Penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) menjadi sorotan. Warganet janggal dengan porsi saham atau free float IPO RANS dipertanyakan. Free float yang justru tidak sesuai ketentuan BEI (Bursa Efek Indonesia).
Baca Juga: Status Emerging Market Indonesia Terancam Downgrade, Isu Transparansi Jadi Sorotan MSCI
Investor mempertanyakan porsi saham RANS yang hanya sebesar 20,02% tersebut secara penuh. Di bawah ambang minimal 25%. Hal inilah yang menjadi sorotan warganet terhadap BEI yang melakukan IPO dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp5 triliun untuk memiliki free float 25%. Kapasitas pasar RANS berada di rentang Rp1,7-Rp2,14 triliun.
BEI telah menegaskan rencana penawaran perdana saham IPO RANS yang telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku. Meski aturan IPO mengacu pada regulasi lama, dokumen permohonannya telah masuk sebelum diberlakukannya aturan baru. Direktur penilaian perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menjelaskan bahwa dokumen tersebut telah BEI terima sebelum tanggal 31 Maret 2026. Sehingga proses evaluasi terjadi dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan yang berlaku saat permohonan BEI terima.
Direktur penilaian perusahaan BEI juga menyatakan bahwa selain menawarkan 20,02% saham kepada publik melalui IPO, RANS juga memegang saham eksisting yang memenuhi kriteria free float sesuai ketentuan bursa. Porsi saham free float uang mencapai sekitar 28,85%. Jikan jika struktur kepemilikan saham sudah memenuhi ketentuan free float.
RANS Memiliki Angka Free Float Sebesar 28,85%
Berdasarkan penelusuran oleh Bareksa atas struktur kepemilikan prospektus, terdapat angka free float RANS sebesar 28,85%. Adapun rincian angka tersebut sebagai berikut. Pihak yang tak masuk dalam kriteria dari free float yaitu pengendali serta pihak terafiliasi management. Raffi Farid Ahmad sebagai pengendali (62,93%), PT Indonesia Entertainmen Grup (7,23%), dan Nagita Slavina Mariana Tengker sebagai Direktur Utama (0,99%), dengan total 71,15%.
Baca Juga: BACH Siap Melantai di BEI, Simak Jadwal IPO dan Prospek Bisnisnya
Sisanya saham dari pemegang lama yang tidak tergolong afiliasi manajemen serta publik hasil IPO 20,02%. Ini secara agregat akan membentuk free float sekitar 28,85%. Meski tidak terperinci oleh BEI, namun komposisi pemegang saham lama RANS sebelum IPO mencakup sejumlah figur strategis darui dunia bisnis hingga pemerintah Indonesia.
Peningkatan Modal pada Periode Akhir 2025
Mengutip propsprektur IPO RANS, manajemen sebelumnya membagikan saham bonus kepada sejumlah investor lama. Ini terjadi seiring dengan upaya peningkatan modal pada periode akhir 2025. RANS sendiri menggerak modal yang ada dan mereka setorkan menjadi Rp100,84 miliar di akhir 2025. Sebelumnya sebesar Rp40,33 miliar. Penambahan modal ini melalui kapitalisasi tambahan modal atau agio saham perseroan sampai tanggal 31 Desember 20125 sebesar Rp60,5 miliar dari para pemegang saham lama perseroan.
Baca Juga: Saham SpaceX Anjlok Hampir 5%, Reli Pasca-IPO Akhirnya Terhenti
Perhitungan free float IPO RANS dipertanyakan tidak hanya berasal dari saham baru yang mereka tawarkan ke publik, BEI memastikan kepemilikan saham eksisting yang memenuhi kriteria dalam perhitungan total. Sehingga free float IPO RANS dipertanyakan oleh publik kini sudah terjawab dengan penjelasan pihak BEI secara langsung. (R10/HR-Online)

1 hour ago
10

















































