harapanrakyat.com,- Kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kembali memicu keluhan warga. Akses penghubung antar desa rusak selama puluhan tahun tanpa adanya perbaikan yang signifikan dari pemerintah setempat.
Jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat Desa Kertamukti dan Desa Kertaharja, Kecamatan Cimerak ini bukan hanya akses antar-desa, melainkan jalur utama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus bertaruh nyawa melintasi medan berbatu dan licin.
Baca Juga: Kecewa Janji Wali Kota Banjar, Warga Patungan Bangun Jalan Akses Pemakaman Umum
Tiga Generasi Melintasi Akses Penghubung Antar Desa yang Rusak di Cimerak Pangandaran
Kepedihan warga tergambar dari pengakuan Asih, penduduk Dusun Sukamanah, Desa Kertamukti. Ia mengungkapkan bahwa sejak pindah dari Jawa Tengah sekitar 30 tahun lalu, kondisi jalan di depan rumahnya tidak pernah benar-benar baik.
“Anak saya sekarang sudah 30 tahun, bahkan sudah punya anak. Artinya, cucu saya juga melihat kondisi jalan yang sama. Dari generasi ke generasi, jalan ini tetap rusak,” ungkap Asih, Rabu (10/6/2026).
Bagi masyarakat Cimerak, akses penghubung antar desa yang rusak ini bukan sekedar masalah kenyamanan, melainkan ancaman keselamatan dan penghambat ekonomi.
Akses untuk mengangkut hasil pertanian menjadi terhambat, yang secara langsung berdampak terhadap kesejahteraan warga. Selain itu, anak-anak sekolah juga harus ekstra hati-hati saat hujan. Karena permukaan jalan berubah menjadi sangat licin dan berbahaya bagi pengendara motor.
Batu-batu besar yang muncul ke permukaan jalan sering kali menyulitkan kendaraan melintas dan rawan memicu kecelakaan.
Menagih Janji Bupati Pangandaran
Meskipun sering menerima janji perbaikan setiap menjelang pemilihan kepala daerah, warga mengaku hingga kini belum ada bukti nyata di lapangan. Namun, secercah harapan muncul setelah Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, meninjau langsung lokasi tersebut.
“Bu Bupati sudah dua kali datang ke sini. Katanya tahun ini akan diperbaiki. Kami berharap kali ini benar-benar terealisasi,” tambah Asih.
Baca Juga: Perbaikan 63 Km Infrastruktur Jalan, Pemkab Tasikmalaya Pinjam Rp230 Miliar ke PT SMI
Suhadi, warga lainnya, menyebutkan, panjang akses jalan penghubung antar desa yang rusak berat mencapai lebih dari satu kilometer. Padahal, wilayah tersebut memiliki populasi cukup padat, dan jalan tersebut merupakan jalur alternatif menuju pusat Kecamatan Cimerak.
Di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata di pusat Kabupaten Pangandaran, warga di pelosok desa seperti Kertamukti dan Kertaharja berharap tidak terabaikan.
Mereka mendesak pemerintah untuk segera mewujudkan pembangunan jalan yang layak demi keberlangsungan pendidikan dan roda perekonomian masyarakat sehari-hari. (Kiki/R3/HR-Online/Editor: Eva)

1 day ago
10

















































