harapanrakyat.com,- Mahasiswa Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya yang tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengambil langkah mengatasi masalah sampah di tingkat desa. Mereka melakukan sosialisasi penanganan dari hulu hingga hilir, sekaligus membuat inovasi teknologi insinerator (cerobong pembakaran) sederhana di Desa Buniasih, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (28/6/2026).
Baca juga: Warga Kadipaten Tasikmalaya Keluhkan Tak Ada Pengangkutan Sampah, Dinas DPUTRLH Buka Suara
Perwakilan mahasiswa KKN Unsil, Agung Prakasi, mengatakan bahwa program ini dikemas dalam bentuk agenda formal yang melibatkan unsur masyarakat dari berbagai wilayah di Desa Buniasih. ”Alhamdulillah antusias perwakilan masyarakat sangat besar, ada dari 6 dusun datang ke sini untuk belajar bersama mengelola dan membuat cerobong pembakaran sampah,” kata Agung, Senin (29/6/25).
Soroti Kebiasaan Pembakaran Terbuka dan Pemilahan Sampah
Agung menjelaskan, Desa Buniasih merupakan wilayah yang terus berkembang seiring dengan peningkatan aktivitas rumah tangga. Sayangnya, pertumbuhan ini linear dengan volume yang dihasilkan. Sementara sistem pengelolaannya belum berjalan optimal.
”Pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat Desa Buniasih masih menghadapi beberapa permasalahan. Seperti kebiasaan membuang sembarangan, penumpukan di lahan kosong dan sekitar permukiman, serta belum optimalnya pemilahan jenis organik dan anorganik dari sumbernya,” jelas Agung.
Melihat kondisi tersebut, pihaknya memandang perlu adanya edukasi yang menyentuh langsung ke warga. Kehadiran teknologi cerobong pembakaran sampah ini diproyeksikan sebagai solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan.
”Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang pemilahan dan pengolahan sampah, tetapi juga memperkenalkan penggunaan cerobong pembakaran sampah (insinerator sederhana). Ini sebagai alternatif penanganan sampah yang lebih aman dan dapat membantu mengurangi penyebaran asap dibandingkan pembakaran terbuka (open burning),” tambahnya.
Agung menambahkan, melalui stimulus edukasi dan teknologi tepat guna ini, pihak mahasiswa berharap ada pergeseran perilaku di tengah masyarakat.
”Diharapkan masyarakat Desa Buniasih mampu menerapkan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik, mengurangi praktik pembuangan sampah sembarangan, serta bersama-sama menjaga kebersihan desa menuju Buniasih yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” harap Agung.
Apresiasi Warga untuk Mahasiswa
Inisiatif nyata dari para mahasiswa Unsil ini pun mendapat respons positif dari warga setempat. Agus, salah seorang tokoh masyarakat yang merupakan perwakilan dari Dusun Selaawi, mengaku sangat terbantu dengan adanya program kerja KKN tersebut.
”Terima kasih kepada mahasiswa KKN Unsil yang telah mengadakan kegiatan sosialisasi ini. Semoga bisa menjadi pemantik perubahan yang lebih baik untuk seluruh masyarakat Selaawi khususnya, dan umumnya bagi Desa Buniasih,” ungkap Agus.
Baca juga: Siap Antisipasi Penutupan TPA Sarimukti, KBB Bangun Dua Pusat Pengolahan Sampah Baru
Agus juga menambahkan bahwa keberadaan insinerator sederhana ini akan dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal oleh warga sekitar demi mengurangi timbulan sampah lingkungan. Ia memuji kreativitas mahasiswa yang memberikan dampak jangka panjang bagi desa mereka.
”Dari pembuatan insinerator sederhana ini, kami masyarakat akan menggunakannya dengan sebaik mungkin. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih, baru pertama kali ada mahasiswa KKN membuat peninggalan bermanfaat seperti ini di Desa Buniasih. Semoga berkah dan bermanfaat untuk masyarakat,” pungkasnya. (Rafi/R6/HR-Online)

3 hours ago
4

















































