Anjuran Menikahi Wanita Produktif dalam Ajaran Islam sesuai Kitab Qurratul Uyun

55 minutes ago 1

harapanrakyat.com,- Dalam pandangan Islam, anjuran untuk menikahi wanita produktif memiliki sebuah tujuan yang mulia. Meskipun sumber tertulis tidak menyebutkannya, anjuran dari Kitab Qurratul Uyun ini mencerminkan ajaran Islam.

Kitab tersebut menyiratkan pernikahan bukan sekadar penyaluran hasrat antara dua manusia yang saling mencintai. Sebaliknya, ikatan suci ini memiliki tujuan strategis bagi masa depan peradaban umat manusia.

Baca juga: Menggapai Berkah Rumah Tangga Melalui Panduan Menikahi Wanita Sholehah

Oleh karena itu, tujuan utama pernikahan adalah menjaga kesinambungan generasi manusia di bumi. Agama sangat menganjurkan laki-laki memilih pasangan hidup yang subur demi tujuan mulia tersebut.

Kemudian, anjuran ini bukanlah sebuah bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan di lingkungan masyarakat. Hal ini merupakan ikhtiar luhur untuk melahirkan keturunan penerus perjuangan agama di bumi.

Alasan Menikahi Calon Wanita yang Produktif dalam Islam

Memang, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya mencari pasangan yang penuh cinta serta berahim subur. Arahan dari Nabi Muhammad SAW ini didasari oleh alasan visioner terkait kehidupan akhirat.

Bahkan, beliau menyatakan akan merasa sangat bangga di hadapan para nabi karena umatnya. Kebanggaan tersebut hanya terwujud jika umatnya membina rumah tangga demi melahirkan anak saleh.

Sebagai hasilnya, seorang muslim berkontribusi memperbanyak barisan umat di hari pembalasan nanti. Prioritas kesuburan ini terlihat sangat jelas melalui sebuah riwayat sejarah pada masa lampau.

Baca juga: Rukun Menikah dalam Ajaran Islam Berdasarkan Penjelasan Kitab Qurratul Uyun

Pada mulanya, dikisahkan ada seorang laki-laki menemui Rasulullah SAW untuk berkonsultasi mengenai urusan jodohnya. Laki-laki itu sangat menyukai perempuan rupawan yang diketahui sama sekali tidak bisa hamil.

Kendatipun demikian, Nabi secara tegas melarangnya untuk menikahi perempuan berwajah rupawan tersebut. Larangan ini tetap berjalan konsisten walau ia datang bertanya hingga tiga kali berturut-turut.

Keutamaan Menikahi Wanita Produktif demi Masa Depan

Oleh sebab itu, beliau kembali menegaskan agar kita memilih pasangan yang sangat subur. Penolakan ini menunjukkan bahwa daya tarik fisik sebaiknya tidak mengesampingkan masalah potensi kesuburan.

Selain itu, literatur hukum Islam menyarankan kaum laki-laki untuk menghindari perempuan yang tua. Mereka juga sangat dianjurkan untuk tidak memilih perempuan yang sudah terbukti tidak subur.

Nyatanya, anjuran penting ini selalu berkaitan erat dengan keutamaan spiritual memiliki anak saleh. Kehadiran anak-anak ini tentu membawa berkah luar biasa selain menjadi penerus garis keturunan.

Baca juga: Hukum Zihar dalam Pernikahan Menurut Ajaran Islam, Begini Penjelasannya!

Selanjutnya, anak-anak muslim yang meninggal dunia saat kecil akan mendapatkan tempat yang mulia. Mereka kelak akan berada dalam asuhan Nabi Ibrahim di bawah naungan Arsy Allah.

Karenanya, mereka terus memohonkan ampunan serta syafaat untuk kedua orang tuanya di sana. Keutamaan rohaniah inilah yang mendorong umat untuk selalu mendambakan keturunan baik dan saleh.

Walaupun urusan rezeki merupakan sebuah rahasia mutlak dari Tuhan, manusia harus selalu berusaha. Setiap keluarga diharapkan mampu melahirkan generasi penerus yang membawa kebanggaan bagi agama kita.

Karena itu, niat luhur untuk menikahi wanita produktif akan mendatangkan pahala yang besar. Langkah strategis ini merupakan wujud nyata kepatuhan terhadap sunnah sebagai pelaksanaan ibadah murni. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |