Peringatan ASEAN Dengue Day, RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Ancaman Demam Berdarah yang Masih Mengintai

9 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Ancaman demam berdarah hingga saat ini masih menjadi tantangan kesehatan yang serius, baik di tingkat lokal maupun global. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini menuntut kewaspadaan kolektif dari seluruh lapisan masyarakat untuk memutus rantai penyebarannya.

Baca Juga: Peringatan Hari Hipertensi Sedunia, RSUD Pandega Tekankan Pentingnya Skrining Rutin

Momen peringatan ASEAN Dengue Day atau Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN yang jatuh setiap 15 Juni, menjadi pengingat akan pentingnya kolaborasi lintas negara di kawasan Asia Tenggara dalam mengendalikan wabah ini.

Menyoroti urgensi ancaman demam berdarah, pihak manajemen RSUD Pandega Pangandaran memanfaatkan momentum peringatan tahun ini, untuk menggaungkan kembali pentingnya edukasi pencegahan dini melalui kanal informasi resmi mereka.

Dalam edukatif di akun Instagram resmi mereka menegaskan, bahwa demam berdarah tak hanya urusan atau masalah satu negara saja. Namun penyakit ini yang ditularkan oleh melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini adalah tantangan bersama. “Saatnya bersatu untuk melindungi,” tegas pihak manajemen RSUD Pandega.

Baca Juga: Imbauan Penting dari RSUD Pandega Pangandaran di Hari Lupus Sedunia, Jangan Anggap Sepele

Solusi Hadapi Ancaman Demam Berdarah dengan Langkah Preventif di Lingkungan Sekitar

RSUD Pandega menekankan, bahwa keberhasilan menekan angka kasus demam berdarah sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Langkah sederhana namun vital. Seperti membasmi tempat berkembang biaknya nyamuk dan menghilangkan genangan air di sekitar hunian, menjadi lini pertahanan pertama yang paling efektif.

Selain fokus pada aspek pencegahan, pihak rumah sakit juga mengimbau masyarakat untuk tidak abai terhadap gejala klinis yang muncul. Masyarakat diminta untuk segera mencari bantuan medis profesional apabila mengalami gejala infeksi dengue. Seperti demam tinggi yang mendadak, nyeri pada otot dan sendi. Kemudian, sakit kepala intens, dan munculnya tanda-tanda klinis lain yang mengarah pada infeksi virus dengue.

Sebagai upaya memberikan penanganan akan ancaman demam berdarah yang komprehensif, RSUD Pandega menyatakan kesiapan fasilitas kesehatannya dalam menangani pasien yang membutuhkan diagnosis lebih lanjut. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melakukan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit, dalam guna mendapatkan penanganan medis yang akurat dan tepat waktu.

Baca Juga: RSUD Pandega Pangandaran Minta Warga Kenali Tanda Bahaya DBD Sejak Dini

Edukasi berkelanjutan yang diinisiasi oleh RSUD Pandega Pangandaran ini, diharapkan mampu meningkatkan literasi kesehatan warga. Dengan kesadaran kolektif yang terbangun, diharapkan angka kasus dan ancaman demam berdarah di wilayah Pangandaran dan sekitarnya dapat ditekan secara signifikan. Yaitu melalui tindakan preventif yang konsisten di setiap lingkungan rumah tangga. (Adi/R5/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |