harapanrakyat.com,- Fasilitas hidran di kawasan Pasar Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah petugas pemadam kebakaran harus mencari pasokan air hingga ke wilayah Kawasen dan Gagayunan Pamarican saat menangani kebakaran toko cuci gudang elektronik, Senin (10/8/2026) dini hari.
Kondisi tersebut terjadi ketika petugas berjibaku memadamkan api yang menghanguskan toko milik Wawa Watini Tahlan, 62 tahun, di Dusun Neglasari, RT 001/RW 001, Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari. Bangunan berukuran 8×20 meter beserta seluruh isinya ludes terbakar.
Petugas Damkar Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Banjarsari, Bintang Nur Alam, mengatakan kebutuhan air menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Pasokan air di sekitar lokasi tidak mencukupi sehingga armada harus mengambil air dari wilayah yang cukup jauh.
“Untuk memadamkan api kami membutuhkan pasokan air yang banyak. Saat pemadaman tadi, kami harus mengambil air dari wilayah Kawasen Banjarsari dan Gagayunan Pamarican. Jaraknya cukup jauh karena di area sekitar Banjarsari saat ini tidak ada pasokan air yang memadai,” ujar Bintang kepada harapanrakyat.com, Senin (10/8/2026).
Menurut Bintang, kondisi tersebut berkaitan dengan belum optimalnya fungsi hidran yang berada di kawasan pusat perkotaan Pasar Banjarsari. Meski demikian, proses pemadaman tetap berjalan karena jumlah armada yang diterjunkan cukup banyak.
“Alhamdulillah, karena armada pemancar yang diterjunkan cukup banyak, suplai air tetap terjaga dan tidak sampai terputus,” katanya.
Baca Juga: Diduga Akibat Sisa Bakar Sampah, Toko Elektronik dan Parfum di Banjarsari Ciamis Ludes Terbakar
Fasilitas Hidran di Pasar Banjarsari Ciamis Masih Mengeluarkan Air tapi Debit Kecit
Kepala UPTD Pasar Banjarsari, Dian Kusdiana, membenarkan fasilitas hidran di kompleks pasar belum dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pemadaman dalam kondisi darurat.
Dian mengatakan terdapat lima unit hidran di kawasan Pasar Banjarsari. Seluruhnya masih dapat mengeluarkan air, tetapi debitnya relatif kecil. Selain itu, terdapat persoalan teknis pada bagian keran yang tidak sesuai dengan sambungan selang armada Damkar.
“Untuk hidran di Pasar Banjarsari ini jumlahnya ada 5 unit. Semuanya sebenarnya sudah berfungsi atau bisa mengeluarkan air, tetapi debitnya masih kecil. Selain itu, ada kendala pada bagian keran yang tidak cocok dengan sambungan selang armada Damkar, sehingga airnya tidak bisa disedot ke tangki. Kalau untuk selang pemadam biasa sebenarnya bisa,” jelas Dian.
Dian menambahkan, pihak Damkar sebelumnya telah melakukan pengecekan berkala terhadap kondisi hidran tersebut. Dari pengecekan itu ditemukan ketidaksesuaian teknis pada bagian keran.
Persoalan hidran itu mencuat bersamaan dengan kebakaran hebat yang melanda toko cuci gudang elektronik milik Wawa Watini Tahlan. Kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB.
Petugas Damkar Pos WMK Banjarsari, Bintang mengatakan api pertama kali diketahui pemilik toko yang melihat kobaran api tiba-tiba membesar. Dugaan sementara, kebakaran dipicu hubungan arus pendek listrik.
Damkar diketahui menerima laporan sekitar pukul 04.30 WIB. Armada tiba di lokasi sekitar pukul 04.33 WIB dan langsung melakukan pemadaman serta pendinginan.
Baca Juga: Belum Menyerah ‘Lawan’ Bupati Ciamis, Mantan Kades Cicapar Bakal Ajukan Kasasi
Proses Pemadaman Kebakaran Libatkan Puluhan Personel
Besarnya kobaran api dan banyaknya material yang mudah terbakar membuat proses penanganan melibatkan 21 personel gabungan dengan enam unit armada. Armada tersebut terdiri atas lima unit mobil pemancar dan satu unit tangki suplai.
Pemadaman turut dibantu Pemadam Kota Banjar, BPBD, Polsek dan Koramil Banjarsari, pemerintah kecamatan, Tagana, Relawan Ciamis Selatan (RCS), MDMC, RAPI, BAZNAS, serta Karang Taruna Banjarsari.
Meski pasokan air menjadi kendala, api akhirnya berhasil ditangani. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Baca Juga: Cerita Warga Ciherang Ciamis Swadaya Perbaiki Jalan, Pemilik Dapur MBG Ikut Patungan
Namun, kerugian materi cukup besar. Bangunan toko berukuran 8×20 meter beserta seluruh barang di dalamnya ludes terbakar. Total kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar. (Suherman/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

4 hours ago
6

















































