harapanrakyat.com,- Satu hari pasca-perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, tumpukan sampah terlihat meluber di beberapa titik Kota Tasikmalaya. Salah satu kondisi terparah berada di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Jalan SL Tobing, di mana volume sampah yang membludak hingga memakan badan trotoar mengganggu hak pejalan kaki dan memicu bau menyengat, Kamis (28/5/2026).
Keluhan tersebut salah satunya datang dari Feby Zakiah, seorang pengguna jalan yang kerap melintasi kawasan tersebut. Ia merasa kenyamanan dan estetika kota menjadi terganggu akibat lambatnya penanganan sampah pasca-hari raya.
Baca juga: Pesantren di Tasikmalaya Konsisten 20 Tahun Tanpa Plastik Saat Kurban Idul Adha
“Tumpukan sampah ini menimbulkan aroma yang sangat tidak sedap. Saya sampai harus menutup hidung setiap kali lewat sini. Selain itu, pemandangan di pinggir jalan raya jadi kurang estetik. Saya berharap pemerintah setempat bisa segera menanganinya,” ujar Feby saat ditemui di lokasi, Kamis (26/5/2026).
Tanggapan DLH Kota Tasikmalaya Soal Sampah Pasca Idul Adha
Merespons kondisi tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya, Feri Arif Maulana membenarkan adanya lonjakan volume sampah di sejumlah TPS wilayahnya. Pihaknya mengklaim telah menerjunkan kendaraan tambahan untuk mengatasi persoalan ini.
“Memang betul ada penumpukan sampah di beberapa titik TPS yang ada di Kota Tasikmalaya. Namun, saat ini kami sudah melakukan penanganan dengan mengerahkan armada dump truck guna mengangkut sampah-sampah tersebut menuju TPA Ciangir,” jelas Feri saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (28/5/2026).
Baca juga: Empat Daerah di Bandung Raya Belum Ada yang Optimal Tangani Sampah
Feri menambahkan, pembersihan di TPS Jalan SL Tobing sebenarnya sudah diintensifkan sejak sebelum hari raya Idul Adha. Ia menegaskan, meskipun saat ini tengah berlangsung momen cuti bersama, petugas kebersihan di lapangan tetap bersiaga dan bekerja ekstra untuk mengangkut sisa pembuangan warga.
Dalam kesempatan yang sama, Feri juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Tasikmalaya untuk mulai mengubah pola pikir dalam membuang limbah rumah tangga. Langkah preventif dari hulu dinilai menjadi kunci utama guna menekan angka timbulan sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir.
“Kami mengimbau warga untuk bersama-sama memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik bisa dimanfaatkan kembali menjadi kompos, eco-enzyme, atau melalui lubang biopori. Yang terpenting, mari kita gotong royong mengurangi beban volume sampah yang dikirim ke TPA Ciangir,” tuturnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), beban TPA Ciangir tergolong sudah sangat berat. Tercatat, pasokan sampah yang masuk ke fasilitas pembuangan akhir tersebut berkisar antara 200 hingga 300 ton setiap harinya. (Rafi/R6/HR-Online)

1 hour ago
2

















































