harapanrakyat.com,- Bos Koi, Hartono Soekwanto, memperkenalkan Dokter Veronica Janty kepada masyarakat sebagai dokter yang mengembangkan metode akupunktur telinga (auricular acupuncture). Ia juga mengajak Irfan Hakim, selebriti tanah air, melihat langsung terapi tersebut agar manfaatnya semakin dikenal publik. Perkenalan sekaligus edukasi kesehatan itu berlangsung di Kota Baru Parahyangan (KBP), Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (26/7/2026).
Hartono Soekwanto mengatakan, berbeda dengan akupunktur konvensional yang menggunakan banyak titik di tubuh, Dr. Veronica mengembangkan metode yang berfokus pada titik-titik saraf di daun telinga yang terhubung dengan berbagai organ tubuh.
Melalui pemetaan titik saraf di telinga, Dr. Veronica mengembangkan metode terapi yang menarik perhatian banyak pasien dari berbagai kalangan.
Baca Juga: Cerita Bos Koi Hartono Soekwanto Juara Nasional Padel di Usia 53
“Banyak penderita stroke datang ke tempat praktiknya, khususnya untuk memulihkan fungsi gerak tubuh. Termasuk mengatasi masalah lambung kronis (gut health dan GERD) dan juga membantu menyukseskan program diet sehat,” ucapnya.
Antusiasme hingga Dialog Interaktif Irfan Hakim Tentang Akupunktur Telinga
Irfan Hakim tampak antusias melihat langsung prosedur akupunktur telinga yang dilakukan Dr. Veronica terhadap pasien. Ia pun melontarkan sejumlah pertanyaan kepada dr. Veronica.
Baca Juga: Petualangan Bos Koi Hartono Soekwanto Berburu Roti Berkualitas Dunia di Daejeon Korea
“Dok, sebenarnya bagaimana prosedur terapi tusuk jarum ini? Kenapa titik terapinya dipilih di telinga?” tanya Irfan Hakim dengan penasaran.
Dr. Veronica menjelaskan, auricular acupuncture berfokus pada titik-titik akupunktur di telinga untuk membantu mengatur fungsi saraf, aliran darah, dan hormon tubuh.
“Metode ini saya fokuskan pada area telinga karena di sanalah titik-titik yang merepresentasikan berbagai organ tubuh berada,” jelas Dr. Veronica.
Baca Juga: Bos Koi Ungkap Khasiat Sarang Lebah dan Kroto, Thailand Sudah Jadikan Kuliner Premium
Dalam demonstrasi tersebut, Dr. Veronica memasang sekitar 10 jarum pada telinga pasien untuk membantu mengendalikan nafsu makan dan mendukung fungsi pencernaan.
Dalam kesempatan itu, Irfan Hakim menanyakan adanya reaksi fisik pasien seperti warna kemerahan pada telinga setelah ditusuk jarum. Menurutnya, perubahan warna itu adalah reaksi alami tubuh. Akupuntur merangsang aliran darah menjadi lancar lewat pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi), sehingga muncul kemerahan.
Dr. Veronica menjelaskan, tingkat sensitivitas telinga kanan dan kiri dapat berbeda. Pada umumnya, keluhan nyeri di sisi kanan tubuh membuat titik akupunktur di telinga kanan terasa lebih sensitif.
“Kalau saya nusuk sebelah kanan, artinya otak kiri yang merespons. Kalau organ tubuh itu dari telinga, jalurnya searah,” ujar dokter yang telah membuka praktik sejak 2014.
Berbekal pengalaman lebih dari 12 tahun, Dr. Veronica kini membuka praktik auricular acupuncture di Jalan Hegar Asih II No. 48, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. (R9/HR-Online/Editor-Dadang)

2 hours ago
3

















































