Dikenal Punya Permukaan Ekstrem, Ternyata Mikroba Bumi Bisa Hidup di Bulan

6 hours ago 5

Mikroba Bumi bisa hidup di bulan di luar perkiraan ilmuwan selama ini. Hal ini karena kalangan ilmuwan menilai bulan selama ini jadi lingkungan yang hampir mustahil untuk menunjang kehidupan. Siapa sangka jika ada beberapa organisme yang bisa bertahan hidup di permukaan satelit alami Bumi tersebut.

Baca Juga: NASA Berhasil Rilis Potret Kawah Bulan akibat Roket SpaceX

Informasi menarik ini berasal dari penelitian terbaru NASA. NASA menelitinya dengan University of Maryland. Untuk informasi selengkapnya, bisa cek uraian di bawah ini.

Selama ini permukaan bulan terkenal sebagai area yang sangat keras. Suhunya juga bisa berubah secara drastis. Bahkan juga memiliki paparan radiasi UV yang tinggi. Kondisi tersebut tidak lain karena tak adanya atmosfer.

Walaupun kondisi permukaannya demikian, namun di area kutub selatan bulan ada cekungan serta permukaan kawasan tersebut hampir selalu ada di dalam bayangan. Lokasi tersebut bisa berwujud dasar kawah yang luas sampai cekungan dengan ukuran sekecil jejak sepatu astronaut. Bisa juga berupa bekas lintasan rover. Oleh sebab itu, kondisinya jadi terlindungi dari paparan matahari secara langsung.

Mengetahui kondisi demikian, kalangan peneliti berupaya identifikasi ceruk-ceruk kecilnya. Hal ini tak lain untuk memungkinkan mikroba bisa bertahan hidup dengan keadaan dorman. Dalam melakukan penelitian, tim memanfaatkan data ketahanan mikroorganisme, topografi, peta, suhu dan paparan cahaya.

Baca Juga: Fakta Menarik Kemunculan Bulan Purnama Rusa Bulan Juli 2026

Akan tetapi, penting untuk diketahui bahwa bertahan hidup yang dimaksud di sini tak berarti berkembang biak. Hal ini lantaran kalangan ilmuwan belum menemukan adanya bukti bahwa mikroba bisa tumbuh sekaligus bereproduksi di bulan.

Jenis Mikroba yang Diteliti

Berkaitan dengan penelitian ini, tim ilmuwan mengidentifikasi sejumlah mikroba Bumi yang bisa hidup di bulan. Adapun mikroba yang diteliti seperti halnya Deinococcus radiodurans, Bacillus subtilis, Aspergillus niger, Staphylococcus aureus dan sejumlah spesies Fusarium. Bukan tanpa alasan kenapa kalangan ilmuwan memilih untuk meneliti kelompok mikroorganisme tersebut.

Ternyata kalangan ilmuwan berpendapat bahwa mikroorganisme ini terpilih lantaran bisa bertahan di lingkungan yang ada kaitannya dengan penerbangan luar angkasa. Hal ini tak terkecuali suhu ekstrem, kekeringan, radiasi atau vakum. Misalnya saja Aspergillus niger.

Sudah bukan rahasia lagi apabila jamur yang satu ini sering ada di kamar mandi hingga sistem HVAC. Ternyata mikroba tersebut juga pernah terdeteksi bisa bertahan hidup di bagian luar ISS (Stasiun Antariksa Internasional). Hal ini sangat mengejutkan kalangan ilmuwan karena kondisi bulan sangatlah kering.

Kemungkinan Mikroorganisme Terbawa Astronaut

Terkait keberadaan mikroba yang bisa bertahan di bulan, ada kemungkinan terbawa oleh kalangan astronaut. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa manusia sendiri memiliki triliunan mikroorganisme di tubuh. Saat astronaut menjalankan misi untuk menjelajahi bulan, sebagian mikroorganisme bisa saja ikut terbawa. Misalnya saja lewat pakaian, pesawat, peralatan atau habitat.

Sebenarnya sebelum menjalankan misi ke bulan, astronaut sudah menjalani prosedur sterilisasi. Akan tetapi, prosedur tersebut tak mungkin bisa menghilangkan semua mikroorganisme yang ada pada astronaut. Pada akhirnya, bisa saja membawa mikroorganisme ke bulan

Pencarian Tanda Kehidupan di Bulan

Penelitian terbaru dari lembaga antariksa NASA ini tidak hanya berkaitan dengan aspek kelangsungan mikroba Bumi bisa hidup di bulan saja. Akan tetapi, tim peneliti juga ingin membedakan apakah tanda-tanda kehidupan ataupun molekul biologis di bulan asalnya dari lingkungan aslinya atau justru kontaminasi dari Bumi. Berkaitan dengan hal itu, Heather Graham menyebutnya termasuk tempat sel bisa bertahan hidup.

Menyadari hal itu, eksplorasi di lokasi ini perlu memperhatikan mikroorganisme yang terbawa astronaut. Kemudian mengkarakterisasi bagaimana kondisi di bulan sebelum ada aktivitas manusia yang mengubahnya. Kendati demikian, hasil penelitian terbaru dari NASA ini tak memperlihatkan bahwa bulan cocok untuk kehidupan yang berkembang.

Baca Juga: Permukaan Bulan Menyusut, Berpotensi Jadi Sumber Baru Moonquake

Mikroba Bumi memang bisa hidup di bulan. Akan tetapi, mikroorganisme hanya bisa bertahan hidup dalam kondisi dorman. Ilmuwan belum memiliki bukti cukup kuat untuk mengetahui mikroba Bumi yang hidup di bulan tersebut bisa tumbuh, bereproduksi ataupun membentuk ekosistem. Ilmuwan tentu masih perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengungkap berbagai informasi menarik lainnya tentang kehidupan di bulan. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |