Bak Jebakan, Lubang di Bahu Jalan Jalur Pangandaran-Tasikmalaya Menganga Bertahun-tahun

5 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Lubang di bahu jalan pada jalur penghubung Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan. Lubang yang berada di Blok Cikalapa, Desa Sukajaya, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, itu terus mengalami pengikisan pada bagian tanah di bawah badan jalan, akibat amblesan yang terjadi sejak sekitar dua tahun lalu.

Baca Juga: Tak Tersentuh Pemerintah Selama 30 Tahun, Pedagang Swadaya Perbaiki Jalan Pasar Pananjung Pangandaran

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran warga karena dapat memicu kerusakan yang lebih besar, terutama saat curah hujan tinggi. Meski telah terjadi sejak sekitar dua tahun lalu, hingga kini kerusakan yang berada di jalur penghubung Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Tasikmalaya tersebut belum juga mendapatkan penanganan.

Sekilas, lubang di bahu jalan itu tampak tidak terlalu mencolok. Namun siapa sangka, di balik permukaan tanah yang terlihat biasa, terdapat rongga besar yang terus menggerus tanah penahan badan jalan.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut, warga mengaku sering mendengar suara gemuruh air dari bawah tanah. Fenomena itu memunculkan dugaan, adanya aliran air bawah tanah yang terus mengikis bagian dalam hingga membentuk rongga cukup besar.

Ketua Karang Taruna Desa Sukajaya, Solihin atau yang akrab disapa Peking mengatakan, lubang amblas tersebut sudah lama menjadi perhatian masyarakat. Namun hingga saat ini belum ada langkah perbaikan yang dilakukan.

“Kalau dilihat dari atas jalan, lubangnya memang tidak terlalu terlihat. Tetapi ketika diperhatikan lebih dekat, kedalamannya sekitar tiga meter dan sudah menggerus tanah ke arah badan jalan,” kata Peking, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, keberadaan lubang tersebut telah banyak dikeluhkan warga karena berada di lokasi yang cukup ramai dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Meski belum pernah menimbulkan kecelakaan, masyarakat tetap waspada karena kondisi tanah di sekitar lubang terus mengalami perubahan.

Baca Juga: Rusak Parah, Jalan Penghubung Tasikmalaya-Pangandaran Membahayakan Pengendara

Warga Swadaya Pasang Tanda Sederhana pada Lubang di Bahu Jalan Jalur Pangandaran-Tasikmalaya

Sebagai bentuk peringatan bagi pengguna jalan, warga secara swadaya memasang tanda sederhana menggunakan pelapah daun kelapa yang ditancapkan di sekitar lokasi. Langkah itu dilakukan agar pengendara maupun pejalan kaki tidak terlalu mendekat ke titik yang dianggap berbahaya.

“Warga memasang pelapah daun kelapa supaya orang yang melintas tahu ada bagian jalan yang rawan. Jangan sampai dianggap sepele, karena kalau sudah terjadi sesuatu akan menimbulkan penyesalan,” ucap dia.

Peking menilai kondisi di bawah permukaan tanah kemungkinan jauh lebih parah dibanding yang terlihat dari luar. Dugaan itu muncul, setelah warga pernah mencoba menutup lubang menggunakan semen. Namun, beberapa waktu kemudian material cor tersebut justru hilang tanpa bekas.

“Ya, semennya hilang. Diduga terbawa ke dalam rongga. Saat hujan deras juga terdengar suara air yang sangat keras dari bawah tanah. Artinya kemungkinan ada jalur aliran air di dalam,” katanya.

Kondisi tersebut semakin menimbulkan kekhawatiran karena jalan itu tidak hanya digunakan kendaraan bermotor, tetapi juga menjadi akses harian bagi para pelajar yang berjalan kaki menuju sekolah. Warga khawatir sewaktu-waktu tanah di sekitar lubang mengalami longsoran kecil yang dapat membahayakan pengguna jalan.

“Kalau dilihat memang seperti jebakan. Dari jauh terlihat kecil, padahal di bawahnya kosong. Alhamdulillah sampai sekarang belum ada kejadian kecelakaan,” tutur Peking.

Ia berharap, pemerintah segera turun tangan sebelum kerusakan lubang di bahu jalan berkembang menjadi lebih besar. Pasalnya, jalur tersebut setiap hari dilalui kendaraan dengan berbagai ukuran, termasuk kendaraan berat yang membawa muatan besar.

“Pengguna jalan di sini cukup banyak. Kendaraan besar juga sering melintas. Kalau dibiarkan terus, kami khawatir badan jalan ikut amblas karena tanah penahannya sudah sebagian hilang,” papar Peking.

Sudah Lapor ke Pemkab Pangandaran

Sementara itu, Kepala Desa Sukajaya, Ruspendi, membenarkan bahwa tanah amblas tersebut sudah berlangsung cukup lama. Bahkan pihaknya telah beberapa kali menyampaikan laporan kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran, agar segera dilakukan penanganan.

“Kurang lebih sudah dua tahun. Awalnya lubang itu kecil, tetapi lama-kelamaan semakin melebar. Pemerintah desa juga sudah melaporkan dan mengirimkan surat, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” kata Ruspendi.

Ia berharap, instansi terkait segera melakukan pengecekan dan perbaikan, mengingat lokasi tersebut merupakan akses penting penghubung antarwilayah. Terlebih memasuki musim hujan, kondisi lubang di bahu jalan yang terus membesar dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan masyarakat dan merusak badan jalan secara permanen.

Baca Juga: Truk Bermuatan Batu Bolder Rusak Sejumlah Ruas Jalan di Pangandaran

“Kami berharap sebelum terjadi insiden yang tidak diinginkan, pemerintah dapat segera mengambil langkah cepat untuk mengamankan jalur vital tersebut,” pungkasnya. (Kiki/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |