harapanrakyat.com,- Banyak pihak memprediksi lini serang Norwegia akan tumpul ketika pelatih memutuskan untuk mengistirahatkan Erling Haaland demi menjaga kebugarannya menjelang kick-off Piala Dunia 2026.
Namun, dalam laga international friendly di Ullevaal Stadion, Oslo, Senin (1/6/2026) malam, Norwegia justru menyajikan sebuah tactical masterclass yang membuktikan bahwa mereka telah lepas dari ketergantungan pada sang target man Manchester City tersebut.
Sementara Haaland hanya menjadi penonton di tribun, rekan-rekan setimnya memperagakan permainan yang sangat agresif sejak peluit pertama dibunyikan. Sejak awal laga, Norwegia langsung menerapkan skema high pressing ketat yang membuat lini belakang Swedia kalang kabut.
Baca Juga: Paceklik Gol Panjang, Penyerang Timnas Amerika Christian Pulisic Yakin Bersinar di Piala Dunia 2026
Hasilnya langsung terlihat pada menit ke-9 ketika Jorgen Strand Larsen, yang diplot sebagai ujung tombak utama, melakukan sebuah clinical finishing setelah memanfaatkan celah di lini belakang lawan. Belum sempat Swedia menata ulang organisasi pertahanan mereka, Antonio Nusa giliran mengacak-acak sektor sayap.
Pada menit ke-17, winger muda ini melepaskan powerful shot dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Swedia. Skor pun berubah menjadi 2-0.
Dominasi total Norwegia di babak pertama semakin sahih menjelang turun minum. Pada menit ke-36, Strand Larsen kembali menunjukkan insting predatornya dengan mencetak brace setelah memenangi duel di dalam kotak penalti, sekaligus menutup paruh pertama dengan keunggulan telak 3-0 berkat transisi positif yang nyaris sempurna.
Baca Juga: Pascal Struijk Siap Bela Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030 Usai Dicoret Timnas Belanda
Norwegia Melempem di Babak Kedua, Swedia Mulai Bangkit
Memasuki paruh kedua, Swedia mencoba merespons ketertinggalan dengan melakukan perubahan taktis. Termasuk memasukkan Alexander Isak dari bangku cadangan untuk menyegarkan attacking phase mereka. Masuknya Isak perlahan memberikan dampak, di mana Swedia mulai berani keluar menyerang dan mengeksploitasi blind spot lini belakang Norwegia.
Upaya ini membuahkan hasil pada menit ke-75. Saat itu, Isak melepaskan tembakan akurat dari sisi kiri kotak penalti untuk memperkecil kedudukan menjadi 3-1. Meski Swedia mencoba bangkit, Norwegia tetap memegang kendali permainan hingga laga usai.
Dominasi tuan rumah juga tercermin dari statistik akhir pertandingan, di mana Norwegia unggul ball possession hingga 54,9 persen. Pemain Norwegia juga membombardir gawang Swedia dengan total 22 shots, yang 7 di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Swedia yang miskin kreativitas hanya mampu melepaskan 9 percobaan dengan 5 on target.
Kemenangan meyakinkan ini menjadi modal yang sangat berharga bagi Norwegia sebelum bertarung di panggung kompetitif Grup I Piala Dunia 2026 bersama Prancis, Senegal, dan Irak. Sebaliknya, Swedia mengemban pekerjaan rumah yang besar untuk membenahi koordinasi pertahanan mereka sebelum bersua Belanda, Jepang, dan Tunisia di Grup F.
Baca Juga: Alasan Mengejutkan Pelatih Timnas Maroko Coret Sofiane Boufal di Piala Dunia 2026
Pada akhirnya, performa impresif Strand Larsen dan Antonio Nusa mengirimkan pesan kuat kepada calon lawan mereka di Piala Dunia. Kini, Norwegia memiliki squad depth yang mumpuni dan bukan lagi tim one-man show yang hanya bergantung pada Erling Haaland. (Revi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

3 hours ago
5

















































