Ratusan Warga di Pangandaran Gruduk Kantor MBAstak Limited Company, Harapan Manis Berujung Kekecewaan

9 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Ratusan warga yang diduga menjadi korban investasi bermasalah mendatangi kantor MBA (MBAstak Limited Company) di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (9/2/2026).

Aksi tersebut mereka lakukan sebagai bentuk protes atas dana yang telah mereka depositkan, namun tak kunjung bisa mereka tarik. Aksi unjuk rasa tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Pangandaran.

Massa awalnya berkumpul di depan kantor MBA. Namun, karena jumlah peserta yang cukup banyak dan demi menjaga kondusivitas, aparat kepolisian mengarahkan massa ke kawasan Alun-alun Parigi.

Baca Juga: Korban Investasi Bodong Terus Bertambah di Tasikmalaya, Tergiur Status WA Terduga Pelaku

Sejumlah warga yang tergabung dalam grup member MBAstak Limited Company mengeluhkan aplikasi yang mereka ikuti tiba-tiba tidak dapat melakukan penarikan dana (withdraw). Padahal sebelumnya mereka dijanjikan keuntungan dari skema yang disebut sebagai investasi periklanan.

Salah seorang warga, Dede, mengaku awalnya menaruh harapan besar terhadap aplikasi tersebut. Tetapi setelah berjalan lebih dari dua bulan, kecurigaan mulai muncul.

“Kami bergabung dengan MBA sejak 8 Desember 2025. Namun setelah berjalan lebih dari dua bulan, saya menyadari adanya dugaan penipuan. Uang tidak bisa ditarik, sementara kami terus diminta menunggu,” ungkap Dede disela aksi.

Warga Pangandaran Gruduk Kantor MBAstak Limited Company, Polisi Imbau Tempuh Jalur Hukum

Baca Juga: Korban Dugaan Penipuan Investasi Emas di Kota Banjar Bertambah

Sementara itu, Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak bertindak anarkis. Ia pun mengimbau warga yang merasa dirugikan agar menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.

“Pada hari ini masyarakat mendatangi kantor MBA, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang periklanan. Namun di dalamnya terdapat rekrutmen anggota dengan membebankan iuran atau deposit,” kata Ikrar Potawari.

Lanjutnya menjelaskan, anggota MBAstak Limited Company ini berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Pangandaran itu dan telah melakukan setoran dana dengan nilai yang bervariasi.

Baca Juga: Warga di Kota Banjar Jadi Korban Penipuan Investasi Emas

“Informasi yang kami terima, ada warga yang melakukan deposit hingga Rp 100 juta. Jika ditotal, jumlah keseluruhannya tentu sangat besar,” jelasnya.

Kapolres pun menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menindaklanjuti kasus tersebut secara serius. Saat ini, Polres Pangandaran melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) masih melakukan pendataan korban, serta menerima laporan dari masyarakat.

“Kami tak ingin terjadi tindak pidana lain atau kerusuhan. Proses hukum tentunya akan kami lakukan secepatnya. Untuk saat ini yang sudah terdata sekitar 30 sampai 40 orang korban, dan kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah,” pungkasnya. (Kiki/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |