Perjalanan Persib Bandung dalam mencetak sejarah hattrick juara Liga 1 diakui Bojan Hodak sebagai fase paling menantang sepanjang kariernya. Sang juru taktik mengungkapkan bahwa perjuangan mempertahankan gelar juara kali ini jauh lebih menguras energi dari dua musim terdahulu.
Keberhasilan Maung Bandung mengunci status penguasa Liga 1 setelah menyudahi perlawanan Persijap Jepara dengan skor kacamata 0-0.
Kendati laga penentu berakhir tanpa gol, tambahan satu poin sudah lebih dari cukup untuk mengukuhkan Persib mencetak sejarah baru lewat torehan hattrick juara Liga 1 secara beruntun.
Baca Juga: Thom Haye Balas Kritik Pelatih Borneo: Aturan Head-to-Head Melindungi Juara Sejati
Nakhoda tim asal Kroasia itu membeberkan bahwa perombakan masif yang melibatkan masuknya 25 nama baru, menjadi alasan utama mengapa kompetisi musim ini terasa sangat melelahkan. Proses penyatuan visi bermain memakan waktu yang tidak sebentar dan diiringi ekspektasi tinggi.
Situasi kian rumit lantaran peta persaingan Liga 1 semakin meningkat. Kekuatan tim-tim rival kini jauh lebih seimbang berkat kualitas pemain asing dan pilar domestik yang merata.
Walau tidak menampik adanya keberuntungan, Bojan menggarisbawahi bahwa ketangguhan mental serta fokus yang tidak goyah menjadi pondasi utama kesuksesan Persib.
Pengakuan Bojan Hodak Terkait Persib Cetak Sejarah Hattrick Juara Liga 1
Berdasarkan pengamatannya, Bojan secara blak-blakan menyebut persaingan musim ini sebagai periode paling ketat yang pernah ia rasakan di Super League.
Baca Juga: Cetak Hattrick Juara, Dedi Mulyadi Puji Kemandirian Finansial Persib Bandung
“Tahun ini mungkin salah satu musim tersulit bagi kami karena harus menyatukan pemain-pemain baru sejak awal musim (2025/26) bergulir. Dua musim sebelumnya komposisi tim hampir sama, kami sangat beruntung,” ucap Bojan, Senin (25/5/2026).
Ia juga memberikan gambaran realistis bahwa andai perolehan poin Persib sama persis dengan pencapaian musim lalu, posisi mereka di papan klasemen bisa saja merosot ke peringkat keempat atau kelima.
“Kalau poin kita sekarang sama dengan musim lalu, mungkin posisi kita sekarang ada di klasemen ke-4 atau 5,” katanya, mengingat panasnya persaingan.
Mengenai hasil imbang kontra Persijap yang terkesan kurang puas karena berakhir tanpa gol, pelatih Kroasia menegaskan bahwa pada akhirnya sejarah hanya akan mencatat siapa yang mengangkat trofi di akhir musim.
Baca Juga: Persib Bandung Hattrick Juara Super League, Kontrak Bojan Hodak Diperpanjang!
Transformasi besar dalam internal skuad sempat membuat performa tim sangat kesulitan di awal musim. Namun, kerja keras secara konsisten dari seluruh pemain serta staf kepelatihan berhasil mempercepat lahirnya chemistry yang solid.
Keberhasilan Persib Bandung merajai kompetisi 2025/26 dan mencetak sejarah hattrick juara Liga 1 menjadi bukti nyata dari sebuah perjuangan ekstra keras. Di balik pengakuan Bojan Hodak soal faktor keberuntungan, trofi ini menjadi bukti kuatnya mentalitas juara Pangeran Biru. (Revi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

2 hours ago
5

















































