Persib Bandung Buka Suara Terkait Sanksi FIFA, Tegaskan Bukan Masalah Finansial

3 hours ago 9

Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) angkat bicara guna meredam spekulasi publik, terkait sanksi larangan transfer (registration ban) dari FIFA. Melalui keterangan resmi yang dirilis pada Sabtu (30/5/2026), manajemen menegaskan, bahwa embargo tersebut murni merupakan buntut dari sengketa kontraktual. Jadi, bukan akibat kegagalan klub dalam memenuhi kewajiban finansial atau pembayaran gaji pemain.

Baca Juga: Evaluasi Persib Bandung, 6 Pemain Ini Kemungkinan Tak Diperpanjang!

Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, memaparkan secara transparan. Adhitia mengungkapkan, bahwa akar permasalahan ini berawal dari proses pemutusan kontrak atas kesepakatan bersama (mutual termination) dengan mantan pemain belakang asing, Daisuke Sato, pada pertengahan musim 2023.

‎‎Konflik administratif tersebut bahkan sempat bergulir ke meja hijau olahraga di tingkat Court of Arbitration for Sport (CAS). Melalui putusan inkrah yang dikeluarkan lembaga arbitrase dunia itu, jumlah nominal ganti rugi yang mesti dilunasi Persib Bandung justru dipangkas. Sehingga, nilainya menjadi lebih kecil dari gugatan awal yang diajukan sang pemain.

‎‎”Kami perlu menggarisbawahi bahwa isu ini bukan soal kegagalan klub membayar gaji atau mengabaikan kesejahteraan pemain. Ini adalah sengketa kontraktual, yang penyelesaiannya telah ditempuh lewat jalur hukum resmi di bawah yurisdiksi sepak bola internasional,” bunyi rilis resmi klub dilansir Sabtu (30/5/2026).

Baca Juga: Persib Bandung Siaga Satu Federico Barba Digoda Klub Liga Yunani Usai Bojan Hodak Hengkang

Terkait Sanksi FIFA, Manajemen Persib Bandung Minta Pendukung Tidak Panik

‎‎‎Sebagai representasi klub profesional, manajemen Pangeran Biru menyatakan kesiapannya untuk tunduk dan menghormati segala ruling (keputusan) yang diterbitkan oleh CAS. Hingga saat ini, pemenuhan seluruh kewajiban regulasi finansial terus diproses dan diselesaikan oleh pihak manajemen.

‎Apabila seluruh berkas administrasi dan pembayaran telah diverifikasi serta mendapat lampu hijau dari FIFA, embargo transfer ini dipastikan bakal langsung dicabut (lifted). Skenario tersebut akan membuat Persib kembali bebas bermanuver di transfer market, untuk mendaftarkan signing (rekrutan) anyar mereka demi menyongsong musim kompetisi yang baru.

‎Menyikapi polemik sanksi FIFA ini, pihak manajemen Persib Bandung mengimbau basis massa pendukung agar tidak panik atau termakan isu-isu miring. Manajemen memberikan jaminan, bahwa situasi regulasi ini sama sekali tidak mengganggu day-to-day operations internal. Kemudian juga, agenda scouting bakat, perburuan amunisi baru, maupun sporting project jangka panjang yang sudah dirancang tim pelatih.

‎‎Masalah hukum yang menyangkut ranah administratif sebetulnya menjadi fenomena yang lumrah terjadi dalam ekosistem sepak bola industri. Di kompetisi Eropa, tim-tim mapan papan atas sekelas Chelsea, Barcelona, Real Madrid, hingga Atletico Madrid pun tercatat pernah dijatuhi transfer embargo sejenis. Namun klub elit Eropa itu terbukti tetap sanggup mempertahankan stabilitas performa mereka.

‎‎”Persib menyikapi dinamika ini secara transparan dan regulasi-sentris. Prioritas kami saat ini adalah menyelesaikan seluruh proceedings dengan clean demi memproteksi kepentingan klub secara total,” pungkas rilis resmi manajemen.

Baca Juga: Lima Pemain Mantan Anak Asuh Igor Tolic yang Bisa Merapat ke Persib, Termasuk Bintang Dinamo Zagreb

‎‎Menutup keterangannya, perwakilan PT PBB menyematkan rasa terima kasih untuk pendukung Persib Bandung, serta seluruh simpatisan sepak bola tanah air yang konsisten mengawal perkembangan sanksi FIFA. Sekaligus menyuntikkan dukungan moral untuk keberlanjutan Maung Bandung. (Revi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |