Sering muncul pertanyaan CTM untuk ibu menyusui apakah aman? Jawabannya secara medis masih diperbolehkan. Namun ada beberapa catatan yang harus diperhatikan agar tidak terlalu mempengaruhi nutrisi yang terdapat dalam ASI. Apalagi masa menyusui adalah waktu yang cukup penting dan menantang bagi seorang ibu. Tidak hanya menjaga kualitas ASI, namun memperhatikan dalam konsumsi obat-obatan termasuk CTM.
Baca Juga: Ibu Menyusui Makan Tape, Inilah Aturan Konsumsi yang Aman
CTM untuk Ibu Menyusui, Apakah Aman?
Salah satu masalah kesehatan yang sering mengganggu ibu menyusui yaitu reaksi alergi. Alergi muncul karena berbagai faktor mulai dari cuaca dingin, debu, bulu hewan hingga makanan tertentu. Alergi dapat menimbulkan bersin-bersin, tenggorokan gatal hingga muncul ruam di kulit. Karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut sering dibutuhkan konsumsi obat berjenisa CTM. Namun untuk ibu menyusui apakah CTM aman dikonsumsi?
Selama masih dalam dosis yang wajar konsumsi CTM masih bisa untuk ibu menyusui. CTM itu sendiri adalah obat antihistamin yang bekerja dengan memblokir zat pemicu alergi. Jika konsumsi dalam waktu singkat dan dosis rendah masih tetap aman. Meski zat aktif terserap oleh ASI, namun belum ada bukti menimbulkan efek samping yang serius untuk bayi.
Efek Samping Konsumsi CTM untuk Ibu Menyusui
CTM identik sebagai salah satu obat yang manjur untuk mengatasi alergi. Obat ini sangat efektif untuk meredakan berbagai reaksi alergi. Sayangnya untuk ibu menyusui tidak bisa konsumsi obat-obatan secara sembarangan. Meski mampu mengurangi alergi, CTM memiliki efek samping mengantuk, sehingga ibu menyusui setelah mengkonsumsinya akan merasa mengantuk.
Baca Juga: Mengetahui Beberapa Mitos Ibu Menyusui dan Faktanya
Sehingga merawat bayi akan menjadi terganggu. Selain itu, konsumsi CTM juga bisa menimbulkan efek mulut kering, pusing dan konsentrasi berkurang. Ada baiknya untuk konsultasikan ke dokter terlebih dulu untuk bisa mendapatkan dosis yang tepat.
Pengaruh terhadap Produksi ASI
Salah satu yang cukup mengkhawatirkan oleh ibu menyusui yaitu pengaruhnya terhadap ASI. CTM pada ibu menyusui memang memiliki risiko penurunan suplai ASI. Efek antikolinergik inilah yang akan menghambat kerja asetilkolin dalam tubuh. Ini secara tidak langsung dapat menurunkan kadar prolaktin basal atau hormon yang memproduksi ASI. Bagi ibu pada minggu pertama pasca melahirkan sebaiknya jangan konsumsi CTM karena akan menghambat produksi ASI secara drastis.
Efek Sedasi pada Bayi
Mengonsumsi CTM memiliki pengaruh cukup kecil untuk ibu menyusui dan bayi. Metabolisme bayi terutama yang baru lahir atau prematur belum mampu mengeluarkan zat obat seperti orang dewasa. Akibatnya obat akan terakumulasi dalam tubuh yang mengakibatkan sedasi (bayi tidur lebih lama dan sulit bangun untuk menyusu).
Baca Juga: Tidak Terduga, Inilah Manfaat Alpukat untuk Ibu Menyusui
Pada dasarnya CTM untuk ibu menyusui boleh asalkan dengan dosis kecil dan penggunaan dalam jangka waktu cepat. Kandungan yang ada pada obat antihistamin akan menimbulkan efek samping pada produksi ASI. Karena itu, utamakan kesehatan bayi terutama yang masih baru lahir tanpa mengkonsumsi obat-obatan berlebih. Perlu ibu menyusui ingat, masih bisa konsumsi CTM atau obat alergi jika memang sangat dibutuhkan. Namun pastikan dosisnya tepat. (R10/HR-Online)

1 hour ago
8

















































