harapanrakyat.com,- Sebuah aksi demonstrasi tidak biasa dilakukan warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek Stadion Kaliki, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026). Kecewa karena aspirasi mereka tidak segera dipenuhi, sekelompok “emak-emak” memilih bertahan di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Lingkungan Hidup (PUTRLH) yang menjadi lokasi unjuk rasa dengan cara menggelar tikar dan memasak nasi liwet secara massal.
Aksi memasak di tengah demonstrasi ini bukan sekedar mengisi perut, melainkan menjadi simbol perlawanan kultural terhadap lambatnya kinerja birokrasi pemerintah setempat.
Eris, salah satu peserta aksi, menegaskan bahwa warga tidak akan pulang sebelum mendapatkan kepastian langsung dari Kepala DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya.
Baca Juga: Stadion Kaliki Mangkrak Jadi Sarang Maksiat, Warga Geruduk Kantor DPUTRPRKPLH Tasikmalaya
“Kami lebih memilih masak untuk menunggu kepala dinas datang ke sini menemui kami. Kami memasak nasi liwet, tahu, ikan asin, dan sambal,” kata Eris dengan nada tegas.
Dampak Buruk Proyek Stadion Kaliki di Tasikmalaya yang Mangkrak
Ia menambahkan bahwa warga sudah jengah karena merasa hanya menjadi korban dari pembangunan yang salah urus.
Kekecewaan warga berakar pada proyek Stadion Kaliki yang tak kunjung selesai pembangunannya. Alih-alih menjadi kebanggaan daerah, proyek tersebut justru menyisakan berbagai masalah lingkungan yang merugikan masyarakat sekitar secara langsung.
Warga menuntut perbaikan konkret agar keberadaan stadion tidak hanya memberikan dampak negatif. Adapun poin-poin tuntutan utama warga meliputi penyediaan bak sampah, penyediaan sarana prasarana (sarpras) penerangan. Kemudian masalah kebersihan lingkungan, serta kepastian kelanjutan pembangunan stadion.
“Kami berharap ke depan ada perbaikan Stadion Kaliki yang konkret. Jangan sampai warga sekitar hanya kena dampak negatifnya saja. Perihal itu harus didengar langsung oleh pimpinan,” ungkapnya di sela-sela aktivitas memasaknya.
Respons DPUTRLH Tasikmalaya
Sekretaris Dinas PUTRLH, Ruslan Munawar, yang menemui massa aksi menjelaskan, Kepala Dinas saat ini sedang berada di luar kota untuk urusan kedinasan. Meski demikian, ia memastikan bahwa aspirasi warga telah dicatat dan akan segera ditindaklanjuti.
Baca Juga: Mahasiswa Protes Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Kota Tasikmalaya Rp 13 Miliar
“Tadi terdengar tuntutan terkait bak sampah, sarpras penerangan, kebersihan, hingga keinginan kelanjutan pembangunan. Untuk follow-up, informasi dari Pak Kadis lewat telepon, insya Allah beliau akan memberikan pernyataan dan menindaklanjuti tuntutan masyarakat sekitar,” kata Ruslan.
Namun, bagi warga Kaliki, janji melalui telepon tidak cukup. Aroma nasi liwet yang mengepul di halaman Kantor DPUTRLH menjadi pengingat keras bagi pemerintah, bahwa rakyat menuntut realisasi janji. Bukan sekadar kata-kata manis. (Rafi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

23 hours ago
9

















































