Tekan Harga Pakan, Bapanas Usul Tambahan Kuota SPHP Jagung 150.000 Ton

7 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas usaha peternakan unggas nasional di tengah tekanan biaya produksi yang dinamis. Guna melindungi keberlangsungan usaha para peternak skala mikro dan kecil, Badan Pangan Nasional (Bapanas) usulkan penambahan kuota Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan sebanyak 150.000 ton.

Langkah taktis ini untuk meredam dampak kenaikan harga pakan di tingkat produsen. Usulan penambahan cadangan jagung pakan nantinya akan dibahas lebih lanjut dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Lindungi Peternak, Bapanas Usul Tambahan Kuota SPHP Jagung

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Pemprov Jabar Dorong Peternak Bandung Barat Produksi Bibit Sendiri

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan, para peternak mandiri sangat membutuhkan alokasi tambahan tersebut.

“Saat ini, sektor peternakan tengah menghadapi tantangan berat akibat fluktuasi biaya input. Seperti kenaikan harga pakan serta bibit ayam atau Day Old Chicks (DOC),” ujar Ketut dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Sebelum mengambil keputusan tersebut, Kepala Bapanas telah mengadakan pertemuan bersama seluruh asosiasi peternak telur di Surabaya. Pertemuan tersebut menyepakati bahwa intervensi langsung dari pemerintah sangat penting guna menyeimbangkan kembali harga telur yang sempat tertekan di tingkat produsen.

Melalui tambahan kuota SPHP jagung 150.000 ton ini, peternak diharapkan bisa kembali memperoleh pakan dengan harga yang lebih rasional dan terjangkau.

Realisasi Penyaluran

Program stabilisasi pasokan jagung pakan untuk periode 2026 sebenarnya telah digulirkan sejak awal Mei lalu dengan pagu awal sebesar 213.200 ton. Berdasarkan skema penyaluran awal, kuota tersebut dialokasikan secara proporsional.

Baca Juga: Patuhi Harga Acuan Pembelian Telur, Mentan Amran Tegaskan Perlindungan Bagi Peternak Rakyat

Untuk peternak mikro mendapat jatah 138.650 ton (asumsi kebutuhan selama 3 bulan). Peternak kecil mendapatkan alokasi 50.370 ton (asumsi kebutuhan selama 2 bulan). Serta peternak menengah menerima kuota 24.170 ton (asumsi kebutuhan selama 1 bulan).

Hingga data per 18 Agustus 2026, realisasi penyaluran program SPHP jagung ini tercatat telah menyentuh angka 120.310 ton. Atau setara dengan 49,97 persen dari target kuota awal.

Peternak yang tersebar di 28 provinsi di Indonesia berhasil mengakses program tersebut. Adapun serapan terbesar tercatat berada di dua wilayah utama sentra peternakan. Yakni Jawa Timur yang melibatkan sebanyak 3.672 peternak penerima manfaat. Kemudian Jawa Tengah menjangkau sebanyak 2.012 peternak.

Harga Telur dan Ayam di Tingkat Produsen

Langkah intervensi masif ini juga dipicu oleh kondisi harga telur ayam ras di tingkat peternak yang masih terpuruk di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan monitoring harian Bapanas per 19 Agustus 2026, telur ayam ras (tingkat peternak) rata-rata berada di angka Rp 22.978 per kilogram. Harga ini merosot sekitar 13,29 persen di bawah ketentuan HAP yang seharusnya berada pada level Rp 26.500 per kg.

Baca Juga: Dukung Kemandirian Peternak, Kementan Cek Bantuan Hibah Ayam Petelur ke Kelompok di Ciamis

Kemudian, ayam broiler (tingkat peternak) Rp 24.849 per kg, atau tipis sekitar 0,6 persen di bawah ambang batas HAP. Sedangkan, di tingkat eceran atau konsumen, rata-rata harga telur ayam ras terpantau stabil pada kisaran Rp 28.097 per kg. Sementara daging ayam ras rata-rata Rp 40.639 per kg.

Pihak Bapanas menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan ini, agar disparitas harga di tingkat produsen maupun konsumen dapat segera kembali mendekati batas harga acuan yang sehat bagi ekosistem industri unggas nasional. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |