GPS Alami Burung Merpati, Ternyata Bukan di Mata

5 hours ago 3

GPS alami burung merpati sangatlah canggih. GPS ini sendiri tidak lain membantu burung tersebut dalam bernavigasi atau menunjukkan jalan. Lantas di manakah letak GPS alami tersebut? Temukan jawabannya dengan menyimak ulasan di bawah ini.

Baca Juga: Penemuan Burung Rusty Lark, Hewan Langka yang Dikira Sudah Punah

GPS Alami Burung Merpati dan Penjelasannya

Selama ini burung merpati terkenal dengan julukan merpati pos karena bisa mengantar surat tanpa kehilangan arah jalan. Biasanya merpati tersebut adalah jenis burung yang sudah dilatih khusus. Alhasil, bisa membawa pesan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Ternyata kemampuan burung merpati ini tidak lain karena navigasi alami yang dimilikinya. Berbicara mengenai sistem navigasi, burung merpati tak membutuhkan satelit. Hal ini karena organ tubuhnya sendiri yang berfungsi jadi kompas internal.

Dengan mengandalkan organ tubuhnya, burung merpati bisa mengetahui perjalanan pulang dalam presisi yang tinggi. Penelitian ini sendiri sudah terpublikasi dalam jurnal Science tanggal 28 Mei 2026.

Letak Sistem Navigasi Burung Merpati

Tak sedikit ilmuwan yang penasaran kenapa burung merpati bisa mengantarkan surat dengan tepat ke penerimanya. Lalu kembali lagi ke pengirimnya. Rupanya hal tersebut karena sistem navigasi atau GPS alami di dalam organ tubuh burung merpati.

Baca Juga: Kupas Tuntas Fakta Unik Otak Serangga, Anatomi dan Tingkat Kecerdasannya

Untuk letaknya sendiri ada di organ hatinya. Hal ini karena sel darah putih yang ada di organ hati merpati bisa mengakumulasi zat besi. Kemudian berperan penting sebagai kompas internal. Oleh sebab itu, burung merpati bisa menemukan jalan pulang meskipun awan tengah diselimuti sinar matahari sekalipun.

Cara Kerja Navigasi Alami Merpati

Mengenai cara kerja sistem navigasi pada burung merpati, terungkap dari kalangan ilmuwan di Universitas Bonn serta Institut Perilaku Hewan Max Planck di Jerman. Dalam penelitian tersebut, ilmuwan menemukan bahwa sel darah putih yang jumlahnya jutaan mengandung zat besi di dalamnya. Letaknya di dekat jaringan saraf organ hatinya.

Untuk mekanisme kerjanya, sel-sel darah putih tersebut bisa memberi tahu otak perihal arah mana pergerakan sesuai medan magnet bumi. Sistem GPS alami ini turut melibatkan peran makrofag yang ada pada burung merpati. Hal ini sebagaimana penjelasan dari ahli biologi Clivia Lisowski yang berasal dari Universitas Bonn.

Menurut penelitiannya, sel-sel yang berasal dari organ tubuh lainnya seperti halnya limpa, mata dan paruh, nyatanya juga bersifat magnetik. Akan tetapi, hanya makrofag yang ada di hati saja tampak menempel di kolom magnetik.

Makrofag itu sendiri ialah sel darah putih berukuran besar yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh burung merpati. Makrofag ini berperan penting dalam menelan sekaligus menghancurkan kuman, zat asing maupun sel mati. Karena hal itu, bisa kita ketahui bahwa sel imun turut berperan dalam kemampuan sistem navigasi burung.

Metode Penelitian Sistem Navigasi Merpati

Saat membahas mengenai GPS alami burung merpati, pastikan juga tidak melewatkan penjelasan mengenai metode penelitiannya. Ternyata ilmuwan meneliti sistem navigasi burung tersebut melalui proses yang panjang. Dalam penelitian tersebut, ilmuwan menggunakan eksperimen sebanyak 34 burung merpati.

Melalui metode penelitian ini, ilmuwan bisa tahu bahwa burung merpati yang memiliki makrofag utuh bisa pulang hanya dalam kurun waktu 70 menit saja. Sementara untuk burung merpati dengan kondisi makrofag rusak, nyatanya tersesat di tengah jalan.

Hal ini memperlihatkan bahwa makrofag memang berperan sebagai sensor magnetik. Sensor tersebut bisa membantu burung merpati ketika sinar matahari tak tersedia. Misalnya saat hujan atau mendung. Burung memang juga memakai matahari untuk navigasi.

Melalui metode penelitian ini, ada pula dugaan yang menyebut burung mungkin saja memakai teknik penginderaan magnetik berbeda-beda. Perbedaan teknik penginderaan tersebut tergantung dari kebutuhan mereka. Apakah untuk menempuh perjalanan jarak yang jauh ataupun hanya menemukan tujuan tertentu saja.

Baca Juga: Jalur Migrasi Hiu Paus, Lintasi 13 Negara dan Wilayah Laut Lepas

GPS alami burung merpati rupanya ada dalam organ tubuhnya sendiri. Karena hal itu, burung merpati tidak membutuhkan satelit dalam bernavigasi. Namun untuk mengungkap berbagai informasi menarik lainnya seputar sistem GPS alami yang ada pada burung merpati tersebut, tentu masih membutuhkan penelitian secara lebih lanjut. Penelitian ini juga penting untuk verifikasi secara jelas bagaimana sinyal-sinyalnya bisa disalurkan ke otak. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |