Deep Space Network NASA dukung kalangan astronom dalam menjelajah luar angkasa. Saat menjelajah antariksa, kalangan ilmuwan tetap bisa memantau wahananya melalui DSN tersebut. Hal ini lantaran DSN berperan penting sebagai sarana komunikasi antara tim ilmuwan yang ada di Bumi dengan wahana antariksa.
Baca Juga: NASA Berhasil Rilis Potret Kawah Bulan akibat Roket SpaceX
Menyadari hal itu, peranan DSN memang tak bisa disepelekan. Oleh karenanya, pencinta astronomi perlu mengenalnya secara lebih mendalam. Berikut informasi selengkapnya.
Mengenal Deep Space Network NASA
Dalam upaya mengenalnya secara lebih mendalam, ada baiknya mengetahui pengertiannya terlebih dulu. Pengertian DSN itu sendiri diungkapkan oleh lembaga NASA. Menurut penjelasan NASA, DSN di sini ialah jaringan antena radio berukuran raksasa.
Jaringan antena tersebut berguna untuk dukung misi pesawat luar angkasa. Hal ini khususnya misi perjalanan menuju luar orbit planet Bumi. Dalam hal ini, DSN juga bermanfaat untuk melakukan pengamatan astronomi radio maupun radar.
Dalam menjalankan fungsinya, jaringan Deep Space Network NASA tersebut mempunyai 3 kompleks utama. Penempatannya di sekitar 120 derajat garis bujur. Kompleks tersebut ada di dekat Canberra, Australia, dekat Madrid, Spanyol serta Goldstone, California, AS (Amerika Serikat).
Jaringannya diletakkan di lokasi tersebut tentu ada alasan tersendiri. Saat planet kita berputar dan ada pesawat antariksanya mulai memasuki area luar jangkauan suatu stasiun, maka stasiun lainnya bisa ambil alih komunikasi. Alhasil, hubungannya dengan pesawat antariksa tetap bisa bertahan secara berkelanjutan.
Fungsi Deep Space Network
Supaya semakin mengenal DSN, ada baiknya jika turut memahami bagaimana fungsinya. Perlu untuk diketahui, DSN berperan penting dalam melacak wahana luar angkasa yang lokasinya jauh dari planet Bumi. Jaringannya berguna dalam mengirim perintah ke wahana luar angkasa.
Baca Juga: Program Bulan NASA 2026, Strategi Baru dan Pensiun Dini Roket SLS
Tak hanya itu, Deep Space Network NASA juga berfungsi dalam menerima data ilmiah yang terkirim dari beragam wahana atau pesawat antariksa. Misalnya saja data tentang planet, asteroid, bulan sampai dengan fenomena yang ada di antariksa. Karena fungsinya tersebut, DSN memang termasuk elemen penting untuk dukung komunikasi misi luar angkasa NASA.
Ketika ada perubahan di sinyal radionya, maka tim ilmuwan jadi lebih mudah untuk pelajari karakteristik objek yang ada di Tata Surya. Bahkan kalangan ilmuwan juga bisa menentukan posisi sampai dengan mengenali kecepatan laju pesawat luar angkasa.
Perihal pengelolaannya, JPL (Jet Propulsion Laboratory) ternyata mengemban tugas dalam mengelola jaringan DSN. JPL itu sendiri ialah bagian dari Caltech (California Institute of Technology) yang ada di California Selatan. Ternyata JPL ini juga termasuk milik NASA untuk mendukung program SCaN.
Karakteristik Deep Space Network
Selanjutnya kita akan bahas seputar karakteristiknya. Deep Space Network NASA mempunyai antena radio dengan ukuran lebar sekitar 79 m. Bentuknya hampir mirip mangkok besar. Fungsinya tak lain untuk menerima frekuensi X-band.
Lebih lanjut, DSN memiliki daya terima cukup sensitif. Hal ini sebagai upaya untuk kirim dan terima data telemetri maupun fenomena sains. Upaya ini berguna ketika robot NASA tengah menjalankan misinya.
Dalam aktivitas operasionalnya, Deep Space Network NASA ternyata sudah mendukung sekitar 30 misi robotik AS maupun internasional. Misi tersebut tercatat dalam sejarah kinerjanya sebab usianya sudah 50 tahun lamanya.
Peresmian Antena DSS-23
Dalam kabar terbaru menyebut DSN kedatangan antena lagi. Hal ini benar adanya sebab NASA sendiri yang meresmikan antena Deep Space Station 23 untuk dukung komunikasi luar angkasa. Perlu untuk diketahui bahwa peresmian DSS-23 di kompleks DSN Goldstone, California tersebut termasuk upaya peningkatan sekaligus perluasan jaringan yang berawal sejak 2009.
Proyeknya sendiri bernama Aperture Enhancement Project. Lewat proyek tersebut, NASA tambahkan 6 antena multifrequency beam-waveguide. Antena tersebut memiliki diameter 34 m atau setara dengan 114 kaki.
Nantinya antena tersebut bertugas untuk beroperasi di sejumlah frekuensi radio. Oleh sebab itu, adanya antena ini bisa membantu kalangan astronom untuk menjalankan beragam misi antariksa. Sebagaimana yang kita tahu, misi tersebut membutuhkan jalinan komunikasi berbeda.
Baca Juga: Misi Ambisius NASA Meluncurkan Dragonfly ke Permukaan Satelit Titan
Deep Space Network NASA memang memiliki peranan penting tersendiri dalam mendukung eksplorasi luar angkasa. Secara garis besar, Deep Space Network NASA ini jadi jembatan komunikasi antara ilmuwan di Bumi dengan pesawat antariksa. Misi yang diluncurkan pun bisa berjalan dengan lancar. (R10/HR-Online)

16 hours ago
14

















































