harapanrakyat.com,- Catatan penting mengenai masa lalu kerajaan selalu menarik, seperti kisah Raja Mulawarman menyumbangkan sapi hingga 20 ribu ekor. Peristiwa sejarah Indonesia ini terekam dengan sangat jelas pada pahatan Prasasti Yupa kuno. Prasasti ini menjadi bukti nyata tingginya peradaban Hindu di Nusantara.
Penemuan tujuh tugu batu ini berlokasi di daerah Muara Kaman pada awalnya. Daerah tersebut berada dekat dengan aliran Sungai Mahakam yang sangat strategis. Oleh karena itu, wilayah ini dulu menjadi pusat lalu lintas perdagangan internasional.
Baca juga: Sejarah Prasasti Cidanghiang Peninggalan Raja Purnawarman
Prasasti tersebut diperkirakan berasal dari sekitar abad keempat masehi. Tulisan pada batu peringatan ini menggunakan aksara Pallawa serta bahasa Sanskerta. Sayangnya, tidak semua tulisan pada pilar kuno tersebut berhasil diterjemahkan oleh ahli.
Kisah Raja Mulawarman Menyumbangkan Puluhan Ribu Sapi
Sang maharaja terkenal sangat dermawan terhadap rakyatnya selama masa kepemimpinan emas tersebut. Menurut sejarah, ia mengumpulkan puluhan ribu hewan ternak dari kekayaan negerinya sendiri. Hal ini merupakan wujud nyata kemakmuran wilayah Kutai di masa silam.
Kekayaan alam yang melimpah memungkinkan sang pemimpin memiliki banyak harta berharga. Kemudian, ia ingin memberikan sebuah persembahan besar sebagai bentuk rasa syukur. Sedekah luar biasa ini menjadi simbol pencapaian kejayaan ekonomi masyarakat setempat.
Baca juga: Sejarah Kerajaan Indraprahasta Cirebon yang Hancur dan Nyaris Terlupakan
Proses pemberian hadiah ternak ini ditujukan khusus bagi kaum pendeta suci. Para brahmana ini memiliki kedudukan tinggi dalam struktur sosial masyarakat masa itu. Tambahan pula, merekalah yang memimpin berbagai ritual keagamaan penting di istana.
Mereka didatangkan langsung untuk menyelenggarakan upacara suci yang sangat megah. Kehadiran pemuka agama ini menambah kesakralan acara persembahan sang maharaja nusantara. Alhasil, hubungan baik antara kerajaan dan tokoh agama terjalin sangat erat.
Proses Persembahan Ternak Kerajaan bagi Para Brahmana
Lokasi penyerahan ribuan hewan ternak tersebut berlangsung di sebuah tanah suci. Tempat sakral bernama Waprakeswara ini merupakan pusat peribadatan penganut Hindu Siwa. Di tempat inilah prosesi ritual persembahan berlangsung dengan sangat khidmat.
Selanjutnya, para brahmana menerima sedekah binatang tersebut dengan penuh rasa syukur. Mereka merasa sangat dihargai oleh pemimpin wilayah kekuasaan yang amat luas. Pemberian ini juga mencerminkan sikap religius sang penguasa tertinggi tanah tersebut.
Sebagai bentuk balas budi, kaum pendeta lalu mendirikan tugu batu peringatan. Tugu tersebut sengaja dihiasi tulisan indah untuk mengabadikan kedermawanan sang pemimpin. Bahkan, tulisan itu turut menyamakan sang pemimpin dengan keagungan dewa cahaya.
Baca juga: Sejarah Panjang Benteng Fort Rotterdam dari Masa Kerajaan Gowa-Tallo
Tugu peringatan ini berfungsi mengabarkan kebaikan budi pemimpin kepada generasi penerus. Tiang batu itu juga menjadi saksi bisu kejayaan peradaban masa lampau. Tanpa adanya pilar ini, sejarah gemilang nusantara mungkin tidak pernah terungkap.
Sampai saat ini, peninggalan bersejarah kerajaan kuno tersebut tersimpan di Museum Nasional. Oleh sebab itu, kita wajib menjaga serta mempelajari warisan kebudayaan berharga ini dari sosok Raja Mulawarman yang menyumbangkan sapi untuk brahmana. (Muhafid/R6/HRR-Online)

5 hours ago
7

















































