Art & Bali 2026
Ke depannya, Nuanu Creative City di Tabanan akan kembali menjadi tuan rumah bagi Art & Bali 2026. Sebuah pameran seni kontemporer internasional yang akan berlangsung pada 11-13 September 2026. Acara ini diharapkan dapat memperkuat posisi Bali sebagai destinasi seni dunia dengan standar internasional.
Bagi para investor, tersedia peluang menarik dalam bentuk real estate dan ruang komersial. Seperti proyek Black Sands Oasis dan The Sense dengan proyeksi ROI berkisar antara 10 persen hingga 17 persen.
Baca Juga: Pura Luhur Uluwatu Bali, Tempat Terbaik Menikmati Matahari Terbenam
Dengan segala inovasi dan komitmen yang ditawarkan, berinvestasi serta berkunjung ke Nuanu Creative City di Tabanan merupakan langkah untuk menjadi bagian dari ekosistem kreatif masa depan di Bali.
Tempat tersebut bukan sekedar destinasi wisata, melainkan sebuah ekosistem tempat para visioner, seniman, dan inovator hidup berdampingan dengan alam Bali yang asri. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

3 hours ago
1

















































