harapanrakyat.com,- Mempelajari sejarah Candi Sembadra memberikan pengetahuan berharga tentang kekayaan warisan leluhur bangsa kita. Bangunan kuno beraliran Hindu Syiwa ini menjadi objek wisata yang sangat menawan di Indonesia. Selanjutnya, eksistensi monumen purbakala peninggalan Mataram Kuno tersebut selalu berhasil memikat para pecinta sejarah nusantara.
Situs peninggalan purbakala ini terletak di area Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Oleh karena itu, keberadaannya menjadi bagian tak terpisahkan dari kawasan Kompleks Candi Arjuna.
Baca Juga: Fakta Menarik di Balik Sejarah Candi Puntadewa Dieng Banjarnegara
Kemudian, letak monumen suci tersebut berada pada ujung paling utara dari barisan kelima bangunan situs budaya ini. Wisatawan yang berkunjung pasti akan mudah mengenali bentuk bangunannya yang terbilang sangat berbeda.
Sejarah Penemuan Candi Sembadra
Para ahli kepurbakalaan memperkirakan bahwa tempat pemujaan suci ini mulai dibangun pada masa pemerintahan Rakai Garung. Sementara itu, penamaan struktur batu ini mengambil inspirasi dari seorang tokoh pewayangan Jawa ternama yaitu Dewi Subadra.
Tokoh Sembadra sendiri sangat terkenal dalam cerita epos sebagai sosok istri setia dari ksatria bernama Arjuna. Akibatnya, penamaan tersebut dirasa sangat selaras dengan lokasi bangunan yang saling berdekatan dalam satu kompleks suci.
Fakta paling istimewa dari bangunan peribadatan ini terletak pada bentuk denah dasarnya berupa wujud segi delapan. Padahal, struktur candi lain di hamparan kawasan tersebut pada umumnya selalu memakai bentuk dasar segi empat. Bahkan, bentuk fisik tubuh monumen ini terlihat jauh lebih tambun apabila kita membandingkannya dengan bangunan sekitarnya.
Pada bagian tengah sisi selatan, timur, dan utara terdapat bilik penampil yang sengaja dibuat menjorok keluar. Alhasil, wujud keseluruhan arsitektur klasik pada tempat ini tampak menyerupai sebuah bentuk poligon yang mengagumkan.
Baca juga: Misteri dan Pesona di Balik Sejarah Candi Srikandi di Dataran Dieng
Masyarakat Jawa pada masa lampau mendirikan mahakarya indah ini dengan ukuran sekitar 5,75 meter kali 5,2 meter. Mereka secara teliti membangun pondasi struktur batu tersebut tepat di atas batur setinggi lima puluh sentimeter.
Di samping itu, monumen sejarah Indonesia ini berfungsi utama sebagai tempat pemujaan khusus kepada sang Dewa Siwa. Kehadiran ruang relung arca pada bagian dinding luar semakin mempertegas kuatnya nilai fungsi religius bangunan tersebut. Masyarakat lokal hingga kini masih merawat kawasan suci ini dengan tingkat kepedulian yang sangat tinggi.
Proses Restorasi Struktur Candi Sembadra
Pada catatan awal penemuannya, kondisi bangunan peninggalan arkeologi ini ditemukan dalam keadaan rusak dan bagian atapnya hancur. Oleh sebab itu, pihak pemerintah kolonial Hindia Belanda sempat melaksanakan beberapa langkah perbaikan pada saat itu.
Sayangnya, perbaikan tersebut belum mampu memasang kembali dua tingkat atas pada bagian atap monumen secara sempurna. Wujud asli mahkota puncaknya memang sudah lama hilang sejak rombongan peneliti pertama kali menjejakkan kaki di sana.
Petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah akhirnya memutuskan untuk melakukan restorasi menyeluruh pada bulan Mei 2019. Proses pengerjaan perbaikan tingkat lanjut ini terbilang cukup sulit akibat sangat minimnya sisa batu asli bagian atap.
Meskipun demikian, para tukang batu dengan sabar menyusun kembali balok andesit baru dengan melihat panduan struktur bawahnya. Akhirnya, proyek pemugaran candi Hindu ini sukses mencapai garis penyelesaian dengan sangat baik pada bulan November 2019.
Baca juga: Candi Kedaton Jambi, Situs Percandian Hindu-Buddha Terluas di Asia Tenggara
Tampilan wajah baru dari monumen purbakala ini sekarang terlihat jauh lebih utuh dan pastinya sangat kokoh. Para pelancong kini bisa mengagumi langsung struktur atap kubus yang ukurannya nyaris sama besar dengan tubuh utamanya.
Selain itu, hiasan ornamen berbentuk bunga teratai yang sedang mekar turut menyempurnakan keindahan pada bagian atap candi. Pastinya, pesona keindahan bangunan yang telah dipugar ini diharapkan mampu menambah magnet penarik wisatawan ke bumi Dieng. Fasilitas penunjang di sekitar area juga terus ditingkatkan demi menjamin kenyamanan seluruh pengunjung yang datang.
Situs peninggalan masa kuno di dataran tinggi ini memang senantiasa menyimpan pesona misteri yang sangat memukau. Sejalan dengan pelestariannya, segala bentuk temuan baru ini pasti akan terus melengkapi rentetan sejarah Candi Sembadra. (Muhafid/R6/HR-Online)

5 hours ago
9

















































