Spesies Lumba-lumba Vaquita Hampir Punah, Ilmuwan Rekonstruksi Kerangka Digital 3D

2 hours ago 8

Spesies lumba-lumba vaquita atau dengan nama ilmiah Phocoena sinus sedang jadi sorotan dunia. Hal ini karena spesies hewan tersebut ada di ambang kepunahan massal. Lumba-lumba ini sendiri termasuk mamalia laut yang memang langka di dunia.

Baca Juga: Fakta Unik Lumba-Lumba yang Menarik untuk Diketahui

Populasi hewan endemik ini ada di Teluk California Utara yang ada di Meksiko. Sampai saat ini, populasinya terus menurun. Hal inilah yang membuatnya mendapatkan perhatian penuh dari dunia.

Spesies Lumba-lumba Vaquita Hampir Punah

Pada tahun 1997, jumlah spesies lumba-lumba ini berkisar 600 ekor. Namun dalam laporan terbaru pada WWF (World Wildlife Fund) menyebut hanya tersisa 7 sampai 10 ekor saja. Hal ini sangat mengejutkan sehingga kalangan ilmuwan tergerak untuk melakukan terobosan besar.

Rekonstruksi Digital 3D

Menyadari kelompok ini terancam punah, kelompok ilmuwan lantas memutuskan untuk menciptakan rekonstruksi digital 3D. Rekonstruksi tersebut melibatkan kerangka lengkap lumba-lumba vaquita di dunia. Hal ini dilakukan untuk menyelamatkan data anatomi hewan tersebut.

Rekonstruksinya sendiri dipimpin oleh Florida Atlantic University. Universitas tersebut menjalin kerjasama dengan San Diego Natural History Museum, SeaWorld California serta NOAA Fisheries. Dalam rekonstruksi ini, ilmuwan meneliti kerangka spesies vaquita betina yang masih utuh. Kerangkanya ditemukan di tahun 1966.

Pemanfaatan Teknologi Canggih

Untuk bisa merekonstruksi tersebut,  ilmuwan memanfaatkan teknologi canggih. Alhasil, ilmuwan bisa memetakan detail kerangka spesies lumba-lumba vaquita namun tidak merusak spesimen fisiknya sebab sudah rapuh. Adapun teknologi tersebut seperti halnya pencitraan micro-CT dengan resolusi ultra tinggi dan pemindaian CT rumah sakit.

Karena pemanfaatan teknologi tersebut, ilmuwan bisa menangkap struktur yang lebih kecil daripada sehelai rambut manusia. Bahkan juga bisa melakukan fotografi digital. Selanjutnya potongan gambar hasil dari pemindaian ini dirangkai dengan software khusus. Pada akhirnya, hal tersebut bisa menciptakan model digital tiga dimensi yang interaktif.

Manfaat Dilakukannya Rekonstruksi

Ilmuwan melakukan rekonstruksi ini tentu memiliki manfaat tersendiri. Lewat terobosan besar tersebut, ilmuwan jadi lebih mudah untuk mempelajari, memutar maupun memperbesar anatomi spesies lumba-lumba vaquita. Hal tersebut dilakukan secara virtual sehingga tidak perlu menyentuh tulang yang asli.

Baca Juga: Lumba-Lumba Purba Ankylorhiza Tiedemani, Predator Buas di Lautan

Data yang berasal dari hasil pemindaian juga terunggah untuk publik. Publik nantinya bisa mengakses hasil tersebut secara gratis lewat repositori dari MorphoSource. Karena hal itu, harapannya bisa mendorong riset global maupun evolusi.

Bukan hanya itu saja, harapannya akses tersebut juga mampu meningkatkan kepedulian masyarakat pada krisis biodiversitas laut. Hal ini karena aktivitas manusia termasuk salah satu pemicu utama kepunahan spesies tersebut. Hal ini tak lain aktivitas pemasangan jaring insang secara ilegal dari pemburu ikan totoaba.

Mengenal Lumba-lumba Vaquita 

Supaya lebih mengenal spesies lumba-lumba vaquita tersebut, ada baiknya untuk mengetahui karakteristiknya. Lumba-lumba ini sendiri memiliki julukan sebagai smiling panda. Hal ini karena spesies tersebut memiliki lingkaran hitam tepat di sekitar matanya.

Ada juga garis tipis di mulut sampai ke arah insang. Karena karakteristik tersebut, siapapun jadi lebih mudah untuk mengenalinya. Masih seputar vaquita, ternyata lumba-lumba ini memiliki sirip punggung yang ukurannya lebih besar.

Keberadaan sirip punggung tersebut berguna dalam menghilangkan panas yang ada di tubuhnya. Mengingat, kawasan yang jadi tempat hidupnya memang cenderung lebih hangat daripada spesies lumba-lumba lainnya. Selain suhunya lebih hangat, kawasan tersebut juga cenderung cukup berbahaya.

Bagaimana tidak, kawasan ini penuh dengan jaring ikan nelayan yang ilegal. Hal inilah yang membuatnya cepat punah karena terjerat jaring tersebut. Jeratan jaring membuat lumba-lumba tak bisa bernapas dengan naik ke permukaan sehingga berujung mati.

Sementara untuk makanannya, vaquita ternyata tak berbeda jauh dengan spesies lumba-lumba lainnya. Vaquita juga makan cumi-cumi, ikan, kepiting serta lobster. Hewan ini juga lebih banyak menghabiskan waktu di bawah air. Karena hal itu, vaquita jarang terlihat daripada jenis lumba-lumba lainnya.

Baca Juga: Hiu Pemotong Kue, Predator Puncak di Laut Dalam dengan Bibir Penghisap yang Kuat

Spesies lumba-lumba vaquita memang sudah terancam punah. Hal ini karena jumlah populasinya merosot sangat tajam dari hari ke hari. Menyadari hal itu, ilmuwan melakukan rekonstruksi digital tiga dimensi untuk mengabadikan data anatominya. Rekonstruksi spesies lumba-lumba vaquita ini juga akan terdistribusi ke berbagai museum maupun ruang kelas. Hal ini karena rekonstruksi tersebut juga bisa jadi alat edukasi tersendiri. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |