harapanrakyat.com,- Ratusan guru tingkat Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengikuti pelatihan kompetensi di bidang Hak Asasi Manusia (HAM). Pelatihan tersebut berlangsung di Gedung Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian HAM, Sabtu (27/6/2026).
Baca Juga: Program Alumni Pejuang Digital Rampung, Kompetensi Teknologi Guru SD di Sumedang Meningkat
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal Kementerian HAM dalam memperkuat pemahaman para pendidik, mengenai nilai-nilai HAM sejak jenjang pendidikan anak usia dini. Melalui pelatihan ini, para guru RA di Sumedang diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam proses pembelajaran. Sekaligus juga membentuk karakter peserta didik sejak dini.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian HAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail mengatakan, pelatihan ini merupakan program perdana yang dilaksanakan sebelum Gedung PPSDM diresmikan oleh Menteri HAM. Menurutnya, pendidikan usia dini menjadi tahap paling strategis untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada anak.
“Alhamdulillah hari ini mungkin perdana ya. Meski belum diresmikan oleh Pak Menteri, tapi hari ini Kementerian HAM sudah hadir di tengah-tengah masyarakat,” kata Hasbullah.
Pelatihan untuk Ratusan Guru RA di Sumedang, Ini Pesan Penting Kementerian HAM
Ia menjelaskan, penguatan HAM kepada para guru dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama. Hal ini merupakan upaya bersama menghadapi berbagai tantangan di bidang kemanusiaan. Menurutnya, sinergi antarlembaga diperlukan agar pendidikan karakter dapat berjalan lebih efektif.
“Karena ini menjadi penting bagaimana guru menanamkan nilai-nilai HAM sejak dini, itu yang paling strategis,” ujarnya.
Hasbullah juga menyoroti fenomena yang kerap terjadi, yakni, guru merasa khawatir saat menerapkan disiplin kepada peserta didik. Karena tidak jarang, tindakan tersebut berujung pada laporan dugaan pelanggaran HAM.
Ia menegaskan, bahwa penegakan disiplin tidak bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia selama dilakukan secara proporsional, edukatif, dan sesuai aturan. “Disiplin dan HAM bukan dua hal yang saling bertentangan. Keduanya justru dapat berjalan beriringan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang baik,” ucapnya.
Ia mendorong setiap sekolah memiliki aturan dan standar operasional prosedur (SOP), yang disusun bersama antara sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik. Dengan adanya kesepakatan tersebut, penegakan disiplin di lingkungan sekolah diharapkan memiliki landasan yang jelas. Sehingga, guru tidak ragu dalam menjalankan tugasnya.
Baca Juga: Aksi Kreatif Guru SD di Tasikmalaya, Edukasi Ekologi Lewat Nobar Film Pesta Babi
Selain itu, Hasbullah mengingatkan pentingnya peran guru dalam membangun karakter, moral, dan nilai-nilai kemanusiaan peserta didik. Tugas pendidik tidak hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membentuk kepribadian anak.
“Jadi kita mengharapkan guru-guru itu tidak bisa dipidana, Yurisprudensinya, ketika guru menegakkan disiplin. Itu yang selalu saya sampaikan, bahwa dia harus membuat regulasi jelas, harus ada SOP tentang bagaimana mendol pendidikan di sekolah-sekolah itu. Ketika itu sudah disepakati bersama antara guru, siswa, dan orang tua yang disepakati bersama kan, maka ketika melanggar itu harus ditegakkan nggak usah takut,” tambahnya.
Akan Melanjutkan Program Serupa
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha PPSDM HAM, Kamandanu Adji menjelaskan, pelatihan bagi 508 guru RA ini, merupakan tahap awal dari program yang akan diperluas ke seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Sumedang.
“Ini adalah rangkaian awal. Nanti Kementerian HAM lewat PPSDM Sumedang akan merangkul seluruh guru-guru yang diawali dari pertama ini guru TK dulu,” kata Kamandanu.
Ia menyebutkan, setelah guru RA di Sumedang, program serupa akan diberikan kepada guru SD, SMP, hingga SMA. Tidak hanya itu, PPSDM HAM juga berencana melibatkan organisasi kemasyarakatan. Selain itu, sejumlah instansi pemerintah yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan sektor terkait lainnya juga akan terlibat.
“Fokus pemaparan hari ini untuk 508 guru TK. Fokusnya adalah pertama dasar-dasar HAM. Kedua itu ada pengenalan konsep HAM, serta penerapan pendidikan yang berlatar belakang HAM,” ungkapnya.
Materi tersebut, kata Kamandanu, diharapkan dapat menjadi bekal bagi para guru RA di Sumedang dalam menciptakan proses belajar mengajar yang menghormati hak anak. Sekaligus membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
“Jadi yang kami harapkan adalah pendidikan di Indonesia ini mengedepankan HAM dalam hal mendidik anak-anak. Jadi dalam mendidik anak mulai dari TK, SD, SMP, SMA nanti ke depannya harapan kami tetap memperhatikan dari sisi HAM-nya,” pungkasnya.
Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi Guru Matematika dan IPA, FPMIPA UPI Gelar Pengabdian Masyarakat di Pangandaran
Ditempat terpisah, Kepala PPSDM Kementerian HAM Republik Indonesia, Aditya Sarsito Sukarsono menyatakan, meski Gedung PPSDM HAM di Sumedang belum diresmikan, berbagai kegiatan telah mulai dilaksanakan. Fasilitas tersebut merupakan milik masyarakat. (Aang/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

4 hours ago
4

















































