harapanrakyat.com,- Momen perpisahan siswa kelas 9 SMPN 4 Pamarican, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, diwarnai suasana haru dan sukacita. Menariknya, kemegahan dan kemeriahan acara pelepasan ini lahir berkat kekompakan para orang tua siswa. Mereka ingin memberikan persembahan terbaik bagi putra-putri mereka.
Pantauan di lokasi, berbagai pagelaran seni tradisional dan modern unjuk gigi di depan para orang tua serta tamu undangan yang hadir. Atraksi seni ini menambah semarak suasana perpisahan.
Perwakilan orang tua siswa SMPN 4 Pamarican, Suci Yanti Widyaningsih, mengungkapkan bahwa seluruh ide dan gagasan acara megah ini murni inisiatif dari para orang tua.
Baca Juga: Seekor Kucing Terjebak di Sumur Belasan Meter di Cisaga, Damkar Ciamis Lakukan Evakuasi Heroik
Menurutnya, hal ini merupakan wujud tanda cinta dan terima kasih kepada para guru yang telah ikhlas mendidik anak-anak mereka.
“Kami ingin memberikan momen terindah di akhir perjumpaan sekolah ini, sekaligus mengantar mereka ke jenjang selanjutnya. Terima kasih kepada para guru yang telah mendidik anak-anak kami selama 3 tahun hingga puncaknya hari ini,” ujar Suci, Rabu (03/06/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Suci juga memberikan wejangan rohani atau siraman motivasi kepada para lulusan kelas 9.
“Sebagai orang tua, kami titip, jaga nama baik dan almamater sekolah. Jangan pernah melupakan jasa para guru. Ingatlah itu hingga kalian dewasa kelak. Bagaimanapun, bapak dan ibu guru di SMP ini adalah sosok penting bagi langkah masa depan kalian,” tegasnya.
Kepala Sekolah SMPN 4 Pamarican Ciamis Lepas 182 Siswa dengan Rasa Haru
Di tempat yang sama, Kepala SMPN 4 Pamarican, Titi Hartini, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Ia turut memberikan pesan mendalam agar para siswa tetap menjaga marwah, martabat, serta nama baik sekolah dan orang tua di masa depan.
“Semoga apa yang bapak dan ibu guru berikan bisa menjadi bekal di masa depan. Ibu titip, ke depan kalian harus tetap menjadi anak yang baik, rajin, dan berbakti kepada orang tua,” ungkap Titi.
Acara perpisahan tahun ini mengusung tema “Aktualisasi Seni dan Rasa (Aksara)” dengan slogan ikonik “Datang membawa cerita, pergi membawa citra”. Sebanyak 182 siswa yang terdiri dari 100 siswa dan 82 siswi hadir didampingi orang tua masing-masing. Mereka mengikuti resepsi sakral ini.
Di balik kesuksesan acara perpisahan tersebut, SMPN 4 Pamarican rupanya tengah dihadapkan pada tantangan besar menjelang Tahun Ajaran 2026/2027.
Sekolah ini dilaporkan mulai kekurangan ruang kelas akibat membludaknya minat calon peserta didik baru. Tingginya antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMPN 4 Pamarican membuat pihak sekolah kewalahan karena keterbatasan fasilitas penunjang belajar.
Baca Juga: 13.980 Siswa SD Lulus di Ciamis, Rancah Jadi Wilayah dengan Persaingan Sekolah Paling Ketat
Dari kuota rombongan belajar (rombel) yang dibuka sebanyak 192 kursi, saat ini jumlah pendaftar sudah melampaui kapasitas, yakni mencapai 215 siswa. Pihak sekolah pun kini harus memutar otak guna mencari solusi atas keterbatasan ruang kelas tersebut agar proses KBM mendatang tetap berjalan optimal. (Suherman/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

6 hours ago
6

















































