Asyik Berenang di Bawah Bendungan Manganti Ciamis, Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam 

16 hours ago 14

harapanrakyat.com,- Niat hati ingin menikmati libur akhir pekan dengan bermain air, nasib naas justru menimpa seorang bocah yang berinisial KJ (7), seorang bocah asal Dusun Manganti RT 01 RW 01, Desa Sidarahayu, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Korban ditemukan meninggal dunia usai tenggelam saat berenang di bawah Bendungan Manganti, Sungai Citanduy, Minggu (26/07/2026).

Baca juga: Perahu Jukung Bocor di Waduk Saguling Bandung Barat, Seorang Pemancing Asal Cililin Hilang Tenggelam

Berdasarkan informasi yang dihimpun HR online di lapangan, insiden memilukan tersebut bermula ketika korban bersama tiga temannya bermain di area bawah Bendungan Manganti sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, kondisi debit air di bawah bendungan tengah surut lantaran adanya penutupan pintu air.

Situasi air yang terlihat tenang dan surut dimanfaatkan korban dan teman-temannya untuk berenang. Namun, petaka datang ketika korban perlahan mulai berenang agak ke tengah.

Kronologi Bocah Tewas Tenggelam di Bendungan Manganti

Anggota Polsek Lakbok, Aipda Tedi Firmansyah, membenarkan kejadian musibah tenggelamnya bocah sekolah dasar tersebut. “Saat tengah asyik berenang, korban yang semula berada di pinggir justru makin maju ke tengah sungai. Teman-temannya sebenarnya sudah sempat mengingatkan agar tidak terlalu tengah. Namun korban tetap maju hingga akhirnya terjerembap ke area air yang dalam dan tenggelam,” ujar Tedi, Minggu (26/07/2026).

Melihat korban terseret dan menghilang di dalam air, teman-temannya spontan berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar. “Ada seorang pemancing di sekitar lokasi yang mendengar teriakan anak-anak dan langsung berusaha memberikan pertolongan. Namun sayang, korban sudah lebih dulu hilang tenggelam. Saksi kemudian langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian,” lanjutnya.

Mendapat laporan adanya anak tenggelam, petugas dari Polsek Lakbok bersama unsur TNI dan tim relawan gabungan langsung meluncur ke lokasi kejadian. Mereka melakukan proses pencarian secara intensif.

Baca juga: Polisi Beberkan Kronologis 8 Siswi Asal Garut Tenggelam di Mata Air, Bukan MPLS hingga Keluarga Korban Tak Akan Menuntut Sekolah 

Setelah melakukan penyisiran di sekitar titik awal korban tenggelam selama kurang lebih tiga jam, jasad bocah naas tersebut akhirnya berhasil ditemukan oleh tim gabungan.

“Jasad korban berhasil dievakuasi sekitar tiga jam setelah pencarian di lokasi kejadian. Saat ini jenazah sudah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan,” pungkas Aipda Tedi.

Atas kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat. Ia meminta para orang tua, untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas atau bermain di sekitar aliran sungai maupun bendungan. Hal ini bertujuan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Suherman/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |