Target produksi emas Freeport turun menjadi sekitar 21 ton pada 2026. Nilai ini turun dari target produksi emas Freeport yang sebelumnya mencapai 26.5 ton di tahun 2025. Penyesuaian target tersebut perusahaan lakukan setelah mempertimbangkan berbagai kondisi yang terjadi di area pertambangan. Terutama berkaitan erat dengan gangguan operasional pasca longsor di area tambang bawah tanah. Artinya, penurunan target produksi bukan akibat dari berkurangnya cadangan mineral.
Baca Juga: Kehadiran ETF Emas Syariah dalam Menarik Investor Ritel di Bursa Pasar
Manajemen PT Freeport menegaskan tim masih melakukan proses pemulihan operasional. Produksi 21 ton merupakan bagian dari tahapan peningkatan kapasitas tambang sebelum kembali beroperasi secara optimal.
Target Produksi Emas Freeport Turun di 2026 Diproyeksikan Melonjak Mulai 2027
Bersamaan dengan kabar penurunan produksi, PTFI memperkirakan peningkatan produksi mulai terlihat pada 2027. Sekitar tahun tersebut perusahaan menargetkan produksi sekitar 1,2 miliar pound tembaga serta 1 juta ounces emas. Nilai 1 juta ounces emas ini setara dengan sekitar 31 ton produksi.
Tren kenaikan kemungkinan besar turut berlanjut pada 2028. Target produksi mencapai sekitar 1,6 miliar pound tembaga dan 1,4 juta ounces emas atau sekitar 43 ton. Peningkatan tersebut berasal dari bertambahnya volume bijih yang berhasil perusahaan tambang setiap hari. Terutama seiring membaiknya kondisi operasi tambang bawah tanah.
Produksi Bijih Terus Meningkat hingga 2029
Selain kenaikan produksi logam, Freeport juga telah menetapkan target peningkatan volume bijih. Pada 2027 perusahaan menargetkan produksi bijih rata-rata mencapai 170.000 ton per hari. Angka tersebut kemudian tim proyeksikan naik menjadi sekitar 208.000 ton per hari pada 2028. Selanjutnya, pada 2029 kapasitas penambangan ditargetkan mencapai sekitar 226.000 ton bijih per hari.
Baca Juga: Strategi Investasi di Pluang, Praktikkan Agar Hasilnya Optimal
Volume ini para ahli anggap sebagai kondisi operasi normal atau setara dengan 100 persen kapasitas produksi tambang bawah tanah. Perusahaan Freeport optimistis target produksi tersebut dapat tercapai setelah turun drastis di tahun ini. Apalagi seiring selesainya berbagai tahapan pengembangan tambang sekaligus peningkatan kapasitas produksi secara bertahap.
Tambang Kucing Liar Mampu Jaga Keberlanjutan Produksi
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, PT Freeport Indonesia juga tengah mengembangkan tambang Kucing Liar. Tambang baru ini mereka persiapkan untuk menggantikan peran Deep Mill Level Zone (DMLZ) karena secara bertahap menurun tonase-nya. Sehingga risiko penurunan drastis seperti sekarang dapat terminimalisir.
Dengan beroperasinya Kucing Liar mulai 2029, Freeport berharap target produksi sekitar 220.000 ton bijih per hari berhasil. Langkah tersebut menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan produksi hingga 2030. Sehingga peningkatan volume bijih dapat terus menopang produksi tembaga maupun emas.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Per Gram Beserta Sejumlah Penjelasannya!
Target produksi emas Freeport turun pada 2026 hanya bersifat sementara. Ini merupakan bagian dari strategi transisi menuju pemulihan penuh operasi tambang bawah tanah. Dengan berbagai upaya baru pasca produksi emas turun, Freeport berani pasang target lebih baik di masa mendatang. Begitu juga dengan sejumlah elemen pendukungnya seperti PT Smelting di Gresik yang kian giat mendorong produksi optimal. (R10/HR-Online)

2 hours ago
2

















































