Eksplorasi Pantai Pasir Putih Tlangoh: Area Kumuh Jadi Bali-nya Madura

2 hours ago 6

Menyeberangi Jembatan Suramadu kini bukan sekadar perpindahan geografis, melainkan sebuah transisi sensorik menuju petualangan wisata dan gastronomi yang melegenda di Pantai Pasir Putih Tlangoh.

Kabupaten Bangkalan, yang terletak di ujung barat Pulau Madura, kini bersolek menjadi destinasi unggulan dengan perpaduan keindahan alam pesisir yang telah bertransformasi dan kekayaan bumbu rempah yang berani.

Transformasi Pantai Pasir Putih Tlangoh: Area Kumuh Jadi “Bali-nya Madura”

Baca Juga: Eksplorasi Wisata Bali Selatan: Dari Megahnya Tebing Melasti hingga Eksotisnya Pantai Nyang Nyang

Salah satu bukti nyata perubahan di Bangkalan adalah kawasan yang terletak di Kecamatan Tanjung Bumi ini. Siapa sangka, kawasan yang kini dijuluki sebagai “Balinya Pulau Madura” ini dulunya merupakan area kumuh yang dipenuhi sampah. Bahkan terancam hilang akibat abrasi serta penambangan pasir liar.

Transformasi luar biasa ini merupakan hasil sinergi antara masyarakat lokal dengan Pertamina Hulu Energy West Madura Offshore (PHE WMO) melalui program One Belt One Road (OBOR).

Inovasi teknologi Hexa Reef, struktur beton heksagonal yang ditanam di dasar laut, menjadi kunci pulihnya ekosistem bawah laut di Pantai Pasir Putih Tlangoh.

Teknologi ini tidak hanya menahan laju arus, tetapi juga berhasil menambah daratan pantai (akresi) sebesar 5 meter hingga tahun 2026, menjadikannya rumah bagi 20 spesies ikan karang.

Baca Juga: Refreshing di Pantai Cempaka Ratu Sukabumi yang Estetik dan Teduh

Kini, pengunjung Pantai Pasir Putih Tlangoh dapat menikmati berbagai aktivitas seru. Mulai dari berburu sunrise tercantik di Madura, wisata keluarga dengan fasilitas gazebo bamboo. Hingga petualangan ATV menyisir garis pantai sepanjang 2 km dengan harga tiket yang sangat terjangkau.

Jelajahi Warisan Gastronomi Bangkalan

Selain keindahan alam, pengunjung juga dapat menjelajahi warisan gastronomi Bangkalan yang berani. Karakter masakan di sini didominasi rasa gurih rempah yang tajam dan pedas menggigit. Seperti Bebek Sinjay yang terkenal dengan sambal pencitnya, Nasi Serpang yang kaya akan “mozaik rasa”. Serta Kaldu Kokot yang unik dengan ulekan kacang hijau, hingga manisnya Tajin Sobih warisan leluhur.

Keberhasilan pengelolaan wisata berbasis masyarakat ini membawa dampak ekonomi signifikan. Sedikitnya 40 UMKM lokal kini beroperasi menghidupi warga sekitar.

Baca Juga: Berlibur di Pantai Muaragatah, Wisata Hidden Gem di Pangandaran

Menariknya, banyak anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang mengelola destinasi ini adalah mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Mereka memilih pulang kampung untuk membangun ekonomi desa mereka sendiri.

Dengan akses mudah via Jembatan Suramadu dan waktu tempuh sekitar 1,5 jam dari Surabaya, Bangkalan siap menyambut wisatawan yang mencari kombinasi sempurna antara edukasi lingkungan dan petualangan rasa di Pantai Pasir Putih Tlangoh. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |